Selasa September 30 , 2014

"Anugerah" Putus Asa

Ibu. Rev. Betsy Caram - USA
Minggu sore, 9 September 2011

Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. Yeremia 29:12-13

Putus asa dari sudut Tuhan adalah anugerah/kasih karunia. Ini merupakan salah satu cara Tuhan untuk mendekatkan kita kepadaNya. Perasaan putus asa seperti tertekan, gundah, terkadang membuat kita merasa penuh kepahitan dan tanpa pengharapan. Tapi putus asa digunakan Tuhan untuk mendekatkan kita kepadaNya, membuat kita sungguh-sungguh rindu untuk mendekat denganTuhan. Ada banyak hal tersembunyi yang dapat kita pelajari dari keputusasaan.

Contoh orang yang mengalami putus asa dalam Alkitab:
1. Luk. 18:4-5 bercerita tentang seorang janda yang ingin tanahnya kembali. Ia memohon kepada hakim tetapi ditolak. Janda ini putus asa, ia memohon siang dan malam kepada hakim. Hakim yang merasa janda ini menyusahkan akhirnya mengabulkan permohonannya.
Sepertinya inilah yang harus menjadi sikap kita saat meminta jawaban Tuhan. Pergumulan kita, proses yang kita alami saat menanti jawaban Tuhan hingga kita menerima jawaban itu membangun iman. Tuhan adalah Tuhan yang menjawab doa.
2. 2 Raj. 4:27, kisah seorang wanita yang dinubuatkan Elisa bahwa ia akan memiliki seorang anak. Tiba-tiba, anak hasil doa itu meninggal. Respon wanita ini tidak histeris, menyiapkan penguburan, bahkan tidak memberitahukan suaminya perihal anaknya yang sudah mati melainkan pergi kepada Elisa. Ia yakin Tuhan akan membangkitkan anaknya melalui Elisa. Dan anaknya memang bangkit. Inilah kisah kuasa doa seorang ibu yang putus asa dan memohon Tuhan menjawab doanya.
3. Mrk. 7:25-30 tentang wanita Siro Fenesia yang tersungkur memohon kepada Yesus supaya menolong anaknya yang dirasuk setan. Yesus menjawab ibu ini dengan sangat kasar (ay. 27). Bukankah Yesus lemah lembut? Anak-anak yang dimaksud di sini adalah orang Yahudi. Bagi mereka, orang di luar bangsanya adalah orang kafir. Yesus berkata kasar karena mau menguji hati wanita itu. Tuhan menguji supaya iman wanita ini tumbuh dan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Wanita ini pasti terluka dan putus asa. Dia sadar bahwa dia butuh belas kasihan Yesus. Ia tidak mau meninggalkan Yesus sampai mendapat jawaban. Dia tidak memiliki damai melihat anaknya dirasuk setan, bahkan hatinya terluka. Perlakuan Yesus membuatnya lebih terluka. Tapi keadaan ini membuatnya sadar akan kebutuhan sesungguhnya. Dia tahu belas kasihan Yesus harus dibayar dengan mahal, dipermalukan di depan orang banyak. Dia tidak perduli dan tidak berhenti memohon kepada Yesus. Yesus sedang melatih iman wanita ini dan sedang menunjukkan kepada murid-muridNya bahwa Ia mau menolong orang kafir. Iman selalu mendapat perkenanan Tuhan dan karena iman anaknya tertolong, dipulihkan dengan sempurna.
Inilah yang Tuhan lakukan pada saat kita putus asa dan Tuhan mau kita lulus ujian. Secara normal, kita tidak mau mengalami putus asa. Daging kita tidak enak, hati terasa remuk dan sepertinya Tuhan diam. Tetapi Tuhan mau kita justru berseru kepadaNya, tekun berdoa dan mencariNya dengan segenap hati. Putus asa merupakan proses yang harus kita lalui supaya menjadi kuat. Saat putus asa, kita tidak perlu mengasihani diri sendiri tetapi merupakan kesempatan kita untuk belajar hal-hal yang lebih bernilai, lebih berharga, belajar memahami kuasaNya dan mengenal kasihNya lebih dalam. Tuhan memberi putus asa supaya pada akhirnya kita bisa bertemu Tuhan.
4. Mat. 9:20 kisah wanita yang pendarahan 12 tahun. Dia sudah menghabiskan seluruh hartanya tetapi tidak sembuh. Dia hanya ingin menjamah ujung jumbai Yesus dari belakang. Kondisinya membuatnya malu dan takut bertemu dengan Yesus apalagi jika orang banyak mengetahui, ia pasti diusir karena menurut adat orang Yahudi keadaannya dianggap najis. Dia putus asa meminta kesembuhan. Saat Yesus bertanya siapa yang menjamah ujung jubahNya, wanita ini dengan jujur mengaku meskipun dengan ketakutan. Yesus memanggilnya untuk menjawab kebutuhan terbesarnya. Dia bukan hanya sembuh dari sakit tetapi ada damai di hatinya. Orang yang sembuh dari sakit pasti sudah puas tetapi Tuhan rindu mengerjakan lebih dari itu. Yesus menyebutnya “anakKu” sebuah cerminan kelemah-lembutan. 12 tahun wanita ini merasa tertolak, tidak layak, tetapi karena keadaan putus asanya, dia sembuh total dan jiwanya dipulihkan. Yesus di hadapan orang banyak sengaja merayakan kemenangan iman wanita ini, iman yang berani menjangkau Yesus. Dia bukan saja menerima kesembuhan fisik tetapi secara total, tubuh, jiwa, roh mendapat damai dan sukacita. Mari rindukan perkenanan Tuhan. Cari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan jangkau Dia. Tuhan mau mencurahkan kasih karuniaNya kepada kita.  
5. Dan. 2 tentang mimpi Nebukadnezar yang dilupakannya. Dia menjadi gelisah lalu memanggil semua orang pandai, ahli nujum, ahli sihir untuk memberitahukan apa mimpinya dan menafsirkannya. Jika tidak dapat, mereka semua akan dibunuh. Semua orang pasti putus asa dan berdoa. Daniel juga berdoa dan Tuhan menyingkapkan mimpi raja serta mengartikannya. Akhirnya raja mengaku tidak ada Allah di Israel selain Allah yang disembah Daniel dan Daniel diangkat menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel. Tuhan membuat situasi putus asa untuk mengangkat hamba-hambaNya.
6. Yakub yang dalam perjalanan pulang setelah 20 tahun berada di tempat Laban yang menipunya, mendengar bahwa Esau mendatanginya dengan 400 pasukan. Yakub takut dan putus asa. Dia memohon kepada Tuhan dan bergumul semalaman dengan malaikat Tuhan. Ia tidak mau melepaskan malaikat sebelum diberkati. Tuhan memiliki rencana dalam segala situasi yang kita hadapi yaitu supaya kita datang kepadaNya dan menjangkau Dia. Jika kita melakukannya, kita akan diberkati dan Dia akan menjawab semua kebutuhan kita.

Apakah saat ini kita mengalami putus asa? Mari menghadap Tuhan, carilah Tuhan dan berserulah kepadaNya dengan segenap hati dan tanpa ragu. Tuhan akan menjawab semua kebutuhan kita dan ada mujizat pemulihan di dalam Tuhan. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com