Jumat Juni 22 , 2018

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (20)

    Di episode yang lalu kita sudah melihat perbandingan antara Yesus dan Musa di mana Yesus ternyata jauh lebih superior daripada Musa. Kita patut bersyukur memiliki seorang Pengantara yang begitu mulia terlebih dikatakan bahwa kitalah yang kini menjadi tempat kediamanNya namun ada satu syarat yang perlu kita perhatikan yakni, “Jikalau kita berpegang teguh kepada iman dan pengharapan kita sampai kepada akhirnya” (Ibr. 3:6). Artinya kita dapat kehilangan semuanya itu jika kita tidak teguh, tidak tekun, tidak sungguh-sungguh. Dan inilah yang akan kita lihat dalam peringatan berikut ini, peringatan kedua dari kitab Ibrani ini.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (20)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (19)

      Di episode yang lalu kita sudah bicara secara garis besar bahwa Yesus melebihi Musa dan Harun. Dia adalah Rasul dan Imam Besar yang sejati. Rasul adalah utusan Allah kepada manusia dan itu menunjuk kepada Nabi Musa sebagai utusan Allah, sedangkan Imam Besar adalah wakil manusia kepada Allah dan itu menunjuk kepada Imam Besar Harun. Jadi kita melihat bahwa kedua jabatan itu, Nabi dan Imam, kini disatukan di dalam satu pribadi yakni dalam pribadi Yesus Kristus, Dialah Rasul dan Imam Besar kita yang Maha Agung. Dalam tulisan berikut ini kita akan membahas lebih detail bagaimana jika Yesus dibandingkan dengan Musa.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (19)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (19)

      Di episode yang lalu kita sudah bicara secara garis besar bahwa Yesus melebihi Musa dan Harun. Dia adalah Rasul dan Imam Besar yang sejati. Rasul adalah utusan Allah kepada manusia dan itu menunjuk kepada Nabi Musa sebagai utusan Allah, sedangkan Imam Besar adalah wakil manusia kepada Allah dan itu menunjuk kepada Imam Besar Harun. Jadi kita melihat bahwa kedua jabatan itu, Nabi dan Imam, kini disatukan di dalam satu pribadi yakni dalam pribadi Yesus Kristus, Dialah Rasul dan Imam Besar kita yang Maha Agung. Dalam tulisan berikut ini kita akan membahas lebih detail bagaimana jika Yesus dibandingkan dengan Musa.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (19)

   

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (18)

            Kita sudah membahas Ibrani pasal 1 di mana Yesus dilukiskan sebagai Allah Sang Pencipta yang jauh lebih tinggi dari para malaikat. Kita juga sudah membahas pasal 2 di mana Yesus dilukiskan sebagai manusia yang lebih rendah dari malaikat. Dan selanjutnya kita akan mulai dengan pasal 3 di mana Yesus dilukiskan sebagai Utusan Allah. Let’s start it

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (18)

 

Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (17)

      Di periode yang lalu kita sudah melihat tentang tujuan Yesus menjadi manusia yakni agar Dia boleh merasakan maut dan oleh kematianNya Iblis dihancurkan. Hanya Allah yang dapat menghancurkan Iblis dan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Namun tujuan inkarnasi bukan hanya itu. Inti dari inkarnasi adalah KASIH. Yesus menjadi manusia karena kasih. Dia mengasihi kita dan Dia ingin ikut merasakan penderitaan kita. Mengapa? Karena ada satu tugas mulia yang Dia emban di sorga yaitu menjadi Imam Besar kita. Inilah pokok bahasan kita kali ini.

Baca Selanjutnya: Belajar Kitab Ibrani? Siapa Takut! (17)

   

Halaman 75 dari 79

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com