Minggu April 20 , 2014

Pelanduk

Pdt. Daniel Rahardjo - Beji

Sabtu, 12 Februari 2011

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Lukas 10:21-22


Yesus bergembira dalam Roh Kudus sebab ada pernyataan Allah yang disampaikan pada orang-orang kecil. Beberapa pernyataan Allah yang disampaikan adalah:
1. Kuasa Allah mematahkan kuasa iblis
2. Pengenalan akan Bapa, ada pewahyuan tentang siapa Bapa
3. Orang-orang kecil memiliki pengenalan tentang Anak

Roh Kudus yang akan memberitahukan kepada kita tentang pemberitaan salib yang dianggap bodoh oleh dunia (1Kor. 1:18-21). Orang kecil adalah orang percaya yang dianggap bodoh oleh dunia karena salib. Namun justru karena saliblah kita diselamatkan. Walaupun kita kecil, namun kalau ada Yesus dalam hidup kita, kita akan menjadi orang yang berhikmat sebab Yesus adalah sumber hikmat.
Dalam Ams. 30:24-28 ada 4 binatang yang walaupun kecil namun Tuhan memakainya sebagai contoh, sebab walaupun kecil, 4 binatang ini berhikmat:
1. Semut: rajin memikirkan masa depan. Semut adalah binatang yang rajin, ia selalu memikirkan yang di depan. Mereka bekerja keras mengumpulkan makanan sehingga pada musim dingin mereka tidak kekurangan makanan. Kita juga sebagai orang percaya harus giat mengumpulkan makanan kita yaitu Firman Allah.
2. Pelanduk: binatang yang sangat lemah, tidak mempunyai senjata untuk menyerang. Pelanduk tahu kelemahannya dan ia berlindung di bukit batu
3. Belalang: kesatuan, harmoni, tetap teratur walau tidak ada pemimpin. Kita sebagai orang percaya harus memiliki kesatuan dan tetap teratur menjalankan ibadah walau tidak diawasi.
4. Cicak: fleksibel. Kita harus menjadi orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan, tidak memilih-milih dengan suku mana atau golongan mana kita bergaul.

Binatang pelanduk adalah kelinci atau lebih dikenal dengan kelinci gunung merupakan binatang yang:
* Sangat lemah, tidak mempunyai senjata untuk menyerang. Pelanduk tidak memiliki tanduk maupun kuku yang tajam
* Cekatan berlindung di bukit batu (Mzm. 104:18, bukit batu adalah lambang dari Tuhan Yesus). Dalam menghadapi masalah kita harus cepat berlari pada Yesus, bukan pada yang lain
* Tahu kelemahannya dan ia berlindung di bukit batu
* Dalam Ima. 11:5, pelanduk adalah binatang yang haram namun ia diterima di bukit batu. Sama halnya dengan kita, kita yang dulunya haram sebab Yesus lahir dari keturunan Yahudi dan kita adalah bangsa kafir namun karena kita sudah ditebus oleh darah Yesus di atas kayu salib maka kita yang dahulunya haram, sudah didekatkan oleh karena Yesus * Pelanduk tahu kelemahan diri dan ia membangun rumah di atas bukit batu (1Sam. 22:2) seperti Daud yang bersembunyi di bukit batu saat dikejar-kejar oleh Saul (Mzm. 62:1)
* Pelanduk mengandalkan bukit batu (Yer. 17:5), perlindungan kita adalah Tuhan Yesus. Janganlah kita mengandalkan kekuatan diri sendiri, hal itu akan menjadi kekejian di mata Tuhan. Dalam Mzm. 32:7 tertulis berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan
* Cara pelanduk berlindung dalam bukit batu adalah mencari lubang yang paling kecil sehingga moncong musuh tidak dapat masuk. Ia berjalan mundur, mengecilkan tubuhnya sehingga pas dengan lubang tersebut. Ketika kita datang kepada Tuhan, kita juga mau menjadi seperti pelanduk yang merendahkan diri kita di hadapan Tuhan.

Tuhan melindungi kita dari pikiran yang sia-sia dan kotor, Tuhan yang melindungi kita dan menjadi perisai kita dari orang-orang yang jahat, bahkan Tuhanlah yang menopang dan mencukupi kebutuhan kita (Mzm. 119:113-120). Oleh karena itu kita harus merendahkan diri kita di hadapan Tuhan dan selalu berlindung pada Tuhan sebab umat yang rendah hati dan selalu mencari perlindungan Tuhan akan hidup (Yez. 3:12). (ME)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com