Selasa September 25 , 2018

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (151)

    Di pembahasan yang lalu kita sudah melihat bagaimana Yesus adalah Pemimpin kita kepada kemuliaan. Namun sebagai Pemimpin Ia harus sempurna dan tidak ada cara lain untuk menyempurnakan Dia kecuali lewat penderitaan. Apa yang menjadi kekuatan Yesus sehingga Ia mau alami semuanya itu? Tidak lain ialah kasihNya kepada kita. Kasih persaudaraan itulah yang membuat Ia mau mengalami salib. Dan kasih persaudaraan itu dikarenakan Yesus dan kita bersumber dari Bapa yang satu itu. Oleh sebab itu di ayat-ayat berikut ini kita akan melihat tentang kesatuan Yesus dengan umatNya.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (151)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (14)

Ibr. 2:10 Yesus, Pemimpin yang menderita

    Yang lalu kita sudah membicarakan tentang kehinaan Kristus dan kita sudah sampai di ayat ke 9 di mana Yesus dijadikan sama seperti manusia, lebih rendah dari para malaikat, agar Ia dapat merasakan maut bagi semua umat manusia. Itulah tujuan inkarnasi. Tanpa inkarnasi tidak ada kematian berarti juga tidak ada penebusan. Apa artinya? Artinya kita, keturunan Adam, akan tetap mati dalam dosa kita.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (14)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (12)

Ibrani 2:1-4 Peringatan Pertama: Jangan menyepelekan Firman Tuhan

    Pada pembahasan yang lalu (ayat 1 & 2) kita sudah melihat bunyi peringatan dari kitab ini, yaitu kita harus lebih sungguh-sungguh memperhatikan Firman Tuhan supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Berikut ini kita akan melihat bagaimana Tuhan serius dengan keselamatan yang Ia sediakan bagi kita.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (12)

   

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (11)

Ibrani 2:1-4 Peringatan Pertama: Jangan menyepelekan Firman Tuhan

    Pada pasal pertama kita sudah melihat bagaimana Allah pada jaman akhir ini berbicara kepada manusia tidak lagi lewat para nabi tetapi secara langsung lewat AnakNya yang Tunggal yang jauh lebih mulia kedudukanNya dari para malaikat, maka pada pasal kedua ini dibuka dengan satu peringatan yang serius. Total ada 5 peringatan di dalam kitab Ibrani dan ini adalah peringatan yang pertama (2:1-4) di mana kita diperingatkan agar tidak melalaikan atau menyepelekan suara Allah yang sudah berbicara langsung kepada kita lewat anakNya itu. Mari kita lihat lebih lanjut.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (11)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut (10)

Kita sedang membandingkan kemuliaan Anak Allah dengan para malaikat dan kita sudah melihat bagian pertama yang menyatakan bahwa Dia adalah satu-satunya Anak Allah. Kini kita akan melihat ayat-ayat selanjutnya.

Dia adalah Allah (Ibr. 1:7-9)
* Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." (Mzm.104:4) Di sini dijelaskan bahwa malaikat adalah “mahluk ciptaan”. Mereka diciptakan untuk melayani Allah dan melayani manusia. Malaikat adalah pelayan sedangkan Yesus adalah Anak!
* Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran” (Mzm. 45:7). Lebih jauh kita melihat bahwa Yesus bukan sekedar Anak, melainkan Dia juga Allah, Raja di atas segala raja dan kerajaanNya adalah kerajaan segala jaman, kekal untuk selama-lamanya.
* “Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu" (Mzm. 45:8) Ayat ini memberitahu kepada kita bagaimana sifat kerajaan Kristus itu, yakni kebenaran dan keadilan. Itulah sebabnya Bapa mengurapi Dia dengan pengurapan yang tidak terbatas. Dan setelah Ia menerima pengurapan itu dari Bapa maka Ia mengurapi gerejaNya, yaitu saudara dan saya (Kis. 2:33). Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus semua ada di sini.

Dia adalah Pencipta yang Kekal (Ibr. 1:10-12)
* Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan." (Mzm. 102:26, 27)
* Pada bagian ini kita melihat bahwa Yesus adalah Pencipta yang daripadanya segala sesuatu berasal, baik yang hidup maupun yang mati. Dia adalah Alfa, permulaan segala sesuatu. Dia juga  Omega, akhir dari segala sesuatu. Langit dan bumi satu kali akan lenyap namun Dia tetap ada. Dia adalah Pencipta yang Kekal!Bukan hanya kekal, tetapi Yesus juga tetap sama. Dia tidak berubah! Yesus yang kini bertahta di Sorga adalah Yesus yang sama, yang pernah berjalan di tengah terik matahari Palestina, yang pernah bergaul dengan para nelayan di tepi tasik Galilea, yang pernah menjamah orang kusta, yang pernah mati diatas kayu salib Golgota. Ia tidak pernah berubah sedikitpun! “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” Ibr. 13:8. Dia adalah Pencipta yang Kekal dan Tidak Berubah (Everlasting and Unchangeable Creator)! Dari sini kita melihat bahwa Dia adalah Allah. Itulah sebabnya kita boleh percaya dan bersandar penuh kepadaNya. Haleluya!

Dia duduk di sebelah kanan Allah (Ibr. 1:13, 14)
* Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?"  Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?
* Ayat ini dikutip dari Mzm. 110:1 dan menceritakan tentang kemuliaan yg tertinggi yang diterima oleh Yesus Kristus. Itulah sebabnya Marten Luther mengatakan bahwa mazmur ini adalah mazmur yang terutama dari antara mazmur (Psalm of the psalm). Mazmur ini bukan hanya mengatakan tentang kemuliaanNya namun juga berbicara tentang ke-Imamat-an Kristus menurut Melkisedek (Mzm. 110:4). Inilah inti yang penting dari kitab Ibrani yang akan kita bahas nantinya.

    Kita tahu bahwa Allah adalah Allah yang cemburu, Ia tidak pernah memberikan kemuliaanNya kepada yang lain (Yes. 42:8). Namun kepada Yesus Ia berkata, “Duduklah di sebelah kananKu” Dari sini kita tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Dia memiliki kedudukan yang setara dengan Bapa.
    Haleluya! Tidak ada jaminan lain yang lebih hebat daripada ini, bahwa kita memiliki Seorang Juruselamat yang duduk di sebelah kanan Allah. Segala kuasa ada ditanganNya. Apa yang anda takutkan dan kuatirkan saat ini? Pandanglah kepadaNya karena Dialah pertolongan kita sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin!
    
    Dengan demikian lengkap sudah gambaran tentang Yesus sebagai Anak yang jauh, jauh dan jauh…lebih tinggi dan lebih mulia dari para malaikat! Mari lihat pasal berikutnya. (SK)

 

   

Halaman 79 dari 82

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435