Selasa Agustus 21 , 2018

Arti Penyertaan Tuhan

Pdt. Misnan - Korea
Minggu, 22 Juli 2018

Bacaan: Kel. 13:20-21, Kel. 15:22-27

Setiap manusia mengalami masalah, persoalan dalam hidup, segala sesuatu bisa terjadi. Menjadi pergumulan kita, apa arti penyertaan Tuhan dalam hidup orang percaya. Jika kita salah mengartikan, kita bisa undur dan meninggalkan Tuhan sebaliknya jika kita mengerti artinya, kita akan menjadi orang yang kokoh dalam Tuhan.

Apakah arti penyertaan Tuhan?
1. Penyertaan Tuhan bukan berarti menjamin hidup bebas dari masalah.
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir membawa banyak jarahan, mereka sangat bersukacita dan tahu Tuhan menyertai mereka. Mereka percaya ini penyertaan Tuhan. tetapi sampai di Baal Zefon, mereka ketakutan. Di depan mereka ada Laut Teberau, belakang mereka orang Mesir. Setelah kejadian itu, mereka berjalan tanpa ada air. Menjadi pertanyaan mereka dan kita semua, apakah Tuhan menyertai? Jika iya Tuhan menyertai, mengapa ada masalah. Jika Tuhan tidak menyertai, mengapa ada tiang awan dan api disana.
Jadi penyertaan Tuhan bukan berarti manusia bebas dari masalah. Masalah boleh datang tetapi sebagai orang percaya kita tahu ada penyertaan Tuhan.

2. Penyertaan Tuhan bukan berarti Tuhan selalu mencukupi kebutuhan jasmani.
Ada pengajaran yang berkata kita semua adalah anak Raja, tidak mungkin kelaparan, tidak mungkin kekurangan. Pada kenyataannya, banyak orang kekurangan secara materi. Apakah benar bentuk penyertaan Tuhan ketika kita tidak kekurangan secara materi?
Bangsa Israel setelah terlepas dari Laut Teberau sangat bersukacita, tetapi 3 hari kemudian ada masalah baru, mereka kekurangan air. Hati mereka mulai dongkol dan bersungut-sungut. Puncak kekecewaan mereka waktu di Mara melihat Oase. Mereka mengira itu penyertaan Tuhan tetapi ternyata airnya pahit. Tiang awan dan api masih ada, sebagai tanda Tuhan ada dan bekerja dalam kehidupan mereka. Mereka menganggap penyertaan Tuhan itu berupa materi yang bisa dilihat dan dinikmati.
Bagaimana dengan kita? Apakah penyertaan Tuhan itu ketika kita kaya, sukses dan ketika miskin tidak punya apa-apa berarti tidak disertai Tuhan? Ayub punya segalanya dengan melimpah dan kita katakan ia disertai Tuhan. Ketika Ayub miskin, segala yang dimilikinya hancur, beranikah kita katakan ia tidak disertai Tuhan? Anak Tuhan sering mengaitkan penyertaan Tuhan dengan materi yang kita dapatkan atau tidak. Tetapi penyertaan Tuhan tidak bisa dikaitkan dengan materi. Ada kalanya Tuhan membiarkan kita ada dalam kekurangan, masalah supaya kita melihat ada tiang awan dan api. Selama tiang awan dan api masih berdiri, Tuhan mengerti, menolong dan bertanggungjawab dalam hidup kita. Hidup kita dijamin Tuhan.  

3. Penyertaan Tuhan berarti Tuhan hadir dan berfirman kepada kita
Ketika bangsa Israel minum air yang pahit, Musa berseru-seru kepada Tuhan dan air keluar. Israel merasa Tuhan tidak menolong, bersungut-sungut dan marah pada Musa, lalu Tuhan membuat mujizat.
Penyertaan Tuhan ada ketika Tuhan hadir dan berfirman. Penyertaan Tuhan yang jauh lebih bernilai dari segala sesuatu adalah firman Tuhan. Daud benar-benar menghargai Firman Tuhan lebih dari yang dimiliki dan selalu menghadirkan Tuhan dalam segala yang dilakukannya (Maz. 19). Daud selalu menghadirkan Tuhan dan bergaul dengan firman Tuhan.
Ketika masalah datang dan kita mengalami badai, apakah prestasi, koneksi, investasi atau reputasi kita bisa mengatasi masalah? Hanya ada 1 yang bisa membuat kita kuat yaitu IMAN. Bagaimana iman bisa timbul? Rom. 10:17. Semua kita bisa mengalami hal yang buruk, tetapi ketika kita meghadirkan Tuhan, mencintai firman Tuhan dan mendengar firmanNya, maka iman kita timbul dan kita semakin mengasihi Tuhan. Tahu atau tidak, mengerti atau tidak, tetaplah membaca firman Tuhan, dan satu kali kita akan mengerti Tuhan selalu menyertai dan menolong kita. Jangan takut menghadapi kesulitan, masalah, semua itu boleh dan pasti datang. Tetapi orang yang menghadirkan Tuhan dan merenungkan firman Tuhan, selalu disertai Tuhan.

4. Penyertaan Tuhan berarti Tuhan selalu menuntun umatNya pada jalan yang benar.
Terkadang kita ragu, apakah Tuhan menyertai dan menolong ketika kita melangkah. Israel juga bertanya, bahkan bersungut-sungut dan marah kepada Musa. Mereka dongkol karena keinginannya tidak terpenuhi dan berhenti marah ketika Tuhan menjawab mereka. Jarak Mara ke Elim sekitar 7 mil/11km. Seandainya mereka tahu Tuhan selalu menyertai dan menuntun ke jalan yang benar, mereka pasti tidak bersungut-sungut. Bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan sebenarnya hanya membutuhkan waktu 3 hari, namun mereka dibawa jalan memutar. Tetapi Tuhan tidak pernah salah menuntun.  Kita juga sering bertanya apakah benar jalan yang sedang kita tempuh ini, berapa lama kita sudah berdoa dalam pergumulan? Tuhan tidak pernah salah dalam keputusanNya, penyertaanNya, jalanNya selalu benar untuk kita.
Dalam perjanjian lama ada orang-orang yang seandainya tahu Tuhan menyertai, pasti mereka akan melakukan sesuatu dengan sukacita.
- Yakub - jika tahu akan dipertemukan dengan Esau pasti tidak akan lari ketakutan saat dikejar Esau.
- Yosua - jika tahu Allah menyertai pasti tidak tawar hati.
- Elia - jika tahu akan diangkat hidup-hidup pasti tidak akan takut dengan Izebel.
- Ayub - jika tahu penderitaan akan dipulihkan maka tidak akan bersungut-sungut.

Kitapun ketika tahu Tuhan menyertai, pasti kita akan bersukacita. Tuhan dalam firmanNya berjanji menyertai kita orang percaya sampai ke ujung bumi. Ketika kita merenungkan firman dan menghadirkan Tuhan dalam hidup kita, maka penyertaan Tuhan selalu ada dalam kita. Kita hidup di tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan dan banyak penderitaan. Bangsa Israel juga hidup  dikelilingi oleh 22 negara yang tidak mengenal Tuhan dan mereka tetap bertahan berdiri karena disertai Allah. Apalagi kita sebagai orang percaya yang memiliki janji yang pasti dari Tuhan, pasti Tuhan akan menyertai kita. Jangan berpikir Tuhan sedang membawa kita ke jalan yang salah. Tuhan selalu membawa kepada jalan yang benar karena Dia Allah maha tahu dan bijaksana. Jangan takut dan gelisah menghadapi kesulitan dan jalan buntu karena di dalam Tuhan selalu ada jalan dan Tuhan menyertai kita untuk selamanya. Tuhan Yesus memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com