Minggu Oktober 21 , 2018

Pelayanan Perjanjian Baru

Pdt. Charles Simamora
Minggu, 26 Agustus 2018

Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. 2 Korintus 3:6

Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat Korintus Paulus memberikan tegoran karena dalam jemaat ini telah muncul perpecahan dan terbentuk golongan-golongan. Tadinya jemaat Korintus adalah jemaat yang dilawat oleh Roh Kudus secara luar biasa. Ada berbagai karunia yang muncul di sana sehingga pekerjaan Roh berkembang dengan pesat. Namun sayangnya mereka dikuasai oleh berbagai kepentingan sehingga muncullah perselisihan dan mereka tidak lagi mampu menjadi saksi seperti yang Tuhan kehendaki.
Setelah itu dalam suratnya yang kedua Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk melaksanakan pelayanan perjanjian baru. Isi dari surat ini juga mengingatkan kita sebagai jemaat Tuhan saat ini bahwa rumah Tuhan adalah rumah kita bersama. Karena itu semua orang yang ada di dalamnya harus turut mengambil bagian dalam pelayanan. Tidak boleh ada seorang pun yang hanya menjadi “penonton” dan berdiam diri, sebab pelayanan adalah bentuk penghargaan kita atas keselamatan yang telah kita peroleh.
Pelayanan Perjanjian Baru berbeda dengan pelayanan Perjanjian Lama yang mendasarkan pelayanan pada hukum yang tertulis (hukum Taurat dan kitab para nabi). Pelayanan Perjanjian Lama memimpin kita kepada kematian sebab tidak ada seorang pun yang mampu untuk melakukannya. Sebaliknya, pelayanan Perjanjian Baru adalah pelayanan yang menghidupkan oleh karena pembenaran yang dikerjakan oleh Kristus di kayu salib. Dengan kedatangan Kristus maka hukum yang tertulis itu sudah tidak berlaku lagi (Luk. 16:16).
Jelaslah bahwa kita semua sudah dimerdekakan dari kutuk Hukum Taurat. Oleh karena itu gereja Tuhan harus beralih kepada pelayanan Perjanjian Baru. Ada tiga jenis pelayanan Perjanjian Baru yang harus ada dalam gereja Tuhan, yaitu:

1. Pelayanan Roh (2 Kor. 3:8-9)
Gereja Tuhan harus hidup dalam pelayanan Roh, karena Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:24). Yesus yang kita sembah tidak lagi ada di dunia ini dalam rupa atau fisik manusia, tetapi Roh-Nya itulah yang menjelajahi seluruh bumi untuk melawat hati manusia. Roh Kudus memang tidak terlihat namun karya dan kehadiran-Nya dapat kita rasakan.  Itulah sebabnya kita semua harus lahir dari air dan Roh (Yoh. 3:5-8) untuk dapat menerima kemuliaan dalam pelayanan Roh.
Kita tidak boleh lagi terikat dalam pelayanan Perjanjian Lama, sebab Perjanjian Lama hanyalah petunjuk yang membawa kita pada pelayanan Perjanjian Baru. Contohnya dapat kita lihat dalam Ul. 16:16 mengenai tiga hari raya utama Israel, yaitu Hari Raya Roti Tidak Beragi yang merupakan perlambangan Paskah; Hari Raya Tujuh Minggu yang merupakan perlambangan Pentakosta; dan Hari Raya Pondok Daun yang merupakan perlambangan kesempurnaan gereja. Hari Pentakosta dalam Perjanjian Baru merupakan hari di mana Roh Kudus turun ke dunia dan melahirkan gereja Tuhan.
Jadi pelayanan Roh adalah pelayanan yang di dalamnya ada kuasa dan mujizat (1 Kor. 4:20), yang kemudian melahirkan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rm. 14:17). Dan pelayanan Roh ini hanya dapat diraih melalui doa dan hubungan dengan Tuhan. Karena itu mari kita semua rindu untuk dipenuhkan dengan Roh Kudus agar dapat lebih lagi menikmati kemuliaan dalam pelayanan Roh. Bapa berjanji akan memberikan Roh-Nya kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Luk. 11:13).

2. Pelayanan Pendamaian (2 Kor. 5:18)
Yesus adalah Sang Raja Damai yang telah mendamaikan kita dengan Bapa di sorga. Sebagai pengikut-Nya kita juga harus menjadi pembawa damai di manapun kita berada. Dan cara yang Yesus ajarkan adalah dengan memberikan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita atau musuh kita. Saulus dulunya selalu memusuhi orang Kristen. Tapi setelah dilawat oleh Tuhan ia menjadi pembawa damai dengan selalu mengutamakan kepentingan jemaat Tuhan. Marilah kita terus memperhatikan ketulusan dan kejujuran kita, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan (Mzm. 37:37).

3. Pelayanan Kasih (2 Kor. 8:6-7)
Gereja Tuhan hendaknya menjadi kaya dalam pelayanan kasih. Dalam hal ini jemaat Makedonia telah memberi teladan bagi kita semua. Dalam keadaan kekurangan mereka malah dengan sukacita memberi melebihi kemampuan mereka. Karena itu kita pun jangan sampai melewatkan kesempatan yang Tuhan tentukan bagi kita untuk melakukan pelayanan kasih. Lakukan itu dengan hati yang rela dan semata-mata untuk kemuliaan Tuhan (2 Kor. 8:19) sebagai bentuk ucapan syukur kita (2 Kor. 9:12).
Pelayanan kasih adalah pelayanan yang menyempurnakan pelayanan Roh dan pelayanan pendamaian, sebab yang Tuhan tuntut dari kita bukanlah hasil atau pekerjaan pelayanan kita, melainkan hati yang penuh kasih. Dan hati yang penuh kasih ini tercermin dari bagaimana kita mempergunakan uang atau harta kita. Uang bisa menjadi akar dari segala kejahatan, namun bila dipergunakan dengan tepat dapat menjadi alat untuk mempermuliakan Tuhan.

Pelayanan Perjanjian Baru adalah pelayanan yang menghidupkan, sebab di dalam pelayanan Roh, pelayanan pendamaian dan pelayanan kasih ada mujizat dan pemulihan. Karena itu marilah kita bersungguh-sungguh mengejar ketiga hal ini, baik dalam kehidupan pribadi kita maupun dalam jemaat Tuhan, maka kita akan menikmati kemuliaan-Nya dan menjadi saksi di manapun kita berada. Tuhan Yesus memberkati. (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435