Jumat Oktober 19 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (87)

(Rom 11:19-20)  Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!

- Ayat ini kembali menegaskan kepada gereja Tuhan yang telah menerima anugrah keselamatan dari Tuhan untuk tidak sombong, tidak merasa superior, khususnya terhadap bangsa Yahudi. Memang hal ini bagi kita orang Kristen di Indonesia yang hidup pada jaman ini sepertinya kurang relevan karena bagi kita bangsa Yahudi itu nun jauh disana dan sepertinya tidak ada kaitannya dengan kita. Tetapi bagi orang Kristen Romawi yang hidup pada jaman itu hal ini sangat berkaitan. Mudah sekali bagi mereka merasa superior terhadap bangsa Yahudi, karena mereka merasa sudah diselamatkan. Tetapi bagaimanapun juga ayat-ayat ini mengingatkan kita untuk menghargai anugrah keselamatan itu dengan takut dan gentar kepada Tuhan. Ingat, keselamatan itu semata-mata adalah anugrah, kasih karunia, bukan jasa maupun kebaikan kita!

(Rom 11:21)  Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.

- Bangsa Israel yang tidak mau percaya kepada Yesus bagaikan cabang-cabang asli yang dipatahkan oleh Tuhan (lihat ayat di atas). Kalau mereka tidak disayangkan oleh Allah, meskipun mereka adalah keturunan Abraham secara daging, apalagi kita. Bila kita tidak percaya atau murtad, maka Allahpun tidak akan menyayangkan kita. Apakah berarti Allah tidak punya belas kasihan ? Jawabannya ada di ayat berikutnya…

(Rom 11:22)  Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.
- Kemurahan dan kekerasan Allah berjalan seimbang. Bila kita melihat dalam sejarah Alkitab, sebelum Allah menjatuhkan hukuman kepada manusia, Ia selalu menyatakan kemurahanNya terlebih dulu. Kepada orang-orang di jaman Nuh, Ia menunggu 120 tahun, selama bahtera itu dibuat, baru Ia mencurahkan air bah. Pada jaman Musa, Allah menunggu 400 tahun sebelum Ia menjatuhkan hukuman kepada bangsa-bangsa Kanaan dan memberikan tanah mereka kepada umatNya. Tetapi sebaliknya, apabila umat Allah tidak mau bertobat dan tetap mengeraskan hati, maka Allah juga tidak segan-segan menghukum mereka. Allah membiarkan kerajaan Israel (10 suku di utara) dihancurkan dan tidak dipulihkan lagi. Allah juga mengijinkan kerajaan Yehuda (2 suku di selatan) ditawan di Babel selama 70 tahun. Tetapi ketika umat Allah bertobat, berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat serta kembali mencari wajah-Nya maka Ia segera memulihkan keadaan mereka. (Jer 29:12-14)  “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu ; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.” Itulah sebabnya mari kita tetap ada di dalam Dia. Apapun masalah, kesulitan, pencobaan yang anda alami jangan anda tinggalkan Tuhan ! Tetaplah melekat kepada-Nya, karena diluar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15:4-5)  “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435