Kamis Oktober 23 , 2014

Komitmen Untuk beribadah Kepada Tuhan

 

Pdm. Jemry J. Pottu - Denpasar
Sabtu, 16 Juni 2012

Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Yosua 24:14-15

Yosua berkata kepada bangsa Israel untuk takut kepada Tuhan dan beribadah kepadaNya dengan tulus. Yosua berketetapan untuk beribadah kepada Tuhan walaupun bangsanya memilih untuk beribadah kepada yang lain. Sama seperti Yosua, sebagai anak-anak Tuhan ada banyak hal yang dihadapkan kepada kita, yaitu pilihan untuk tetap beribadah kepada Tuhan atau tidak.

Sebagai anak-anak Tuhan kita mau belajar untuk :

1. Kita harus memiliki komitmen kepada Tuhan

Yosua berketetapan untuk beribadah kepada Tuhan. Seperti Yosua, kita pun tidak hanya sekedar beribadah, tetapi kita harus memiliki komitmen untuk beribadah kepada Tuhan. Hubungan tanpa komitmen lambat laun akan hancur. JIka kita memiliki komitmen, maka kita akan tetap beribadah kepada Tuhan sekalipun ada masalah atau pergumulan yang melanda hidup kita.

2. Memiliki hati yang siap jika jawaban Tuhan tidak seperti yang kita harapkan

Kaleb mendapatkan janji Tuhan melalui Musa bahwa ia akan menerima tanah Hebron. Kaleb menerima janji itu saat berusia 40 tahun, namun ia harus menunggu selama 45 tahun dan baru menerima tanah yang Tuhan janjikan ketika ia berusia 85 tahun (Yos. 14:6-10). Seringkali jawaban Tuhan tidak seperti yang kita harapkan, ada saatnya Tuhan tidak menjawab iya melainkan tidak atau tunggu. Kita harus memiliki hati yang siap saat jawaban Tuhan tidak seperti yang kita harapkan, sama seperti Kaleb yang tetap menunggu sampai janji Tuhan dinyatakan. Jika Tuhan menjawab tidak atau tunggu pasti ada maksud dan rencana indah yang sedang Tuhan kerjakan bagi kita, karena itu kita mau memiliki hati yang siap menerima jawaban Tuhan.

3. Tidak pernah menyerah saat iman kita diuji

Sering kali kita dihadapkan pada keadaan ‘seolah-olah’ Tuhan tidak mendengar doa kita. Seperti yang dialami oleh wanita Kanaan yang anaknya kerasukan setan, ia datang kepada Yesus untuk meminta pertolongan namun Tuhan tidak langsung menjawabnya (Mat. 15:28). Proses pertama yang harus dialaminya adalah Tuhan tidak menjawab. Namun sungguh besar iman ibu ini, ia tidak pernah menyerah sekalipun imannya diuji. Ia ditolak tapi ia terus datang kepada Tuhan dan pada akhirnya ia menerima mujizat itu, Tuhan menyembuhkan anaknya.  Kita pun mau belajar seperti wanita Kanaan ini, ketika kita diuji kita mau tetap berharap pada Tuhan dan tidak pernah menyerah dengan keadaan. Sebab dari proses itulah kita akan melihat mujizat Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.
Proses kedua yang wanita ini alami adalah saat murid-murid Yesus menghalanginya. Seringkali tantangan justru datang dari dalam, dari suami atau istri kita sendiri, dari orang-orang terdekat kita namun kita mau menangkap hal itu sebagai proses ujian iman.
Proses ketiga yang dialami wanita ini adalah saat ia tertolak dan mengalami hal-hal yang menyakitkan. Namun kita mau belajar seperti wanita Kanaan ini, yang walaupun mengalami banyak hal yang menyakitkan, ia tidak pernah menyerah, ia tetap datang kepada Tuhan sehingga pada akhirnya ia pun menerima mujizat Tuhan. Walau banyak masalah dan persoalan yang kita hadapi kita mau tetap datang kepada Tuhan, kita mau tetap berharap kepadaNya sebab pada akhirnya kita pasti akan menerima pertolongan dan mujizat Tuhan.

Saat iman kita diuji, karakter kita pun dibentuk oleh Tuhan menjadi lebih baik. Iman dan karakter kita harus sejalan. Kita harus menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki iman dan karakter yang baik sehingga hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. (ME)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com