Minggu April 22 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (54)

(Rom 7:12)  Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

- Kembali di sini ditekankan bahwa hukum Taurat itu pada dasarnya adalah baik, kudus dan benar, karena hukum Taurat adalah hukumnya Allah sendiri. Jadi kalau manusia tidak dapat memenuhi tuntutan Taurat itu bukan salah hukum Tauratnya, melainkan karena manusianya yang salah dalam memposisikan hukum Taurat. Mereka menganggap bahwa syarat keselamatan ialah kalau mereka dapat melakukan hukum Taurat tanpa cacat cela. Mereka mencoba untuk mencapai keselamatan dengan kekuatan mereka sendiri. Sampai akhirnya mereka sadar bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat memenuhi tuntutan Taurat tanpa cacat dan cela….

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (54)

 

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (53)

(Rom 7:9-10)  Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (53)

 

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (52)

(Rom 7:5)  Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (52)

   

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (51)

(Rom 7:1)  Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (51)

 

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (50)

Rom 6:20)  Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
- Dosa dan kebenaran itu masing-masing bersifat eksklusif, tidak bisa berjalan bersama-sama dan tidak bisa dicampur, sebab itu bila seseorang hidup di dalam dosa maka di dalam dirinya tidak ada kebenaran, sebaliknya apabila seseorang hidup di dalam kebenaran, maka tidak mungkin ia hidup di dalam dosa. Kalau seseorang yang mengaku dirinya hidup di dalam kebenaran tetapi masih suka berbuat dosa, maka ia harus memeriksa dirinya, jangan-jangan kebenaran itu sudah hilang dalam dirinya.

Baca Selanjutnya: Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (50)

   

Halaman 4 dari 78

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com