Jumat Oktober 19 , 2018

Jadilah Tenang

Pdt. Daniel Rudianto
Sabtu, 18 Agustus 2018

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.1 Petrus 4:7
Yang dibutuhkan orang Kristen di akhir zaman adalah menguasai diri, menjadi tenang dan berdoa. Jika  tidak melakukan hal ini kita akan gagal. Karena itu jangan heran kalau hari-hari ini Iblis membuat hidup orang percaya tidak bisa tenang. Kalau Iblis berhasil membuat kita tidak tenang, maka gereja Tuhan pasti akan kalah. Iblis sangat berpengalaman dan mempunyai 1001 cara untuk menjatuhkan orang percaya, tetapi kita mau camkan Firman Tuhan ini bahwa kita hanya perlu menguasai diri, tenang dan berdoa, walau apapun yang terjadi.
Matius 14:27 Yesus berkata kepada mereka “Tenanglah, Aku ini, jangan takut!”.
Apapun kondisi yang kita alami saat ini, Firman ini juga datang untuk kita. Jemaat Tuhan jangan mengulangi kesalahan yang dibuat Petrus. Pada saat Petrus fokus melihat Yesus, ia berjalan di atas air. Tetapi  ketika Petrus mulai melihat keadaan sekitarnya dan akhirnya tidak tenang, tidak berdoa, maka ia tenggelam. Demikian juga kita sebagai orang Kristen, tetaplah pandang pada Yesus, jangan tergoda atau terpengaruh oleh kondisi di sekitar kita. Jika ada masalah yang membuat kita tidak tenang, berdoa saja. Jangan takut, ada Allah yang menyertai kita (Maz. 46:11).
Apa sebenarnya sasaran utama Iblis dalam kehidupan anak-anak Tuhan? MENGHENTIKAN KITA BERDOA dan BERIBADAH (1Petrus 4:7).
Iblis mendatangkan segala macam masalah dan tujuannya adalah supaya kita kecewa kepada Tuhan, kemudian berhenti berdoa dan beribadah. Iblis menawarkan kenyamanan dan kesibukan sehingga kita mengurangi jam-jam ibadah/doa kita, dan iblis juga berusaha memecah belah supaya kita malas berdoa dan beribadah. Bahkan iblis masih menyimpan banyak cara untuk membuat kita berhenti berdoa dan beribadah.
Jika iblis sampai berhasil membuat kita berhenti beribadah/ berdoa, kita semua pasti akan binasa. Kekuatan orang percaya adalah berdoa, dan sumber berkat dan pertolongan orang percaya adalah ibadah. Karena itu Firman Tuhan berkata “Tetaplah Berdoa” (1Tes. 5:17).

Contoh-contoh yang membuktikan seberapa serius Iblis dalam menghentikan kita berdoa dan beribadah:
1. Kain dan Habel (Kej. 4:1-16)
Begitu ada ibadah yang berkenan kepada Tuhan, pasti Iblis langsung muncul untuk menghentikannya (Kej. 4:3-5). Kisah ini mengatakan persembahan/ibadah Habel berkenan di hadapan Tuhan. Iblis memakai Kain untuk membunuh Habel. Iblis takut jika kita beribadah kepada Tuhan. Memang kelihatannya ibadah itu seperti biasa saja, tetapi hal itulah yang paling ingin dirusak Iblis. Karena itu jangan biarkan Iblis berhasil menggoda kita berhenti berdoa/beribadah.  Semakin ada masalah semakin beribadah, maka Iblis akan kalah dan kita akan menang.
1 Yoh. 3:12 menjelaskan mengapa Kain membunuh Habel, yaitu karena “si jahat” (Iblis) melihat persembahan/ibadah yang berkenan kepada Allah. Seringkali kita menyalahkan orang lain atas kondisi kita saat ini, tetapi kita tidak boleh lupa siapa dalang di baliknya yaitu iblis. Kalau ada jemaat Tuhan yang setia ibadah maka Iblis akan berusaha memporak-porandakan jemaat itu. Lawan kita adalah Iblis, karena itu yang harus kita lakukan adalah berdoa. Ibrani 10:25 mengingatkan apa yang harus kita lakukan di akhir zaman ini, yaitu BERIBADAH.

2. Firaun dan Bangsa Israel (Kel. 5:1-2)
Dalam kisah ini Firaun adalah gambaran Iblis. Bangsa Israel gambaran kita umat Tuhan. Firaun berusaha  habis-habisan mencegah dan menghalangi bangsa Israel beribadah kepada Tuhan. Bahkan bangsa Mesir rela mendapat 10 hukuman/tulah yang luar biasa cuma supaya bangsa Israel tidak beribadah.
Kel. 10:24-26, setelah tulah ke-9 Firaun mengijinkan Israel pergi beribadah tetapi tidak diperbolehkan membawa ternak mereka. Ternyata yang paling dipertahankan Firaun sampai akhir adalah ternak (korban sembelihan/persembahan kepada Tuhan). Iblis tidak melarang kita datang beribadah atau berdoa, tetapi kita harus kehilangan esensi atau inti sebenarnya dari sebuah ibadah, yaitu hati dan hidup kita yang menyembah kepada Tuhan.
Ada yang datang beribadah dengan kekecewaan, dengan sungut-sungut, kuatir, tidak fokus, maka kekuatan ibadahnya tidak akan ada. Kita harus datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan hati yang beres, kalau tidak akan sia-sia (2Tim. 3:5,8-9). Mari kita singkirkan segala sesuatu yang merintangi ibadah kita.

3. Daniel (Dan. 6:5-6)
Kisah ini terjadi pada masa tua Daniel, kira-kira saat berumur 90 tahun. Ini adalah usaha terakhir Iblis untuk membinasakan Daniel setelah kesetiaannya beribadah selama  90 tahun, yaitu Gua Singa (1 Ptr 5:8). Iblis tidak perduli kita umur berapa, dia akan terus berusaha menghentikan kita beribadah.
Tetapi yang dilakukan Daniel adalah ia tetap berdoa seperti yang biasa dilakukannya (Dan. 6:11-12). Masa tua Daniel adalah gambaran gereja di akhir jaman. Iblis tidak akan tinggal diam, iblis akan berusaha menghentikan gereja beribadah dengan segala cara, kasar ataupun halus.

Kesimpulan :
Why 3:14-22, Jemaat Laodikia merupakan jemaat ketujuh atau terakhir dalam Kitab Wahyu adalah GAMBARAN JEMAAT SAAT INI.  Tetaplah beribadah dan berdoa kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435