Jumat April 25 , 2014

Rancangan Tuhan Bagi Orang Yang Berkenan KepadaNya

Ibu Pdt. Priskila Sukirjan - Kasembon
Minggu, 21 Agustus 2011

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. Mazmur 37:23-26

Kita berada di rumah Tuhan bukan kebetulan, tetapi karena rancangan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan bagi kita. Suatu rancangan yang ditetapkan oleh Raja tidak bisa dihapus begitu saja. Kita adalah anak-anak Raja, Tuhan menetapkan langkah-langkah kita untuk tinggal dalam rencanaNya.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu, Yoh. 15:16. Tuhan yang memilih kita semua dan dipakai untuk suatu langkah yang Tuhan sudah tetapkan bagi kita. Apa yang ditetapkanNya? Yaitu langkah-langkah orang yang berkenan kepadaNya. Jika kita hidup berkenan kepadaNya, maka rancangan/ketetapan Tuhan makin nyata dalam hidup dan perjalanan kita, seperti matahari mulai rembang tengah hari sampai menjadi terang yang sempurna. Allah merancang berkat untuk orang yang berkenan kepadaNya saat orang itu tidur (Mzm. 127:2). Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia peduli dan mau menuntun setiap langkah-langkah kita.  
Mengapa orang yang berkenan kepadaNya bisa jatuh? Penyebab kejatuhan yang utama adalah kesombongan. Ketika kita merasa bisa, kita akan jatuh, dan seringkali Tuhan membawa kita untuk menyadarkan siapa kita yang tak lain hanya debu tanah. Kejatuhan sering terjadi bukan pada waktu kita susah dan sulit, justru pada waktu kita dalam kondisi prima. Perjalanan yang nyaman dapat menjadikan seseorang jatuh. Musa seorang pemimpin yang hebat, tetapi saat Tuhan berkata bahwa Ia tidak menyertai Musa tidak mau berjalan karena ia sadar hanya Tuhan yang dapat membela. Sehebat apapun, seberkenan apapun, tanpa penyertaan Tuhan, tanpa merendahkan diri di hadapan Tuhan kita tidak bisa apa-apa. Kita harus berkata seperti Yak. 4:15 berkata, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."    
Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Dia punya segala cara untuk menjaga orang yang berkenan agar tidak terjatuh. Ketika kita hanya mengandalkan Dia dan percaya kepadaNya, maka apabila kita jatuh tidak sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangan kita. Cara Tuhan menopang kita tidak seperti pemikiran kita, tetapi itulah cara Tuhan supaya kita tidak tergeletak dan kehilangan kesempatan menjadi orang yang ditetapkan untuk terus berkenan kepadaNya. Hanya Firman Tuhan yang bisa menopang kita. Tuhan ingin kita bergantung kepadanya, bukan karena kemampuan kita, sehingga orang lain bisa melihat bukti bahwa Tuhan yang menopang kita.  
Ketika orang yang jatuh kembali kepada Firman Allah, maka Tuhan tidak akan meninggalkannya. Dia menuntun kita kembali kepada kebenaranNya dan memberikan kesempatan bagi kita untuk tinggal di dalam belas kasihanNya. Daud dan Petrus adalah contoh orang yang mendapat belas kasihan Tuhan. Sebenarnya kesalahan Petrus fatal. dia menyangkal Yesus, tetapi dia mau merendahkan dirinya. Yudas juga menyesal tetapi dalam kejatuhannya dia tidak mau merendahkan diri malah membunuh diri. Jika kita berbuat salah, Tuhan tidak mau kita tetap berkutat dalam kesalahan, tetapi mau kita berubah sehingga pengalaman itu dapat memberkati banyak orang. Pengalaman kita dapat menjadi berkat ketika kita menaruh belas kasihan dengan menolong orang lain supaya tidak melakukan kesalahan yang sama.  
Kita harus bergantung setiap hari kepada Firman Tuhan karena Firman itulah yang menerangi kita, menunjukkan posisi dan keadaan kita di jalan yang gelap dalam dunia ini (Mzm. 119:105). Kita tidak mengerti apa yang akan terjadi dalam hidup ini tetapi Firman Allah yang menjadi kekuatan kita dan kita percaya bahwa setiap hari Tuhan yang menjadi JuruSelamat. Mungkin iblis ingin menyiasati kita, namun kita harus mengerti bahwa jalan kita bukan jalan yang enak melainkan jalan salib yang penuh onak duri, kerikil. Tetapi ketika Firman itu menjadi pelita yang dekat dengan kaki, maka akan jelas menuntun setiap langkah kita sehingga kita tidak jatuh. Kita harus percaya bahwa Tuhan adalah pembela agung yang setia yang tidak akan membiarkan kita tergeletak. Ketika Tuhan menolong dan menyelamatkan kita, pembelaanNya sangat luar biasa.  
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya 1Pet. 5:6. Penting bagi kita untuk selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan, jangan menunggu sampai kita jatuh.  Jangan berhenti merendahkan diri di kaki Tuhan supaya anak cucu kita menjadi berkat. Serahkan seluruh kehidupan kita hanya untuk Yesus supaya iblis tidak mempunyai kesempatan sekecil apa pun untuk menjatuhkan kita.  
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib - 1Pet. 2:9 (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com