Rabu Juli 30 , 2014

Dalam Tuhan Ada Masa Depan

Ibu Pdt. Lydia Rahardjo
Minggu, 13 November 2011    

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. Amsal 23:18
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11

Bagi orang tidak percaya keadaan dunia saat ini sangat membingungkan. Tetapi puji Tuhan, bagi kita orang percaya masa depan kita ada di tangan Tuhan. Tuhan menjamin setiap masa depan kita dan rencanaNya tidak pernah gagal dalam kehidupan kita.

Prinsip penting yang harus kita miliki:
1. Tidak boleh menyerah dengan keadaan.
Keadaan yang kita alami dengan orang tidak percaya sama. Kita juga bisa mengalami krisis, goncangan, tetapi bedanya, orang percaya harus punya prinsip tidak boleh menyerah dengan keadaan di sekitarnya.
Yusuf, seorang anak muda yang punya cita-cita dan pengharapan. Ia mendapat mimpi dari Tuhan, bagaimana 11 berkas gandum sujud kepada berkas gandumnya. Ini merupakan satu visi bahwa Tuhan akan mengangkat hidupnya, ia akan menjadi pemimpin. Saudara-saudaranya marah terlebih karena Yusuf sangat dimanja dan diistimewakan oleh orang tuanya. Mereka iri kepada Yusuf dan membuat suatu rencana jahat.  
Saat Yusuf pergi mencari saudara-saudaranya, mereka menangkapnya dan memasukkannya ke dalam sumur. Setelah itu ia diangkat dan dijual ke pedagang Mesir kemudian dijual lagi kepada Potifar sebagai budak. Dari anak yang diistimewakan, dalam sehari berubah menjadi budak. Di rumah Potifar, ia mengalami hal yang pahit, ia difitnah karena tidak mau berbuat dosa sehingga dimasukkan ke dalam penjara.    
Yusuf yang disertai Tuhan tidak menyerah dalam situasi apapun. Ia mampu mengubah frustasi menjadi prestasi. Di rumah Potifar, ia dipercaya mengelola harta Potifar, di penjara pun ia mendapat kasih dari kepala penjara untuk menolong mengerjakan tugas-tugas. Yusuf diberkati, Tuhan mampu mengubah segala keadaan buruk menjadi berkat.  
Yusuf tidak dendam kepada orang yang berbuat jahat kepadanya (Kej. 50:20). Yusuf tahu rencana Tuhan dan bahwa Tuhan menjamin masa depannya. Niat jahat orang merupakan jalan Tuhan untuk mengangkat kehidupan kita. Orang yang direndahkan manusia akan diangkat oleh Tuhan. Jangan menyimpan kepahitan supaya kita dapat menikmati berkat Tuhan.
Akhirnya Yusuf menjadi penguasa di Mesir. Hal yang mustahil orang Ibrani bisa menjadi penguasa di Mesir tetapi tidak ada yang mustahil bagi Allah. Demikian dengan Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego. Mereka orang asing tetapi bisa memerintah di Babel. Bahkan Daniel tetap eksis meskipun raja berganti raja di Babel.
Ada rencana Tuhan dalam setiap apa yang kita alami. Mungkin kita dipanggil untuk menyelamatkan keluarga kita karena firman berkata 1 orang diselamatkan, seluruh anggota keluarga akan diselamatkan. Jika saat ini belum terjadi, jangan menyerah, tetap berdoa, dan percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkan seluruh anggota keluarga kita. Tuhan menjamin kemenangan kita. Tuhan sudah mengalahkan kuasa maut, iblis sudah ada di bawah kakiNya. Mungkin kita belum melihat yang baik tapi kita harus tetap yakin.  Seperti Yusuf yang perlu 13 tahun untuk mengalami proses dari Tuhan tetapi ia tetap tidak menyerah, ia percaya Tuhan pasti menggenapi janjiNya.  
2. Berdoa
Yabes dilahirkan ibunya dalam sengsara kesakitan melebihi wanita lain (1Taw. 4:9-10). Dia seolah-olah dilahirkan dengan tidak beruntung dan menyusahkan. Tetapi Yabes merendahkan diri dan berdoa kepada Allah. Doa dapat mengubah segala sesuatu, Tuhan dapat mengubah segala yang buruk menjadi baik.  
Tetaplah berdoa, berserah dan percaya Tuhan yang kita sembah adalah hidup dan mendengar setiap doa-doa kita (Yak. 5:16). Dia dapat melakukan hal yang indah dalam hidup kita asal kita mau datang padaNya dan menyerahkan seluruh kehidupan kita. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita - Efe. 3:20.
3. Tetap percaya pada Fiman
Luk. 5:1-6 menuliskan tentang Petrus yang sudah berusaha dengan segala macam cara lewat pengetahuan dan pengalamannya sebagai nelayan, tetapi gagal. Ia tidak berhasil, tidak mendapat apa-apa. Tetapi saat Yesus berkata tebarkan jalamu, Petrus menjawab walaupun sudah gagal, tapi tetap percaya firman Tuhan. Apa kata Firman Tuhan pasti jadi.  
Mungkin kita kurang membaca dan merenungkan Firman. Mari kembali membaca dan merenungkan karena Fiman Tuhan itu jawaban atas setiap kehidupan kita. Firman itu memberi jalan dan kekuatan kepada kita untuk tidak menyerah dan sungguh berharap kepada Tuhan. Firman Tuhan berkata diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan. Mungkin kita sudah gagal mengandalkan orang lain, kekayaan, pendidikan, tapi mari andalkan Firman Tuhan. Firman itu menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Inilah Firman Tuhan yang kita imani, kita percayai.
Situasi dan kondisi tubuh Abraham melemahkan (Rom. 4:18-21) dan bagi manusia tidak ada harapan. Tetapi iman Abraham tidak lemah. Ia percaya Allah berkuasa menggenapi firmanNya.  

Walaupun tidak ada dasar untuk berharap tapi mari terus berharap. Jangan menyerah kepada keadaan, berdoa dan tetap percaya Firman Tuhan ya dan amin. Tuhan akan menggenapi setiap firmanNya dalam kehidupan kita. Biarlah prinsip ini ada dalam hidup kita sebagai orang percaya kalau kita mau melihat masa depan yang harapan. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com