Minggu Februari 25 , 2018

Kehidupan Yang Berdampak

Pdt. Eny Setiabudi - Kaliurang
Minggu, 11 Februari 2018

Bacaan: Lukas 10:25-29

Kehidupan kita tidak hanya sampai di dunia ini saja tetapi sampai pada kekekalan. Ayat ini adalah pertanyaan seorang Ahli Taurat kepada Yesus. Sebagai seorang ahli Taurat sebenarnya ia juga sudah tahu jawabannya, itu sebabnya pertanyaan itu hanya untuk menjebak Yesus saja. Yesus bertanya kepada orang ini tentang apa yang sudah tertulis dalam Kitab Suci. Kemudian Ahli Taurat menjawab yaitu dengan cara mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama manusia (Luk. 10:27). Yesus berkata bahwa benar apa yang mereka jawab.
Ahli Taurat belum merasa puas, dan kembali berusaha mencobai Yesus dengan bertanya siapakah “sesama manusia” itu (Ayat 29). Lalu Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang  seorang Samaria (Ayat 30-37).

Baca Selanjutnya: Kehidupan Yang Berdampak

 

Mempersiapkan Makanan

Pdt. Eny Setiabudi - Kaliurang
Sabtu, 10 Februari 2018

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Wahyu 3:20

Baca Selanjutnya: Mempersiapkan Makanan

 

Dosa Kedegilan

Pdm. Daniel Rudianto
Minggu, 4 Februari 2018

Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja. 1Samuel 15:23

Baca Selanjutnya: Dosa Kedegilan

   

Empat Macam Tanah

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 3 Februari 2018

Mat. 13:1-23; Mrk. 4:1-20; Luk. 8:4-15

Perumpamaan ini sangat penting sebab perumpamaan ini adalah kunci untuk memahami perumpamaan-perumpamaan yang lain (Mrk. 4:13). Berbicara 4 macam tanah adalah berbicara tentang 4 macam respon hati manusia terhadap Firman Tuhan. Juga mengajar kepada kita secara pribadi yaitu bagaimana seharusnya kita merespon Firman Tuhan dengan benar.

Baca Selanjutnya: Empat Macam Tanah

 

4G for Jesus

Pdt. Hardi R. Halim
Minggu, 28 Januari 2018

“Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” 1 Korintus 13:10-14

Baca Selanjutnya: 4G for Jesus

   

Halaman 1 dari 158

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com