Kamis Oktober 30 , 2014

Kunci Hidup Berkemenangan

 

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 14 Juli 2012

Kita akan belajar tentang kunci hidup berkemenangan namun sebelumnya kita harus tahu mengapa kita harus hidup berkemenangan? Karena sorga hanyalah milik orang-orang yang menang. “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu” Why. 21:7. Oleh sebab itulah hidup berkemenangan itu adalah suatu keharusan. Bagaimana kita dapat hidup berkemenangan? Kita akan belajar hal itu dari kisah yang tercatat di dalam Kel. 17:8-16.

Di sini ada tiga kunci hidup berkemenangan :

1. Mengenali “siapa” musuh kita
Dalam cerita ini, musuh orang Israel adalah orang Amalek. Amalek adalah anak Elifas dan Elifas adalah anak Esau (Kej. 36). Jadi Amalek adalah cucu Esau, anak Yakub yang telah kehilangan hak kesulungannya karena memiliki nafsu yang rendah (Ibr. 12:16 ). Jadi Amalek mewarisi kedagingan Esau. Dengan kata lain, Amalek adalah lambang dari DAGING kita. Inilah musuh utama umat Tuhan (Bil. 24:20) dan ini adalah peperangan seumur hidup! Daging inilah yang sering dipakai oleh Iblis untuk menyerang dan menjatuhkan kita. Terkadang hati kita mau setia, mau sungguh-sungguh hidup kudus, tetapi daging lemah dan membawa kita dalam dosa. Sebab itu
Tuhan sangat benci kepada Amalek dan Amalek akan dihapuskan dari muka bumi. Satu hal lagi yang perlu kita mengerti, bahwa daging itu menyerang kita saat kita lemah, letih dan lesu (Ul. 25:17, 18). Oleh sebab itu untuk melawan daging, hal pertama yang perlu kita lakukan ialah WASPADA/BERJAGA-JAGA!

2. Doa - Mzm. 141:2
Walaupun kedengarannya klise namun kita melihat bahwa kemenangan orang Israel ditentukan oleh doa. Ada yang luar biasa di dalam doa sehingga memberikan kemenangan dalam peperangan. Sebab itu kalau mau menang dalam pergumulan melawan dosa, kita harus berdoa.
Dalam doanya Musa ditopang oleh dua orang yaitu Harun (kakak Musa) dan Hur (kakak ipar Musa, suami Miriam). Ada tiga hal yang bisa kita simpulkan di sini:

a. Doa generasi “tua” (Mzm. 92:15-16)
Generasi tua mempunyai tanggung jawab untuk mendoakan generasi muda. Kehidupan doa generasi tua juga ikut menentukan maju mundurnya pekerjaan Tuhan. Sebab itu jangan berhenti berdoa!

b. Doa sepakat Hamba-hamba Tuhan
Hamba-hamba Tuhan mempunyai tanggung jawab untuk mendoakan jemaat sebab itu ayo para hamba Tuhan, sepakat berdoa! Dua tiga orang berdoa dengan sepakat, Bapa di surga mengabulkan

c. Persekutuan doa bersama
Kehidupan rohani anak Tuhan tidak bisa lepas dari persekutuan dengan sesama anak-anak Tuhan. Kita perlu bersekutu satu dengan yang lain agar kita tetap kuat. Sebab itu jangan menjauhkan diri dari ibadah (Ibr. 10:25). Ketika kita menjauhkan diri maka kita akan mudah dimangsa oleh si Iblis! Sebaliknya walaupun kita lemah tetapi kalau kita mau bersekutu di dalam doa kita akan menjadi kuat.

3. Berjuang
Untuk menang ternyata tidak cukup hanya berdoa, tetapi kita juga harus berjuang, artinya berperang. Banyak orang ingin lepas dari ikatan, tetapi tidak mau berusaha, tidak mau bertekad untuk lepas sebab itu sia-sia. Dalam perjuangan melawan musuh ini ada dua hal yang perlu kita ketahui.
a.Jangan “mengasihani” musuh. Mengapa orang tidak bisa terlepas dari ikatan? Karena ia masih mengasihi musuhnya atau kelemahannya. Padahal iblis, musuh kita, hanya datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh. 10:10). Jadi sebenarnya dia bukannya tidak “bisa” terlepas tetapi tidak “mau” terlepas. Saul ditolak sebagai raja oleh Tuhan karena ia mengasihani Agag, raja orang Amalek (1Sam. 15).

b. Rahasia kedua dalam melawan Iblis yaitu memakai pedang Firman Tuhan. Yosua mengalahkan musuhnya dengan mata pedang (Kel. 17:13) dan itu berbicara tentang pedang Firman Tuhan. Yesus saat dicobai iblis, memakai Firman Tuhan (Mat. 4). Kalau Yesus sendiri demikian menghormati Firman Tuhan, maka kita juga harus memakai Firman Tuhan untuk melawan Iblis. Sebab Tuhan sangat meninggikan FirmanNya (Mzm. 138:2)

Jadi apa kunci hidup berkemenangan? Kuncinya ialah Berjaga-jaga, Berdoa dan Memakai Firman Tuhan Pakailah kunci ini, niscaya anda akan hidup dalam kemenangan (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com