Selasa September 25 , 2018

 

Pada akhir tahun 1860, kehidupan bagi Horatio G. Spafford dan Anna istrinya, sangat baik. Mereka tinggal di sebelah utara pinggiran kota Chicago dengan lima anak mereka, Annie, Maggie, Bessie, Tanetta dan Horatio Jr. Dia memiliki karir hukum yang sukses di Chicago. Pintu rumah Spaffords selalu terbuka sebagai tempat pertemuan bagi para aktivis selama gerakan reformasi pada masa itu. Horatio G. Spafford cukup aktif dalam gerakan abolisionis. Frances E. Willard, ketua National Women's Christian Temperance Union serta pemimpin penginjil seperti Dwight L. Moody sering menjadi tamu di rumah mereka. Spafford adalah seorang penatua Gereja Presbyterian dan seorang Kristen yang tulus.
Sampai saat itu Horatio dan Anna Spafford telah menjalani kehidupan yang mempesona. Segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Namun, pada tahun 1870 iman mereka diuji dengan tragedi.  Putra mereka Horatio Jr. yang berusia 4 tahun, meninggal karena demam (scarlet fever). Keluarga Spafford sangat terpukul. Pada bulan Oktober 1871 saat terjadi peristiwa The Great Chicago Fire (bencana kebakaran besar di Chicago), Horatio harus menghadapi lagi ujian dari imannya. Beberapa bulan sebelum The Great Chicago Fire, Spafford yang menjadi kaya, telah menginvestasikan banyak kekayaannya pada usaha real estate di pantai Danau Michigan. The Great Chicago Fire tidak hanya menghancurkan sebagian besar Chicago tetapi juga sebagian besar usaha Spafford. 250 orang tewas dan 90.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam peristiwa tersebut.
Keluarga Spaffords tidak putus asa. Rumah dan anggota keluarga mereka sendiri terhindar dari bencana. Tuhan sangat baik. Meskipun keuangan mereka sebagian besar musnah, Anna dan Horatio menggunakan apa yang masih tersisa dari mereka untuk memberi makan orang-orang yang lapar, menolong yang kehilangan rumah, merawat yang sakit dan terluka serta menghibur kesedihan tetangga-tetangga mereka. The Great Chicago Fire adalah tragedi besar  di Amerika, dan keluarga Spaffords menggunakannya untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka yang membutuhkan.
Pada tahun 1873 kesehatan Anna Spafford menurun. Untuk menyehatkan Anna kembali serta melupakan kisah tragis kehilangan putra dan bencana kebakaran, keluarga Spafford merencanakan perjalanan ke Eropa. Mereka akan berlayar dengan Kapal Ville du Havre Perancis ke Eropa bersama empat putri mereka. Spafford tidak hanya ingin mengunjungi Eropa, tetapi juga ingin membantu penginjil Dwight L. Moody dan Ira Sankey D. dalam kebangunan rohani di Inggris.
Moody dan Sankey bertemu di sebuah konferensi Asosiasi Pemuda Kristen di Indianapolis pada 1870. Setelah mendengar Sankey bernyanyi, Moody mengundangnya untuk datang ke Chicago dan membantu dalam penginjilannya di sana. Ira D. Sankey mempertimbangkan undangan Moody dan setelah banyak berpikir dan berdoa, ia memutuskan untuk menerimanya. Enam bulan kemudian ia bergabung dengan Moody di Chicago.
Dwight L. Moody dan Ira Sankey berada di tengah-tengah pertemuan kebangunan rohani ketika The Great Chicago Fire terjadi pada tahun 1871. Moody dan Sankey nyaris tidak selamat dari Chicago. Dikatakan bahwa Sankey berada di perahu di Danau Michigan saat menyaksikan Chicago terbakar. Dengan hancurnya sebagian besar Chicago, Moody dan Sankey memutuskan untuk menerima undangan mengunjungi Inggris. Tahun 1873 Moody dan Sankey mulai bekerja di Inggris. Moody dan Sankey membuat kesan yang mendalam di Inggris dan nama mereka menjadi terkenal di seluruh Eropa.
Keluarga Spaffords berencana untuk pergi ke Eropa pada bulan November. Tetapi Tuhan punya rencana lain untuk Horatio G. Spafford. Pada hari mereka harus berlayar ke Eropa, Spafford mendadak ada urusan bisnis penting yang tidak bisa ditinggalkan. Supaya istri dan anak-anaknya tidak kecewa, dia menyuruh mereka berangkat terlebih dahulu dan berencana akan menyusul mereka dengan kapal lain beberapa hari kemudian.  Anna Spafford pergi dengan didampingi Emma Lorriaux (guru pengasuh anak-anak dari Perancis), beberapa teman dan majelis.
Pada tanggal 22 November 1873 Kapal Ville du Havre ditabrak Kapal Lockhearn dari Inggris. Kapal Ville du Havre, dengan Anna Spafford dan putri-putrinya yang berada dalam kapal, tenggelam dalam waktu dua belas menit di tengah Samudra Atlantik. Hanya 81 dari 307 penumpang dan awak pesawat selamat dalam tragedi kapal karam ini.
Meskipun Kapal Lockhearn juga berada dalam bahaya tenggelam, Anna Spafford yang pingsan diselamatkan dari antara puing-puing yang mengambang oleh salah seorang awak Kapal Lockhearn. Sebuah kapal kargo Amerika, Trimountain, tiba pada waktunya untuk menyelamatkan korban yang selamat dari Ville du Havre dan Lockhearn tersebut. Anna Spafford dibawa ke Cardiff, Wales, di sana dia mengirim telegram kepada Horatio. Telegram Anna singkat dan memilukan, "Selamat sendirian. Apa yang harus saya lakukan ...." ke-empat putri mereka telah tenggelam.
Segera setelah dia menerima telegram Anna, Horatio meninggalkan Chicago untuk membawa pulang istrinya. Saat berlayar di Samudera Atlantik, kapten kapal memanggil Horatio ke ruang kendali kapal. Ia berkata kepada Horatio "Sebuah perhitungan cermat telah dibuat dan saya yakin sekarang kita sedang melewati tempat di mana Ville du Havre kandas. Kedalaman air adalah tiga mil. Malam itu Horatio G. Spafford sendirian di kabinnya menulis lirik untuk himne terkenal, "It Is Well With My Soul." Iman Horatio kepada  Tuhan tidak pernah goyah. Dia kemudian menulis surat kepada saudara Anna, "Pada Kamis lalu kami melewati tempat di mana kapal itu tenggelam di tengah laut sedalam tiga mil. Tapi saya tidak berpikir orang-orang terkasih kami ada di sana. Mereka telah terbungkus dengan aman bagai domba kesayangan "


...bersambung...
(Diterjemahkan dari artikel dalam voices.yahoo.com)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435