Kamis Desember 14 , 2017

Tahta Kasih Karunia

Pdt. Denny Petterson
Sabtu, 1 Juli 2017

Ayat Bacaan: Mazmur 61:2-5; Ibrani 4

Seruan berbeda dengan permintaan (doa). Seruan berarti mendadak, ada suatu krisis, ada sesuatu yang membutuhkan pertolongan pada saat itu juga. Jadi ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan Daud pada saat itu. Saat itu Daud dikejar-kejar oleh 3000 orang laskar Saul. Saul yang seharusnya menjadi bapak rohani dan yang membuka jalan bagi pelayanan Daud tetapi malah justru berusaha untuk membunuh Daud. Daud berpindah-pindah dari satu goa ke goa yang lain sebab tidak ada tempat yang aman baginya. Siang dan malam Daun berada dalam keadaan bahaya, dan dalam keadaan inilah Daud berseru kepada Tuhan.

Baca Selanjutnya: Tahta Kasih Karunia

 

Yesus Memberi Kelegaan

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 24 Juni 2017

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”  Matius 11:28

Perasaan yang paling didambakan dan dibutuhkan oleh manusia adalah perasaan lega. Dan Tuhan tahu akan hal ini. Karena itu Ia menjanjikan kelegaan bagi yang datang kepada-Nya. Kelegaan (relief) dapat diartikan dengan perasaan lega dan nyaman karena telah terselesaikannya atau tuntasnya sebuah “persoalan”, apakah itu berupa tugas-tugas, beban masalah, sakit penyakit, tekanan hidup, kesulitan, penderitaan, dan lain sebagainya.
Dalam Perjanjian Baru kata ‘kelegaan’ dipakai kata ANAPAUO yang berarti perhentian atau peristirahatan (rest), kesegaran (refreshment), kelapangan (ease), ketenangan atau ketentraman (quietness). Sementara dalam Perjanjian Lama ada satu kata yang juga sepadan untuk menggantikan kata ini, yaitu kata SABAT, dimana umat Tuhan diwajibkan untuk berhenti dari segala aktivitasnya.

Baca Selanjutnya: Yesus Memberi Kelegaan

 

Tetap Bersinar

Pdt. Hardi R. Halim
Minggu, 18 Juni 2017

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia - Flp 2: 14-15
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman - 2Tim 4:7

Baca Selanjutnya: Tetap Bersinar

   

Membangun Bahtera

Pdt. Hardi R. Halim
Sabtu, 17 Juni 2017

Ayat Bacaan: Matius 24:45-51

Firman ini adalah bagian dari kortbah Yesus tentang Akhir Zaman.     Kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi yang disertai dengan tanda-tanda yang digenapi dengan pasti. Anak-anak Tuhan harus peka sehingga mereka tidak akan kaget seperti hamba yang jahat sehingga ketika Tuhan datang kita tidak didapati terlambat. Dalam Mat. 24: 37, dikatakan bahwa kedatangan Anak Manusia seperti pada jaman Nuh. Selain datangnya air bah memusnahkan manusia dibumi kita dengan air juga tentang bagaimana Tuhan menyelamatkan satu keluarga saja yaitu keluarga Nuh.

Baca Selanjutnya: Membangun Bahtera

 

Roh Kudus Menginsyafkan

Pdm. Daniel Rudianto
Minggu, 11 Juni 2017

Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Kisah Para Rasul 2:37

Baca Selanjutnya: Roh Kudus Menginsyafkan

   

Halaman 10 dari 154

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com