Senin September 24 , 2018

Mengerti Hati Bapa

Pdp. David Sugandi
Sabtu, 28 Juli 2018

Salah satu cara agar kita bisa saling mengerti adalah saling berkomunikasi. Namun demikian sering terjadi salah mengerti walaupun sudah saling berkomunikasi. Misalnya antara suami dan istri, antara anak dan orang tua, antara seorang atasan dengan bawahan, antara sahabat dengan sahabat. Arti kata mengerti adalah menangkap apa yang dimaksud. Maka dari itu, kita salah mengerti karena gagal menerima informasi yang dimaksudkan. Kita mau belajar bukan hanya mengerti hati sesama kita, tetapi kita juga mau mengerti hati Tuhan.

Baca Selanjutnya: Mengerti Hati Bapa

 

Arti Penyertaan Tuhan

Pdt. Misnan - Korea
Minggu, 22 Juli 2018

Bacaan: Kel. 13:20-21, Kel. 15:22-27

Setiap manusia mengalami masalah, persoalan dalam hidup, segala sesuatu bisa terjadi. Menjadi pergumulan kita, apa arti penyertaan Tuhan dalam hidup orang percaya. Jika kita salah mengartikan, kita bisa undur dan meninggalkan Tuhan sebaliknya jika kita mengerti artinya, kita akan menjadi orang yang kokoh dalam Tuhan.

Baca Selanjutnya: Arti Penyertaan Tuhan

 

Kasih Yang Mula-Mula

Pdt. Misnan - Korea
Sabtu, 21 Juli 2018

Bacaan: Wahyu 2:1-7

Pada ayat yang ke 5, Tuhan Yesus memberi suatu teguran keras kepada Jemaat Efesus, “Ingatlah betapa dalamnya kamu telah jatuh!”. Jemaat Efesus jatuh bukan karena dosa-dosa atau kesalahan, bukan karena mereka suam-suam kuku, bukan karena suka berpesta pora, bukan karena mereka jemaat yang lemah imannya. Justru Jemaat Efesus ini ditegur saat dalam keadaan giat-giatnya melayani pekerjaan Tuhan. Bahkan dikatakan mereka punya tiang-tiang doktrin yang kuat, sehingga mampu membedakan ajaran sesat (Ayat 2 & 6). Jemaat Efesus juga masih mengajarkan ajaran Tuhan Yesus dan tidak mengenal lelah memberitakan tentang Yesus (Ayat 3).

Baca Selanjutnya: Kasih Yang Mula-Mula

   

Membangun Tempat Kediaman Allah

Pdt.Nelson Tarigan - Singkawang
Minggu, 15 Juli 2018

Bacaan: Hagai 1:1-8

Pada tahun 607 bangsa Israel ditawan di Babel. Selama 490 tahun mereka tidak memperingati Sabat. Sehingga akibatnya bangsa Israel ditawan selama 70 tahun di Babelonia. Kehidupan dalam tawanan itu pasti sangat menderita, sangat sulit, dan tidak ada pengharapan akan masa depan. Tetapi belas kasihan muncul ketika Raja Darius memerintah Babelonia. Raja Darius memberangkatkan Bangsa Israel kembali pulang ke tanah Perjanjian. Bangsa Israel harus kembali ke tanah Perjanjian dengan satu tujuan, yaitu membangun Bait Allah.

Baca Selanjutnya: Membangun Tempat Kediaman Allah

 

Hidup Berkenan Kepada Allah

Pdt.Nelson Tarigan - Singkawang
Sabtu, 14 Juli 2018

Bacaan: 1 Yohanes 5:1-5

Kekristenan bukanlah sekedar taat melakukan kesepuluh perintah Allah, namun lebih jauh berkaitan dengan hidup yang dipagari oleh kehendak Allah. Dengan jalan demikian barulah hidup kita ini akan berkenan kepada Allah. Kita bisa belajar dari kehidupan bangsa Israel ketika berada di padang gurun. Mereka hanya berusaha melakukan kesepuluh perintah Allah, namun tidak mengejar hidup dalam kehendak Allah. Akhirnya dari sekian juta bangsa Israel, hanya dua orang, yaitu Yosua dan Kaleb, yang boleh masuk ke tanah Kanaan. Jadi apabila kita hanya fokus pada hukum Allah, maka kita dapat menjadi gagal untuk sampai kepada tujuan iman kita.

Baca Selanjutnya: Hidup Berkenan Kepada Allah

   

Halaman 3 dari 169

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435