Jumat Juli 25 , 2014

Keluarga Yang Bahagia

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 23 Oktober 2011

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kejadian 2:18

Keluarga adalah lembaga yang pertama-tama diciptakan oleh Allah dan tujuan Allah menciptakan keluarga adalah untuk memberi kebahagiaan kepada manusia, sebab itu keluarga anak Tuhan seharusnya berbahagia. Namun pada kenyataannya tidak semua keluarga orang Kristen berbahagia, mengapa?

Sebelum kita melihat lebih jauh, kita perlu meluruskan konsep kebahagiaan ini. Firman Tuhan berkata bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak ditentukan oleh materi. Banyak orang masuk dalam rumah tangga dengan konsep yang salah. Mereka mengejar materi karena berpikir bahwa materi bisa membahagiakan keluarga, itu salah besar. Materi memang menunjang tetapi tidak menentukan, bahkan seringkali jika kita tidak bisa menangani, materi malah akan merusak. Jadi yang terpenting dalam rumah tangga adalah kasih dan damai sejahtera (Baca Ams.15:17; 17:1)
Kebahagiaan keluarga harus bisa dirasakan kedua belah pihak, suami dan istri, bahkan anak-anak juga harus dapat merasakan kebahagiaan barulah dikatakan bahwa sebuah rumah tangga adalah rumah tangga yang berbahagia.

Kunci mencapai rumah tangga yang berbahagia:
1. Kebahagiaan adalah Hasil Perjuangan
Rumah tangga yang bahagia bagaikan pintu yang sesak, perlu perjuangan untuk mencapainya (Luk.13:24). Kebahagiaan rumah tangga itu tidak otomatis, bukan juga sebuah hadiah, melainkan sebuah perjuangan, suatu usaha! Dan perjuangan ini harus dilakukan kedua belah pihak (mutual effort). Sebab itu suami istri perlu memiliki visi yang sama (2Kor. 6:14). Tidak cukup hanya satu iman tetapi harus satu visi, satu tujuan (Fil. 2:2). Jadi kata kunci untuk point ini ialah: SEPAKAT.

2. Kebahagiaan adalah Hasil Pertumbuhan

Membaca Ams. 24:3, 4 kita melihat bahwa rumah tangga itu harus bertumbuh. Rumah tangga adalah suatu “organisme,” sesuatu yang hidup. Dan sesuatu yang hidup itu cirinya ada pertumbuhan. Rumah tangga yang berbahagia adalah hasil suatu pertumbuhan dan keluarga itu akan bertumbuh bila suami dan istri masing-masing juga bertumbuh secara rohani. Alkitab berkata bahwa kunci dari pertumbuhan rohani ialah ketaatan (Mat. 7:24). Tanpa ketaatan kepada kebenaran Firman Tuhan tidak mungkin seseorang akan bertumbuh secara rohani. Oleh sebab itu kata kunci ialah KETAATAN.

3. Kebahagiaan adalah Karunia/Anugerah Tuhan

Mzm. 127:1, 2 berkata bahwa tanpa anugerah Tuhan segala usaha manusia akan sia-sia. Kita boleh berusaha semampu kita tetapi tanpa anugrah Tuhan, semuanya tidak ada artinya. Sebab itu bila saat ini anda memiliki keluarga yang berbahagia, syukuri itu. Jangan anggap hal itu sudah semestinya (“don’t take it for granted”). Bukan, semua itu bukan karena kebaikan kita namun hanya karena Tuhan. Sebab itu kita harus pelihara itu. Dengan cara bagaimana kita memelihara? Dengan doa. Lewat doa kita akan menerima rahmat anugerah Tuhan (Ibr. 4:16), oleh sebab itu kata kunci dari point ini ialah DOA.

Jadi keluarga yang berbahagia adalah hasil dari SEPAKAT – TAAT – DOA. Lakukan, maka anda akan menikmati keluarga yang berbahagia! (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com