Jumat Oktober 19 , 2018

Sebuah Kebenaran Yang Menyakitkan

Pdt. Soerono Tan
Minggu, 12 Agustus 2018

Sebagai orang percaya kita harus senantiasa belajar dari Firman Allah supaya kita dapat mengenal Allah dengan benar. Ini adalah sesuatu yang mendasar dalam suatu kehidupan kekristenan, sebab ketika kita gagal mengenal Allah secara benar, maka kita sebenarnya sedang digiring untuk masuk dalam suatu penyembahan berhala. Karena sangat penting pemahaman tentang Allah ini diluruskan. Dan kali ini kita akan melihat lebih dalam mengenai sebuah kebenaran yang menyakitkan, yaitu “Allah tidak butuh saya!”
Kebenaran ini dapat kita lihat dalam Kis. 17:24-25, “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Inilah yang dikatakan oleh Paulus untuk menjelaskan tentang siapa Allah ketika ia melihat suatu mezbah bertuliskan “Kepada Allah yang tidak dikenal” di Atena.
Terjemahan bahasa Inggris dalam ayat 25 berbunyi: “human cannot serve His needs because He has no needs…” yang berarti manusia tidak dapat melayani kebutuhan-Nya sebab Ia tidak memiliki kebutuhan. Atau dengan kata lain, Allah yang kita sembah adalah Allah yang tidak dilayani oleh tangan manusia. Hanya Dia satu-satunya pribadi yang tidak membutuhkan apa-apa di luar diri-Nya, sebab Allah sanggup untuk mencukupi diri-Nya sendiri di dalam kemahakuasaan-Nya.
Dalam Dan. 4:34-35 dituliskan perkataan Nebukadnezar setelah ia dipulihkan dari keadaannya akibat ia menyombongkan diri di hadapan Tuhan. Ia berkata bahwa semua penduduk bumi dianggap remeh (nothing) di hadapan Allah yang Mahatinggi. Manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Ia adalah Tuhan yang bebas melakukan apa yang dikehendaki-Nya, sebab tidak ada seorang pun yang mampu mendikte Allah. Tidak ada otoritas yang lebih tinggi atau lebih berkuasa dari-Nya. Ia memiliki hikmat dan kuasa untuk melakukan apapun yang dipandang-Nya baik dalam kehidupan kita.
Manusia memang senang sekali ketika diakui atau dibutuhkan oleh orang lain. Hal ini juga berlaku dalam kehidupan jemaat Tuhan, namun terkadang dalam skala yang berlebihan. Karena sudah melayani dengan mengorbankan harta, talenta, tenaga dan waktu, maka tidak jarang muncul pemikiran bahwa Allah membutuhkan saya, saya sudah berjasa untuk gereja ini dan lain sebagainya. Namun dalam Yes. 40:17-18 dikatakan: “Segala bangsa seperti tidak ada di hadapan-Nya mereka dianggap-Nya hampa dan sia-sia saja. Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?” Kenyataannya, manusia benar-benar bukan apa-apa di hadapan Tuhan, bahkan bumi dengan segala keindahannya hanyalah tumpuan kaki-Nya atau foot stool (Yes. 66:1).
Dengan berkata berkata bahwa manusia bukanlah apa-apa, maka firman Allah ini terdengar begitu arogan dan menyakitkan. Kebenaran ini menjadi kabar buruk bagi orang-orang yang selalu mengandalkan kekuatannya sendiri. Namun ini justru merupakan kabar baik bagi kita yang rindu untuk berserah dan mengandalkan Tuhan, sebab ada tiga hal yang menyertai kebenaran ini, yaitu:

1. Allah yang tidak membutuhkan kita justru adalah Allah yang kita butuhkan dalam hidup kita.
Kebenaran bahwa Allah tidak membutuhkan apa-apa dari kita justru adalah sesuatu yang melegakan. Mengapa? Karena bisa dibayangkan jika Allah membutuhkan sesuatu dari kita, maka manusia yang dapat memberi lebih banyak pasti akan lebih diperhatikan oleh Tuhan dibandingkan mereka yang kurang mampu. Puji Tuhan Ia bukan Allah yang seperti itu! Justru Ia adalah Allah yang di dalam hikmat dan kuasa-Nya mampu mengetahui dan menjawab setiap kebutuhan kita.
Allah seperti inilah yang justru kita perlukan, sebab kasih dan kuasa-Nya tidak pernah berubah dulu, sekarang, dan selama-lamanya. Ia menjadi tempat perlindungan dan kota benteng yang teguh bagi kita. Bahkan kepada umat kepunyaan-Nya Ia berkata: “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi! Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.” (Mzm. 46:11-12). Ketika kita menghadapi masalah yang berat, Ia ada di depan kita menyelesaikannya bagi kita, dan kita tidak perlu berbuat apa-apa.
Hanya Allah yang tidak butuh apa-apa dari kita itulah yang dapat menjadi perlindungan yang sempurna bagi kita! Jadi dapat disimpulkan bahwa Dia bukan salah satu dari banyak allah. Dia bukan Allah yang lebih hebat dari allah-allah yang kurang hebat. Dia bukan yang yang terbaik dari semua allah. Tapi Dia adalah satu-satunya Allah! Tidak ada yang lain! Tidak ada yang bisa disandingkan dengan Allah yang kita sembah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Haleluya!

2. Allah tidak membutuhkan kita, tapi Ia menginginkan kita (God doesn’t need us, but He wants us).
Bila kita hanya melihat pada satu sisi di mana Allah tidak membutuhkan kita, maka kita akan berujung pada kekecewaan sebab merasa bahwa Dia adalah Allah yang tidak peduli kepada kita. Kita juga harus memahami bahwa ada sisi yang lain dari kebenaran ini, yaitu bahwa Ia sangat mengasihi kita dan Ia ingin dekat dengan kita.
Kita harus memperhatikan kalau ada yang berbicara di dalam Alkitab, sebab ada tiga golongan di dalamnya, yaitu:
- Allah yang berbicara (firman Tuhan): perkataan itu pasti benar
- manusia yang berbicara: perkataan itu bisa benar, namun juga bisa salah.
- Iblis yang berbicara: perkataan itu pasti salah dan menyesatkan
Contohnya dapat kita lihat dalam perkataan Elihu ini: “Jikalau engkau berbuat dosa, apa yang akan kaulakukan terhadap Dia? Kalau pelanggaranmu banyak, apa yang kaubuat terhadap Dia? Jikalau engkau benar, apakah yang kauberikan kepada Dia? Atau apakah yang diterima-Nya dari tanganmu?” (Ayb. 35:6-7). Perkataan ini sifatnya setengah benar dan setengah salah. Mengapa? Perkataan ini memang benar, tapi menjadi salah karena hanya dipandang dari satu sisi saja, sehingga seolah-olah Allah adalah pribadi yang tidak peduli dengan umat-Nya.
Benar bahwa Allah tidak butuh apa-apa dari kita, tapi Allah begitu mengasihi kita. Dalam Mrk. 10:45 Yesus berkata: “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Yesus datang ke dunia ini bukan untuk dilayani atau menerima sesuatu dari manusia, tapi karena Ia mau melayani kita lewat pengorbanan-Nya. Ia ingin membawa kita kembali ke hadirat-Nya. Ia begitu mengasihi dan menginginkan kita, serta tidak pernah menolak siapapun yang datang kepada-Nya.

3. Allah tidak membutuhkan kita, tapi kita bisa menyenangkan Allah.
Kita harus menyadari bahwa semua yang kita miliki saat ini adalah milik Allah. Allah tidak memerlukan pemberian dari kita. Namun ketika kita memberi sesuatu kepada Tuhan, itu menjadi tanda kasih kita kepada Tuhan, dan hal itu menyenangkan hati-Nya. Sama seperti ketika seorang anak memberikan hadiah kepada orang tuanya. Orang tuanya senang menerima hadiah itu, meskipun mereka tahu bahwa uang yang dipakai untuk membeli hadiah adalah uang dari mereka.
Karena itu dalam 1 Kor. 10:31 dikatakan: “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Lakukanlah segala sesuatu, bahkan hal yang terkecil sekalipun, untuk mempermuliakan Allah. Itulah yang menyenangkan hati-Nya. Layanilah Dia dengan sukacita (Mzm. 100:2). Ketika kita melayani Tuhan dan sesama, maka ada sukacita yang Tuhan berikan kepada kita, karena hidup kita akan menjadi lebih bermakna. Dengan memberi kita juga kan dilepaskan dari roh materialisme.

Memang Dia adalah Allah yang tidak membutuhkan kita. Tapi ingat, Dia adalah Allah yang kita butuhkan, sebab Dialah satu-satunya sumber jawaban dalam kehidupan kita. Dia juga adalah Allah yang begitu menginginkan kita, sehingga Ia rela mati menebus dosa kita agar kita dapat bersekutu kembali di hadirat-Nya. Karena itu marilah kita menyenangkan hati-Nya lewat seluruh hidup kita sebagai tanda kasih dan ucapan syukur kita kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati! (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435