Jumat Oktober 19 , 2018

Doa Jemaat

Pdt. Yusak Tjong
Sabtu & Minggu, 4-5 Agustus 2018

Bacaan: Kisah Para Rasul 4:1-31

Pasal 4 ini merupakan kunci dari Kitab Kisah Para Rasul, yaitu tentang doa jemaat. Doa yang dipenuhi Roh, doa yang diurapi Roh Kudus. Sekarang Roh Kudus bekerja di dalam doa jemaat yang dipimpin oleh Roh. Dalam pasal-pasal sebelumnya diceritakan bagaimana Yesus terangkat ke sorga dan memberi pesan bahwa semua orang percaya harus dipenuhkan dengan Roh Kudus, dan kepenuhan itu terjadi terus menerus sampai kepada kekekalan. Tidak bisa dibayangkan bagaimana hebatnya kepenuhan yang terjadi nanti di kekekalan, sebab kepenuhan yang terjadi saat ini saja sudah menggoncangkan semuanya. Kalau kepenuhan Roh di dunia saja bisa menggoncang penjara tempat dimana mereka berdoa, belenggu terlepas, apalagi kepenuhan dalam hidup yang kekal nantinya.

Dalam pasal 3, Petrus dan Yohanes setiap jam 3 petang selalu setia ke tempat ibadah untuk berdoa, dan ada orang lumpuh yang setiap pagi selalu diusung dan ditaruh di depan gerbang Bait Allah. Petrus dan Yohanes beribadah hanya sebentar saja, tetapi dalam sekejab itu orang lumpuh disembuhkan. Jadi jangan remehkan ibadah walaupun hanya sebentar. Andaikata Petrus dan Yohanes ini absen satu kali, mungkin orang lumpuh ini tidak disembuhkan. Demikian juga, andaikata orang lumpuh ini pernah absen satu kali tidak digotong ke Bait Allah, maka ia pasti tidak akan sembuh. Maka dari itu, kesempatan tidak datang kedua kali. Jangan bermain-main dengan kesempatan yang Tuhan berikan, dan jangan juga bermain-main dengan Allah. Kesempatan itu menentukan hidup atau mati.

Kisah 4:1-4
Jumlah orang percaya bertambah dari tiga ribu menjadi lima ribu orang laki-laki, tetapi untuk itu Petrus dan Yohanes harus masuk penjara sekalipun mereka tidak bersalah. Setelah Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang sakit, mereka ditangkap. Sekarang Petrus dan Yohanes sebagai pemimpin jemaat ini ditahan dan tidak dapat berbuat apa-apa. Tetapi dalam pasal 4 ini dikatakan bahwa sidang jemaat bersatu hati berdoa.

Kisah 4: 8-10
Dalam nama Yesus Kristus orang lumpuh itu disembuhkan. Nama Yesus ini sudah ada dalam kehidupan kita. Karena nama Yesus ini kita diberi segala kemampuan dari Allah. Karena itu apa saja yang kita katakan atau perbuat jangan sampai di luar Firman Tuhan.  

Dalam setiap perkataan kita ada kuasa rohani. Kuasa ini ada dua bagian: Satu, kuasa rohani yang memang dari Allah, dan satu lagi yang dari setan. Hal ini selalu mengikuti kita dimana saja kita berada dan saat berbicara apa saja. Sering terjadi bahwa perkataan kita dipakai oleh setan dan berbicara tentang segala sesuatu yang bukan dari Allah. Mungkin itu secara sadar atau tidak sadar, sengaja ataupun tidak sengaja. Tetapi kita harus tahu bahwa setiap perkataan yang diucapkan kita akan menuai akibatnya.

Kisah. 4:12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Hanya dalam nama Yesus ada segala-galanya. Kita dilahirkan dengan segala kemampuan Allah. Kita setara dengan Allah, tetapi jiwa dan tubuh berbeda. Roh kita dengan Roh Allah menjadi satu. Maka itu yang bisa berhubungan dengan Allah adalah roh kita. Itu sebabnya sangat penting penuh dengan Roh Kudus, sehingga kita berdoa dengan kepenuhan Roh Kudus. Sejak diciptakan di taman Eden, roh manusia setara dengan Roh Allah karena roh manusia berasal dari Roh Allah. Dalam Roma 8:16 juga dikatakan Roh itu bersama-sama dengan roh kita bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Allah adalah Roh, karena itu manusia hanya dapat berhubungan dengan Allah melalui rohnya. Karena itulah betapa pentingnya kepenuhan Roh Kudus dan berdoa dengan berbahasa Roh.  Manusia memiliki roh, jiwa dan tubuh. Roh manusia setara dengan Allah, dan roh ini memerintah jiwa, jiwa memerintah tubuh. Jiwa adalah pikiran, emosi dan kehendak. Karena itu jiwa sangat berperan. Pikiran, emosi dan kehendak harus tunduk kepada roh. Karena itu kita harus melatih roh ini berhubungan dengan Allah dan Firman-Nya.

Lukas 1:80 “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya...”

Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Oleh Roh itu segala sesuatu ada dalam kehidupan kita. Allah sudah mempercayakan semua kuasa, kemampuan, dan segala berkat kepada kita untuk menguasai bumi. Hal tidak terjadi sekarang ini saja, tetapi sudah dimulai sejak dari Taman Eden.

Dalam Kisah 4:15 dikatakan bahwa karena melihat orang yang disembuhkan itu berdiri bersama-sama dengan Petrus dan Yohanes, dan juga diketahui oleh orang banyak, maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka menyuruh Petrus dan Yohanes keluar ruangan, lalu mereka berunding bagaimana siasat menghadapi Petrus dan Yohanes.

Kisah 4:19-20 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Setelah berunding, para tua-tua dan pemimpin melarang Petrus dan Yohanes berbicara dan mengajar dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes tidak takut terhadap ancaman mereka, bahkan menjawab dengan berani, “silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.”  

Yang paling penting adalah benar di hadapan Tuhan dan taat kepada Allah. Siapapun berkata-kata tentang anda  itu tidaklah penting, yang terpenting adalah hubungan anda dengan Tuhan Pencipta anda.

Setiap manusia, dimanapun dia berada selalu ada Allah dan juga iblis disampingnya. Apakah kita mau tunduk kepada Allah atau kepada iblis. Kalau Allah tidak mau menarik-narik. Allah memberikan kehendak bebas kepada kita. Tetabi iblis akan menarik-narik dan menghasut manusia. Allah memberikan kebebasan apakah kita mau mengikutiNya atau tidak. Sebab Allah sudah memberikan segala pengetahuan, kemampuan dan segala kuasa kepada kita, dan kita mempunyai Firman dan Roh. Tapi kebanyakan orang lebih mengikuti jalannya setan, dipengaruhi, bahkan diperalat oleh setan, tetapi tidak sadar. Bedanya adalah ada yang cepat sadar dan cepat kembali.

Beberapa contoh:
1. Adam dan Hawa. Kita melihat bagaimana setan bisa mempengaruhi Hawa, lalu Hawa menyeret Adam. Ini adalah manusia pertama yang diciptakan langsung oleh Allah, suci dan sempurna, ternyata bisa jatuh dalam dosa.

2. Petrus. Yesus berkata kepada Petrus “enyahlah iblis”. Petrus sebagai pemimpin dan yang selau dihormati oleh Tuhan, saat itu tidak sadar kalau dipakai oleh iblis.

3. Yudas Iskariot. Begitu lama Tuhan menyembunyikan kesalahannya dari rasul-rasul yang lain supaya mereka tidak tahu siapa yang dikatakan Yesus tentang seorang yang akan menjadi penghianat.. Bahkan sampai perjamuan terakhir masih ditutupi oleh Yesus. Ketika Yudas Iskariot menerima Perjamuan Kudus maka iblis masuk kedalam hidupnya.
Kisah 4:29-31 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Kita sangat perlu memperhatikan tentang doa jemaat dalam Kisah 4 ini. Mari kita memiliki doa seperti jemaat yang mula-mula, bahkan bukan saja sama seperti yang lalu, tetapi harus melebihinya. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435