Jumat Oktober 19 , 2018

Rumah Tuhan Rumah Kita

Pdt. Charles Simamora
Sabtu, 25 Agustus 2018

1Tawarikh 23:32 Mereka harus melakukan pemeliharaan Kemah Pertemuan serta tempat kudus dan harus melayani anak-anak Harun, saudara-saudara mereka, untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN."
Kita harus memahami arti dari sebuah gereja. Gereja bukan hanya berbicara tentang organisasinya tetapi tempat yang Tuhan sediakan untuk beribadah. Jadi Rumah Tuhan adalah rumah untuk beribadah. Rumah dalam bahasa Yunani “oikea” atau juga “oikos”, dan dalam bahasa Ibrani adalah “bet” atau bait. Oikea artinya rumah atau tempat tinggal, menunjuk kepada rumah tangga (sebuah rumah dengan orang-orang yang menghuni di dalamnya). Sedangkan “oikos” menunjuk kepada gedung yang dapat digunakan. Dalam Alkitab kita dikatakan sebagai “Bait Suci” atau “Kemah Pertemuan”. Di gereja kita harus berkumpul dan bertemu, tetapi bukan hanya sekedar datang, tetapi kita harus terikat. Kata gereja “Eklessia” bisa menunjuk kepada gedung, tetapi juga berbicara tentang dipanggil keluar kepada panggilan Allah.

Tuhan sudah menyediakan tempat ibadah. Maka gedung gereja harus diperlihara. Kita juga harus ikut bertanggung jawab dalam pemeliharaan gedung gereja. Gereja juga harus dijadikan tempat kudus, kalau tempat kudus berarti harus ada Roh Kudus. Gereja kita disebut Pentakosta “penuh Roh Kudus”, Roh Kuduslah yang melahirkan gereja dan yang mempersatukan kita.

Ada 3 tingkatan rumah Tuhan:
1. Rumah Ibadah
Rumah  harus menjadi sentrali keluarga yang takut akan Tuhan. Seperti Zakheus dan seisi rumah tangganya percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Dan kepala penjara di Filipi juga diselamatkan beserta keluarganya.  Kita juga mau seisi rumah tangga kita diselamatkan. Selain rumah kediaman, kita juga harus setia datang beribadah di rumah Tuhan. Untuk mengikat hubungan satu dengan yang lain, menjadi keluarga dalam Tuhan. Kita harus cinta Rumah Tuhan. Kita harus mengambil bagian dalam pelayanan. Mari kita membantu memelihara rumah Tuhan. Kita juga harus membantu pekerjaan Tuhan (1Taw. 23:24). Mari kita hargai tempat yang Tuhan sudah sediakan.

2. Rumah Doa 2 Tawarikh 6:20
Gereja harus menjadi rumah doa. Yesus berkata kepada murid-muridnya “berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan”. Yesaya 56:7 mengatakan “rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa”. Yesus-pun marah saat bait Suci dijadikan tempat berjualan.  Ada 3 macam doa: Doa dengan sikap tubuh, Doa dengan akal budi dan segenap jiwa, Doa dengan Roh Kudus.
Jangan berhenti hanya sampai baptisan air, tetapi kita juga harus dibabtis dengan Roh Kudus.

3. Rumah Persembahan 2 Tawarikh 7:12
Gereja Tuhan harus menjadi Rumah Persembahan. Musa mengingatkan Bangsa Israel agar datang kepada Tuhan jangan dengan tangan kosong Ulangan 16:16-17. Paulus juga mengingatkan agar jemaat membawa persembahan dengan sukarela dan sukacita. 2Tawarikh 15:18 Raja Asa membawa persembahan ayahnya dan persembahannya, dan sebagai akibatnya kerajaannya menjadi aman, tidak ada peperangan.

Mari jadikan Rumah Tuhan sebagai rumah persembahan maka jemaat akan diberkati Tuhan. Jangan kita hanya memikirkan diri kita sendiri, tetapi kita semua harus terlibat dalam melayani Tuhan.  Hasil dari persembahan dan kesetiaan kita dalam berdoa akan menopang pekerjaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435