Jumat Desember 15 , 2017

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (33)

(Rom 4:17)  Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (33)

 

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (32)

(Rom 4:13)  Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (32)

 

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (31)

(Rom. 4:9-10)  Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran. Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (31)

   

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (30)

(Rom 4:4,5)  Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (30)

 

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (29)

(Rom 4:1) Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?

- Di pasal empat ini Paulus memakai contoh dari kehidupan Abraham untuk membuktikan bahwa kebenaran Allah itu diberikan bukan berdasarkan usaha manusia tetapi berdasarkan kemurahan Allah. Mengapa Abraham? Karena bagi orang Yahudi tidak ada tokoh yang lebih disegani dan dihormati daripada Abraham. Kalau kita membaca di Yoh. 8:33-39 kita dapat mengetahui bahwa mereka sangat bangga disebut sebagai keturunan Abraham. Dalam anggapan orang Yahudi tidak ada tokoh yang lebih besar daripada Abraham. Itulah sebabnya mereka sangat marah kepada Yesus ketika Yesus mengatakan bahwa sebelum Abraham ada, Ia sudah ada (Yoh. 8:58-59).

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (29)

   

Halaman 5 dari 75

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com