Selasa Agustus 21 , 2018

Saya Hidup Dalam Mujizat Tuhan - Kesaksian Pdt. Andrew Jae, Taiwan

12 Oktober 2008, pagi itu saya berkhotbah dan sorenya melaksanakan peresmian peletakan batu pertama pembangunan gereja. Dokter sudah mengatakan saya menderita kanker usus stadium akhir dan anemia akut. Mereka takut saya pingsan karena orang kurang darah 500 cc sudah limbung, saya kurang 2000 cc. Tetapi sepanjang hari saya tetap kuat dan sehat. Dokter berkata kanker saya tidak dapat dioperasi karena sudah menjalar tetapi setelah diteliti belum sampai ke liver meskipun sudah menjalar ke limpa dan diambil keputusan untuk dioperasi.     
23 Oktober 2008 saya dioperasi dan semuanya berjalan lancar. Hal yang ajaib terjadi, mulai dari hari pertama operasi hingga hari ke 8, pelayanan saya tidak pernah berhenti. Hari minggu memang saya tidak bisa naik mimbar karena selang di mana-mana, tetapi ada sekitar 50 orang yang datang menjenguk saya. Sore itu saya berkhotbah 3 1/2 jam seperti tidak sedang dalam perawatan operasi dan semua orang mendapat berkat.
Dokter berkata saya masih harus menjalani kemoterapi yang sangat menyiksa, rambut bisa rontok, mulut hancur dan muntah. Tetapi saya katakan, semua itu tidak akan terjadi kepada saya, saya hanya percaya perkataan Yesus, tidak ada satu pun rambut yang jatuh tanpa seijin Tuhan. Dan benar, rambut saya tidak ada yang rontok bahkan bertambah lebat, yang putih menjadi hitam. Mulut saya tidak hancur dan tidak muntah karena mulut saya adalah untuk berkhotbah. Waktu kemoterapi pun saya tidak berhenti bekerja. Dokter menanam selang dalam tubuh dan obat kemo dimasukkan dalam botol yang ditempelkan pada tubuh dan disalurkan melalui selang tersebut. Saya tetap mengajar di sekolah Alkitab, mempersiapkan khotbah, berkhotbah, menyetir mobil seperti biasa selama menjalani kemoterapi. Anemia saya sudah normal meskipun hanya ditransfusi 500 cc. Begitulah saya menjalani hari dengan kanker usus.
15 Januari 2010, saya pergi ke China selama belasan hari berkeliling untuk mengadakan KKR. Pulangnya saya ke rumah sakit ternyata divonis kanker liver. Bagian atas besar, bagian bawah ada beberapa kecil-kecil. Kata dokter harus dipotong 2/3 bagian dan yang bawah kemoterapi saja karena usia saya yang sudah 75 tahun sangat berbahaya. Saya tahu, saya tidak mungkin dipanggil Tuhan begitu saja. Memang saya ingin ke surga yang mulia, hal itu begitu baik tetapi hidup saya untuk memberitakan Injil supaya orang lain diselamatkan. Saya merasa damai sejahtera dan menyuruh dokter untuk mengoperasi.   
Saat operasi, bagian atas memang kanker tetapi bagian bawah bukan dan liver saya hanya dipotong 1/6 bagian saja. Setelah itu saya diharuskan tinggal 10 hari di rumah sakit karena lukanya sangat panjang dan saya memang menderita diabetes selama 32 tahun. Dengan riwayat diabetes, 10 hari itu pun sudah untung kalau lukanya bisa sembuh. Saya tidak mau terlalu lama karena pekerjaan saya sangat banyak. Pada hari ke-6 ketika dokter memeriksa, luka operasi yang begitu besar itu sudah sembuh dan saya diijinkan pulang bahkan dokter tidak memberi saya obat apa pun untuk dibawa pulang. Begitulah saya sehat sampai saat ini dan bisa terus melayani Tuhan, terpujilah Tuhan. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com