Sabtu Desember 20 , 2014

Keluarga Kristen (Menurut Firman Allah)

Pdt.Adi Sudjoko - Dinoyo

Minggu, 10 Oktober 2010

Menurut Departemen Kesehatan, keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga, yaitu suami, istri dan beberapa orang yang tinggal dalam satu atap dan saling ketergantungan. Sedangkan menurut pakar keluarga, Boylon dan Maglaya, keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan perkawinan, sedarah atau adopsi, dan mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dalam menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.

TIGA DASAR KELUARGA KRISTEN MENURUT FIRMAN ALLAH (Kej. 2:24)

1. MENINGGALKAN AYAH DAN IBUNYA (TANGGUNG JAWAB)
    Sejak dilahirkan anak menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi setelah memasuki rumah tangga sendiri, anak akan meninggalkan statusnya sebagai seorang anak yang berada di bawah kekuasaan dan tanggung jawab orang tua, kemudian menjadi seorang suami/istri, dan bertanggung jawab penuh atas keluarganya sendiri.

2. BERSATU DENGAN SUAMI/ISTRINYA (TIDAK MENGENAL PERCERAIAN)
    Bersatu mengandung arti seperti dua lembar kertas yang direkatkan menjadi satu, sehingga sukar atau tidak bisa dipisahkan, jika pun dipisahkan akan menjadi rusak. Hal ini berarti, di dalam keluarga Kristen tidak mengenal adanya perceraian.

3. KEDUANYA MENJADI SATU DAGING (TIDAK ADA ORANG KETIGA)
    Merupakan aspek hubungan seksual dalam pernikahan. Seks adalah sesuatu yang kudus, yang oleh Tuhan ditempatkan hanya dalam kerangka pernikahan yang resmi, jadi di luar pernikahan adalah dosa. Karena menjadi satu daging, maka dalam keluarga Kristen tidak ada pihak ketiga.

    Keluarga Kristen adalah keluarga yang beribadah kepada Tuhan. Keluarga yang beribadah kepada Tuhan adalah keluarga yang berdoa dan melayani Tuhan. Itu sebabnya pasangan haruslah pasangan yang beriman dan percaya kepada Tuhan, meski sibuk dan banyak masalah, jangan melupakan untuk beribadah kepada Tuhan (Yos. 24:15).
    Jika Tuhan yang diutamakan dalam rumah tangga, maka Tuhan akan menjadi sumber kebahagiaan, kekuatan dan penghiburan. Apa pun masalah yang dihadapi, Tuhan pasti akan memberikan kemenangan.


KEADAAN SUAMI DAN ISTRI DALAM KELUARGA KRISTEN
SUAMI:
1. Takut akan Tuhan (Mzm. 128:1). Menempatkan diri di bawah otoritas Tuhan.
2. Mengasihi istri (Efe. 5:25-28). Seperti Kristus mengasihi jemaat, seperti mengasihi diri sendiri dan tidak berlaku kasar (Kol. 3:19).
3. Bijaksana (1Pet. 3:7). Mengerti kelebihan dan kelemahan istri.
4. Menghormati istri (1Pet. 3:7). Menghargai yang dikerjakan istri.
5. Setiap pada pasangannya (Ibr. 13:4)

ISTRI:
1. Takut akan Tuhan (Ams. 31:31)
2. Perhiasan Rohani (1Pet. 3:3-4). Tidak mengandalkan kecantikan jasmani.
3. Tunduk kepada suami (Efe. 5:22-23). Asal yang dilakukan suami benar.
4. Menghormati suami (Efe. 5:33). Tidak menceritakan keburukan suami pada orang lain.
5. Setia pada pasangannya (Ibr. 13:4). Bisa dipercaya.

SKALA PRIORITAS KELUARGA KRISTEN:
1. Tuhan
2. Keluarga
3. Pelayanan/Gereja
4. Study/Pekerjaan
5. Orang lain

KEUANGAN KELUARGA KRISTEN:
1. Perpuluhan
2. Persembahan sukarela
3. Kebutuhan pokok
4. Investasi

POLA HIDUP SEHAT KELUARGA KRISTEN:
1. Pola makan yang sehat
2. Olahraga
3. Minum air putih 8 gelas per hari
4. Hindari polusi
5. Hindari rokok, alkohol dan narkoba
6. Istirahat yang cukup
7. Hindari stress
8. Miliki sense of humor

    Jadikan rumah tangga kita sebagai rumah tangga yang beribadah kepada Tuhan, dan menjadikan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan. Mungkin saat ini hubungan suami-istri sudah mulai membeku, berseru kepada Tuhan. Percaya, Tuhan sanggup memulihkan, asalkan kita memprioritaskan dan mengutamakan Tuhan dalam segala perkara. (S)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com