Jumat Oktober 19 , 2018

Jadilah Tenang

Pdt. Daniel Rudianto
Sabtu, 18 Agustus 2018

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.1 Petrus 4:7

Baca Selanjutnya: Jadilah Tenang

 

Sebuah Kebenaran Yang Menyakitkan

Pdt. Soerono Tan
Minggu, 12 Agustus 2018

Sebagai orang percaya kita harus senantiasa belajar dari Firman Allah supaya kita dapat mengenal Allah dengan benar. Ini adalah sesuatu yang mendasar dalam suatu kehidupan kekristenan, sebab ketika kita gagal mengenal Allah secara benar, maka kita sebenarnya sedang digiring untuk masuk dalam suatu penyembahan berhala. Karena sangat penting pemahaman tentang Allah ini diluruskan. Dan kali ini kita akan melihat lebih dalam mengenai sebuah kebenaran yang menyakitkan, yaitu “Allah tidak butuh saya!”

Baca Selanjutnya: Sebuah Kebenaran Yang Menyakitkan

 

Dia Di Sorga...Saya Di Bumi

Pdt.Soerono Tan
Sabtu, 11 Agustus 2018

Panggilan tertinggi orang percaya adalah mengenal pribadi Allah dengan benar. Bisa jadi ada orang-orang yang menyebut dirinya Kristen, beribadah di gereja, tetapi sebenarnya sedang menyembah yang lain yaitu mamon, sukses, atau mujizat. Karena itu kita perlu belajar siapa Allah yang sesungguhnya.

Baca Selanjutnya: Dia Di Sorga...Saya Di Bumi

   

Doa Jemaat

Pdt. Yusak Tjong
Sabtu & Minggu, 4-5 Agustus 2018

Bacaan: Kisah Para Rasul 4:1-31

Pasal 4 ini merupakan kunci dari Kitab Kisah Para Rasul, yaitu tentang doa jemaat. Doa yang dipenuhi Roh, doa yang diurapi Roh Kudus. Sekarang Roh Kudus bekerja di dalam doa jemaat yang dipimpin oleh Roh. Dalam pasal-pasal sebelumnya diceritakan bagaimana Yesus terangkat ke sorga dan memberi pesan bahwa semua orang percaya harus dipenuhkan dengan Roh Kudus, dan kepenuhan itu terjadi terus menerus sampai kepada kekekalan. Tidak bisa dibayangkan bagaimana hebatnya kepenuhan yang terjadi nanti di kekekalan, sebab kepenuhan yang terjadi saat ini saja sudah menggoncangkan semuanya. Kalau kepenuhan Roh di dunia saja bisa menggoncang penjara tempat dimana mereka berdoa, belenggu terlepas, apalagi kepenuhan dalam hidup yang kekal nantinya.

Baca Selanjutnya: Doa Jemaat

 

Making Impossible Into Possible

Pdt. Feri Andrias
Minggu, 29 Juli 2018

Bacaan: Hak. 11:1-11, 29, 32-33

Semua manusia, termasuk orang percaya dan hamba-hamba Tuhan, pasti menghadapi masalah dan pergumulannya. Dan karena menghadapi pergumulan yang berat itu, tidak jarang terbersit dalam hati kita; “Apakah mungkin ada jalan keluar dari masalah ini?” atau “Apakah mungkin ada akhir yang baik dari pergumulan ini?” Bahkan mungkin ada beberapa orang yang memiliki pergumulan yang khusus karena memiliki latar belakang dan masa lalu yang sangat buruk dan bertanya-tanya: “Apakah mungkin ada masa depan yang indah bagi saya?”
Pertanyaan-pertanyaan itu juga pernah muncul dalam diri seorang tokoh bernama Yefta. Yefta adalah hakim kedelapan Israel yang tinggal di Gilead, daerah yang berbatasan dengan daerah bani Amon. Yefta adalah seorang tokoh yang kontroversial pada zaman itu, sebab ia adalah anak dari perempuan sundal yang akhirnya diusir oleh saudara-saudara tirinya. Meskipun ia adalah anak sulung tapi karena lahir dari perempuan sundal, maka sejak lahir ia sudah kehilangan hak kesulungannya (dua bagian warisan) dan status sosialnya. Ia akhirnya tinggal di tanah Tob (sebelah utara Gilead) dan memimpin sekelompok petualang.

Baca Selanjutnya: Making Impossible Into Possible

   

Halaman 2 dari 169

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435