Minggu Februari 25 , 2018

Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (43)

    Maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Ibrani 1:2

Pada zaman akhir -  Di ayat 1 kita sudah melihat bagaimana Allah pada zaman dahulu memakai para nabi untuk menyampaikan isi hatiNya, maka di ayat 2 ini kita melihat Allah pada zaman akhir ini berbicara lewat AnakNya sendiri. Apakah yang dimaksud dengan zaman dahulu dan zaman akhir?

Baca Selanjutnya: Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (43)

 

Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (3)

    Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi. Ibr.1:1
    
    God, who at many times and in many ways spoke in time past to the fathers by the prophets. (MKJV)
    
    Allah berbicara – suatu kata permulaan yang sangat luar biasa yang langsung membawa kita ke hadapan hadirat Allah. Ingat, Alkitab tidak pernah dimaksudkan untuk membuktikan secara ilmiah tentang keberadaan Allah namun Alkitab mendeklarasikan bahwa Allah ada dan Allah punya kehendak!

Baca Selanjutnya: Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (3)

 

Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (2)

Background

    Apa sebenarnya latar belakang penulisan kitab ini? Sesuai dengan judulnya maka kitab ini tadinya ditulis untuk orang-orang Kristen berbahasa Ibrani (orang Kristen Yahudi) yang hidup di wilayah kekaisaran Romawi pada jaman pemerintahan Nero,  sebelum Yerusalem dihancurkan oleh Titus, yakni sekitar tahun 60-70 Masehi.

Baca Selanjutnya: Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (2)

   

Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (1)

What next?
    Mendekati penulisan ayat-ayat terakhir dari Kisah Para Rasul, maka timbullah dalam hati penulis ialah “what next?” Apa yang akan saya tulis berikutnya untuk mengisi kolom warta gereja ini? Menyadari akan keterbatasan diri sendiri maka penulis tidak berani gegabah menentukan hal ini. Dan yang terpenting ialah ada tidaknya buku-buku referensi yang memadai yang dapat dijadikan acuan bagi penulis.
    Di tengah perenungan dan doa akan hal ini, penulis diingatkan akan dua referensi yang penulis miliki tentang Kitab Ibrani, “The Book of Hebrews” karangan Pdt. Kevin J. Conner dan “The Holiest of All” karangan Pdt. Andrew Murray. Maka dengan itu penulis “memberanikan diri” melangkah. Sebagaimana yang telah dialami oleh penulis di waktu penulisan Kisah Para Rasul maka penulis juga yakin bahwa dengan pertolongan Roh Kudus, penulis dapat menyajikan sesuatu yang berguna dan menjadi berkat bagi jemaat Tuhan dan yang terutama penulis dapat menyelesaikan apa yang akan dimulai. Kiranya Tuhan Yesus Kristus yang dipermuliakan dalam segala sesuatu!

Baca Selanjutnya: Belajar Alkitab Ibrani? Siapa Takut! (1)

 

Mari Belajar Kisah Para Rasul (90)

BAHAN BACAAN: Kisah Para Rasul 28:21–31.


    Setelah melalui perjalanan panjang dari penulisan kitab Kisah Para Rasul maka sampailah kita di episode terakhir dari kitab ini. Sebagaimana juga Rasul Paulus, setelah melalui perjalanan yang panjang, sampailah ia di Roma, sesuai dengan apa yang dirindukannya (Kis. 19:21). Namun demikian kisah ini tidak berakhir di sini. Akhir dari kisah ini justru adalah permulaan dari perjalanan Paulus sebagai penulis suratan-suratan yang kemudian menjadi bagian penting dari Perjanjian Baru di mana gereja yang terdiri dari Yahudi dan non-Yahudi mendapat berkat yang luar biasa darinya. Mari kita ikuti episode terakhir ini…

Baca Selanjutnya: Mari Belajar Kisah Para Rasul (90)

   

Halaman 75 dari 77

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com