Jumat Oktober 19 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (85)

(Rom 11:12)  Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

Di pelajaran yang lalu kita sudah melihat bahwa pelanggaran Israel justru menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain, yakni Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa lain sehingga mereka menerima kekayaan secara rohani dan jasmani. Namun kita harus mengerti bahwa pelanggaran bangsa Israel ini tidak untuk selamanya, satu kali kelak mereka akan dipulihkan. Mata rohani mereka akan dicelikkan sehingga mereka melihat bahwa Yesus adalah Mesias yang mereka cari-cari. (Zak 12:10)  "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.” Nah, ini yang dikatakan oleh ayat ini. Bila pelanggaran mereka saja sudah menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia, apalagi pertobatan mereka. Saya percaya bahwa akibat pertobatan bangsa Yahudi akan membawa berkat yang luar biasa kepada dunia, bahkan tidak mustahil itu berarti kesempurnaan bagi gereja Tuhan.

(Rom 11:13)  Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku.

- Paulus adalah seorang Yahudi asli tetapi ia diberi tugas untuk memberitakan Injil untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi. (Gal 1:15-16)  “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.” (II Tim 4:17) ” Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.” Dan bagi Paulus itu adalah suatu privilege (hak istimewa)

(Rom 11:14)  Yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.

- Dan apa yang Paulus harapkan dari panggilannya yang khusus ini ialah supaya ia dapat membangkitkan rasa “cemburu” dari orang-orang Yahudi sehingga mereka pada akhirnya juga bisa percaya kepada Yesus. Dan kalau kita melihat kisah pelayanan Paulus memang ia berhasil membangkitkan rasa cemburu bangsa Yahudi tetapi cemburu dalam arti “negatif”. Kita baca dalam Kisah Rasul dimanapun Paulus memberitakan Injil bangsa Yahudi selalu berusaha untuk menghalangi dan membinasakan Paulus

(Rom 11:15)  Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?

- Bangsa Israel ditolak oleh Allah karena ketidakpercayaan mereka kepada Injil, dan oleh karenanya maka Allah berpaling kepada bangsa-bangsa kafir. Mereka menerima Injil sehingga mereka diperdamaikan dengan Allah melalui AnakNya Yesus Kristus. Tetapi hal ini tidak selamanya. Ada satu saat bangsa Israel akan dicelikkan mata rohani mereka, dan mereka akan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dijanjikan, yang mereka nanti-nantikan itu. Oleh pertobatan mereka akan terjadi kebangkitan rohani besar-besaran di dunia. Itu yang dikatakan dalam ayat ini, “hidup dari antara orang mati”. Kapan itu terjadi? Tidak lama lagi… (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435