Senin September 24 , 2018

Menikmati Hubungan Dengan Tuhan

Pdt. Andrea Natasya
Minggu, 19 Agustus 2018

Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Keluaran 14:13-14

Ayat ini terdengar begitu indah karena mengandung janji Tuhan. Namun sayangnya hanya sedikit orang yang mengalami ayat ini. Untuk mengetahui alasannya kita harus melihat terlebih dahulu latar belakang ayat ini. Ayat ini merupakan perkataan Tuhan kepada bangsa Israel ketika mereka dikejar oleh tentara Mesir. Mereka terkepung karena di hadapan mereka terbentang lautan yang luas. Di saat seperti ini Tuhan berfirman agar bangsa Israel diam menikmati  pertolongan-Nya dan Ia yang akan berperang untuk mereka.
Jadi yang menjadi alasan mengapa banyak orang percaya tidak mengalami janji ini adalah karena mereka tidak diam untuk menikmati Tuhan. Tuhan rindu agar kita bukan sekedar membangun hubungan dengan Tuhan lewat ibadah, doa dan membaca Alkitab. Tapi terlebih dari itu, Tuhan rindu agar kita menikmatinya ketika kita membangun hubungan dengan-Nya. Bila kita menikmati setiap hubungan kita dengan Tuhan, maka kita akan menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah goyah ketika masalah itu datang.
Setiap hubungan kita dengan Tuhan harus dinikmati agar tidak lewat begitu saja sebagai rutinitas. Adapun cara untuk menikmati hubungan dengan Tuhan adalah:
1. Selalu bersukacita
Iblis tidak suka kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, apalagi menikmati hubungan dengan Tuhan. Mengapa? Karena ketika kita menikmati hubungan dengan Tuhan maka sukacita itu akan mengalir dalam kehidupan kita dan menjadi kekuatan bagi jiwa kita (Neh. 8:11). Kita mungkin bertanya-tanya: bagaimana mungkin saya bisa bersukacita sedangkan masalah saya begitu berat? Kelihatannya tidak mungkin, namun sesungguhnya Tuhan selalu memberikan kuasa di dalam setiap perintah-perintah-Nya, sehingga kita mampu untuk melakukannnya.
Jangan sampai sukacita itu hilang. Supaya dapat terus bersukacita, maka yang harus dilakukan adalah:
a. Jangan sibuk memikirkan masalah, tapi sibuklah memikirkan kebaikan Tuhan.
Ams. 3:5-6 dalam terjemahan bahasa Inggris berkata; “… at every step you take, keep Him in mind and He will direct your path.” Taruhlah Tuhan dalam pikiran kita, maka Tuhan akan meluruskan dan meratakan jalan kita, baik itu dalam keluarga, pekerjaan, maupun segala yang kita lakukan. Menaruh Tuhan dalam pikiran berarti kita selalu mengingat dan menikmati kebaikan Tuhan ketika kita melakukan apapun. Jangan sibuk memikirkan masalah, sebab masalah tidak mungkin selesai dengan kita memikirkannya.
Nikmati saja janji Tuhan itu dengan bersukacita. Mzm. 37:4 berkata: “dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.“ Sukacita tidak secara otomatis ada dalam kehidupan kita, sebab bersukacita adalah sebuah pilihan. Memilih untuk bersukacita merupakan bagian dari iman. Orang yang memiliki iman pasti tidak kuatir atau takut, sehingga ia mampu bersukacita. Dan di dalam hati yang gembira ada kesembuhan dan kemenangan bagi kita (Ams. 17:22).

b. Jangan sibuk mengenali dan menggali masalah, tapi sibuklah mengenali siapa Allah yang kita sembah.
Ketika masalah datang, pada umumnya manusia akan berusaha mencari penyebabnya. Tapi sekali lagi, Tuhan tidak ingin kita terus sibuk memikirkan masalah. Tuhan ingin kita mengenal Tuhan lebih dalam. Ketika kita menggali Tuhan, kita akan mampu untuk bersukacita dan menikmati pertolongan Tuhan. Jadi sukacita tidak tergantung pada bagaimana kondisi kita ataupun di sekitar kita, namun pada bagaimana kita mengenali Allah.
Inilah yang dialami Paulus ketika berada dalam penjara. Dalam situasi yang tidak mengenakkan ia mampu tetap bersukacita di tengah penderitaannya dan menulis kitab Filipi. Kitab ini menasihati kita untuk terus bersukacita (Flp. 3:7-8). Dalam 2 Tim. 1:12 Paulus juga berkata bahwa ia tidak malu dalam menanggung penderitaannya, karena ia tahu kepada siapa ia percaya. Tahu berarti mengenal. Tidak mungkin kita dapat bergantung dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan kalau kita tidak mengenal Tuhan. Karena itu kenali Tuhan lebih dalam agar kita dapat menikmati sukacita dan pertolongan-Nya.

2. Tetap melayani Tuhan
Cara yang paling mudah untuk menikmati hubungan dengan Tuhan adalah dengan melayani Tuhan. Contohnya adalah Maria ketika melayani Tuhan dalam Luk. 10:38-42. Maria sangat menikmati hubungan pribadinya dengan Tuhan melebihi apapun. Kita pun dapat seperti Maria karena dengan cara:
a. Melayani pribadi Tuhan.
Yang dimaksud dengan melayani Tuhan adalah melayani pribadi-Nya dalam seluruh aspek kehidupan kita. Kol. 3:23-24 berkata: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”

b. Jangan sibuk dengan perkataan orang, tapi sibuklah dengan perkataan Tuhan
Ingatlah selalu firman Tuhan dan bukan perkataan orang lain, sebab perkataan orang tidak memiliki kuasa apa-apa atas hidup kita. Perkataan atau firman Tuhanlah yang memiliki kuasa untuk memulihkan dan menyelamatkan kita. Maria ketika mengurapi kepala Yesus dengan minyak narwastu yang mahal, banyak yang menuduh dia telah melakukan pemborosan. Tapi Maria tidak peduli dan terus melayani Tuhan. Dan apa yang terjadi? Tuhanlah yang membela Maria! Tuhan “berperang” bagi Maria.
Dalam Luk. 19:1-10 juga terdapat kisah yang serupa tentang Zakheus. Ketika Yesus berkata bahwa Ia akan menumpang di rumahnya, Zakheus begitu bersukacita menerima Yesus. Namun semua orang bersungut-sungut melihat hal itu karena ia orang berdosa. Tapi Zakheus lebih memilih melayani Tuhan daripada mendengarkan cemoohan mereka. Dan hasil dari Zakheus yang melayani dengan sukacita adalah keselamatan baginya dan seisi rumahnya. Betapa indahnya melayani Tuhan sebab Tuhan yang akan menyelesaikan semuanya bagi kita (Mzm. 138:8).

Dalam hidup ini tidak cukup kita hanya membangun hubungan dengan Tuhan, tapi kita juga harus menikmati hubungan tersebut, yaitu dengan cara selalu bersukacita dan tetap melayani Tuhan. Percayalah di saat kita diam menikmati hubungan itu, Tuhan yang akan menyelesaikan segalanya bagi kita dan memberikan kemenangan. Tuhan Yesus memberkati. (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435