Senin September 24 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (86)

(Rom 11:16)  Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.

- Di dalam Perjanjian Lama konsep “kesulungan” ini sangat kental sekali. Bangsa Israel disebut sebagai anak sulung Allah (Kel.4:22-23), sebab itu ketika Firaun tidak mau melepaskan mereka dari Mesir maka Allah membunuh seluruh anak sulung orang Mesir, mulai dari Firaun yang duduk di tahta sampai kepada binatang. Di dalam Bilangan 15:17-21 Tuhan berpesan kepada Musa apabila bangsa Israel masuk ke Kanaan, pertama-tama mereka harus mempersembahkan roti sulung kepada Allah. Jadi apa yang dimaksud dengan “roti sulung” dalam ayat ini? Saya percaya bahwa itu menunjuk kepada nenek moyang bangsa Israel yakni Abraham, Ishak, Yakub. Mereka adalah roti sulung, mereka adalah akar dari bangsa Israel. Jadi logika dari ayat ini ialah, karena bangsa Israel memiliki nenek moyang yang kudus maka mereka dari satu sisi adalah orang-orang yang kudus, sebab itu wajar bila satu saat mereka kembali diterima sebagai umat Allah, tentu hal ini terjadi apabila mereka sudah dicelikkan mata rohaninya dan mengakui Yesus sebagai Mesias.

- Ayat ini juga mengajar kepada kita betapa pentingnya kita sebagai orang tua terhadap anak cucu keturunan kita. Jadilah “roti sulung” yang kudus, jadilah “akar” yang kudus, agar anak cucu kita juga dikuduskan oleh Allah…

(Rom 11:17)  Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah.

- Karena ketidakpercayaan mereka maka ada sebagian dari mereka yang “dipatahkan” dari pokok, kemudian ada cabang-cabang liar yang dicangkokkan disitu. Lalu siapa “tunas liar” ini? Tidak lain ialah bangsa-bangsa non-Yahudi, saudara dan saya. Kita yang tadinya tidak mendapat bagian dalam janji-janji Allah kepada Abraham, kini ikut menikmatinya seperti yang dikatakan oleh nas,
(Gal 3:13-14)  Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. Kini kitapun mendapat bagian dari “getah” yang penuh dengan gizi itu. Apakah “getah” itu? Itulah Roh Kudus yang Allah janjikan!

(Rom 11:18)  Janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

- Dalam ayat ini Paulus mengingatkan kepada kita orang-orang non-Yahudi yang menjadi anak-anak Allah supaya jangan kita sombong akan keadaan kita. Bagaimanapun juga kita harus ingat bahwa kita diberkati oleh karena mereka. Kita dimuliakan karena janji-janji Allah yang telah dijanjikan kepada nenek moyang mereka yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Kita dibenarkan oleh iman mereka. (Gal 3:9)  “Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu”. Sebab itu jangan sombong tetapi bersyukurlah! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435