Jumat Oktober 19 , 2018

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (24)

Yang lalu kita sudah membahas tentang hari perhentian (hari ketujuh). Ketika Allah membaharui langit dan bumi Ia membaharuinya dalam enam hari dan pada hari ketujuh Ia beristirahat. Namun dosa mengusik istirahat Allah dan Allah mulai bekerja lagi. Dosa mendatangkan pekerjaan dan kali ini yang dikerjakan Allah ialah Karya Penebusan. Karya Penebusan ini pun dikerjakan dalam enam hari dan pada hari ketujuh Ia beristirahat. Apakah hari ketujuh itu? Tidak lain ialah Kerajaan Seribu Tahun Damai yang akan dimulai pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali (Why. 20) dan kita semua sedang menantikan “hari” itu. Namun ingat, sebagaimana Israel jasmani, ada yang gagal untuk masuk ke tempat perhentian Allah demikian juga dengan Israel rohani. Ini suatu peringatan yang serius bagi kita semua!

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (24)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (23)

Kita sudah melihat bagaimana bangsa Israel tidak dapat masuk ke tempat perhentian Allah yaitu tanah Kanaan karena ketidak percayaan mereka dan mereka semua mati di padang gurun. Ini menjadi suatu peringatan bagi kita semua karena pada dasarnya apa yang dialami di Perjanjian Lama adalah gambaran dari apa yang akan terjadi di Perjanjian Baru. Kepada kita pun, umat Tuhan Perjanjian Baru, telah disediakan suatu tempat perhentian, jangan sampai kita gagal untuk masuk ke dalamnya. Itulah bunyi peringatan yang kedua. Dan berikut ini kita akan melihat tentang tempat perhentian yang Allah sediakan itu.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (23)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (22)

    Kita sudah melihat bagaimana bangsa Israel di jaman Musa tidak dapat masuk ke tanah Kanaan karena masalah hati. Mereka mengeraskan hati dan mereka tidak mau percaya kepada FirmanNya, dan semua itu di pemandangan Tuhan adalah sesuatu yang jahat. Jadi seseorang tidak perlu berbuat kejahatan untuk tidak masuk sorga, cukup seseorang itu “tidak percaya” kepada Tuhan. Oleh sebab itu betapa pentingnya kita memelihara hati kita. Berikut ini kita mau melihat lebih jauh apa akibat dari ketidakpercayaan itu.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (22)

   

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (21)

    Di episode yang lalu kita sudah mendapatkan peringatan yang keras agar kita tidak mengeraskan hati kita seperti bangsa Israel. Mereka mengeraskan hati mereka terhadap suara Allah dan akibatnya mereka tidak dapat masuk ke tempat perhentian Allah yaitu Kanaan. Dan di episode ini kita masih akan melihat kelanjutan dari peringatan tersebut. Yang merupakan peringatan kedua di dalam kitab Ibrani ini.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (21)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (20)

    Di episode yang lalu kita sudah melihat perbandingan antara Yesus dan Musa di mana Yesus ternyata jauh lebih superior daripada Musa. Kita patut bersyukur memiliki seorang Pengantara yang begitu mulia terlebih dikatakan bahwa kitalah yang kini menjadi tempat kediamanNya namun ada satu syarat yang perlu kita perhatikan yakni, “Jikalau kita berpegang teguh kepada iman dan pengharapan kita sampai kepada akhirnya” (Ibr. 3:6). Artinya kita dapat kehilangan semuanya itu jika kita tidak teguh, tidak tekun, tidak sungguh-sungguh. Dan inilah yang akan kita lihat dalam peringatan berikut ini, peringatan kedua dari kitab Ibrani ini.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (20)

   

Halaman 77 dari 82

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435