Kamis Desember 14 , 2017

Anda Dapat Melakukan Perubahan

 

Seorang guru di New York memutuskan untuk memberi penghargaan kepada setiap murid di kelasnya dengan memberitahukan perbuatan mereka yang membawa perubahan kepadanya. Mengacu pada metode pengembangan oleh Helice Bridges of Del Mar- California, dia memanggil setiap muridnya maju ke depan kelas satu per satu. Pertama ia memberitahukan bagaimana murid itu membawa perubahan terhadap dia dan terhadap semua anak dalam kelas. Lalu guru itu memberikan penghargaan kepada setiap mereka sebuah pita biru dengan huruf emas bertuliskan “Saya Membawa Perubahan.”

Baca Selanjutnya: Anda Dapat Melakukan Perubahan

 

Kisah Brooklyn Bridge

 

Siapa yang tidak mengenal The Brooklyn Bridge, sebuah jembatan sepanjang 1.825 m dengan bentang terpanjang mencapai hampir 500m yang terbentang menghubungkan pulau Manhattan dengan Brooklyn di New York Amerika Serikat. Dibalik pembangunan jembatan tersebut terdapat keajaiban dan sebuah cerita yang sangat menarik.
Pada tahun 1869 seorang insinyur yang sangat pandai bernama John Roebling terinspirasi untuk membuat sebuah jembatan yang spektakuler yang menyeberangi East River (Sungai East).

Baca Selanjutnya: Kisah Brooklyn Bridge

 

Belaian Nan Lembut

 

Michael dan aku tidak tahu kapan pelayan meletakkan piring di meja kami. Waktu itu kami duduk di sebuah restoran kecil, terlindung dari kesibukan Third Street, di New York City. Aroma blintze yang disajikan tidak mengusik keasyikan kami mengobrol. Malahan, blintze itu lama kami biarkan terendam dalam krim asam. Kami terlalu asyik mengobrol sampai lupa makan.

Baca Selanjutnya: Belaian Nan Lembut

   

Tuhan Menjawab Doa

 

Suatu kali David dan Polly sedang berada dalam masa yang benar-benar sulit. David bekerja sebagai freelance di sebuah perusahaan kecil dengan penghasilan tidak tetap dan pada minggu itu tidak ada pekerjaan untuknya. Tanpa pekerjaan, tentu seminggu ini tidak ada upah yang diterimanya dan mereka berdua hidup serba kekurangan. Untuk pertama kalinya dalam kehidupan pernikahan mereka yang belum lama, persediaan makanan mereka hampir habis.
Dalam lemari hanya ada sepotong daging hamburger cukup untuk membuat sandwich, sekaleng sup sayuran, sedikit tepung dan gula, hanya itu yang tersisa. Mereka tidak punya susu, tidak punya roti, tidak punya selai kacang.

Baca Selanjutnya: Tuhan Menjawab Doa

 

Pilihan Hidup

 

Pada tahun 1932, Amerika Serikat pernah mengalami krisis ekonomi. Pengangguran, kemiskinan menjadi hal lumrah yang terlihat pada masa itu. Charles Darrow dan istrinya tak luput dari keadaan serba sulit tersebut.

Baca Selanjutnya: Pilihan Hidup

   

Halaman 10 dari 35

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com