Minggu Oktober 21 , 2018

Membangun Tempat Kediaman Allah

Pdt.Nelson Tarigan - Singkawang
Minggu, 15 Juli 2018

Bacaan: Hagai 1:1-8

Pada tahun 607 bangsa Israel ditawan di Babel. Selama 490 tahun mereka tidak memperingati Sabat. Sehingga akibatnya bangsa Israel ditawan selama 70 tahun di Babelonia. Kehidupan dalam tawanan itu pasti sangat menderita, sangat sulit, dan tidak ada pengharapan akan masa depan. Tetapi belas kasihan muncul ketika Raja Darius memerintah Babelonia. Raja Darius memberangkatkan Bangsa Israel kembali pulang ke tanah Perjanjian. Bangsa Israel harus kembali ke tanah Perjanjian dengan satu tujuan, yaitu membangun Bait Allah.
Dalam Ezra 1:1-2 raja Koresh juga menghimbau agar semua orang Yahudi yang tinggal di Babelonia untuk pulang membangun kembali Bait Allah. Raja Koresh juga memberikan semua fasilitas untuk membangun kembali Bait Allah. Tetapi saat bangsa Israel sampai di Tanah Perjanjian mereka tidak segera membangun Bait Allah. Sampai Firman Tuhan datang melalui nabi Hagai di tahun ke 16 setelah mereka kembali ke tanah Perjanjian. Bangsa ini diingatkan bahwa mereka tidak menikmati hasil tanah Perjanjian.
Hagai 1:6 “Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan ,tetapi tidak sampai kenyang… “ , padahal mereka ada di tanah Kanaan yang seharusnya melimpah susu dan madunya. Seharusnya mereka diberkati dan hidup berkelimpahan, tetapi pada kenyataannya mereka hidup sengsara. Hal ini terjadi karena mereka mengabaikan Firman Tuhan. Dalam Hagai 1:2 Bangsa Israel mengatakan belum tiba saatnya membangun kembali Rumah Tuhan.

Mengapa penting sekali untuk membangun kembali Bait Allah di Tanah Perjanjian? 2 Tawarikh 7:13-16

- Karena Bait Allah menjadi sarana memohon dan berkomunikasi dengan Tuhan.
- Allah akan mengembalikan keadaan mereka seperti semula dimana dipelihara dan dilindungi
- Dimana Nama Allah mau tinggal selama-lamanya di sana

Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 3:16-17 “kamu adalah Bait Allah dan Roh Allah tinggal dalam kamu”. Kalau Allah di dalam kita, berarti Dia mengetahui setiap persoalan kita dan akan menyelesaikannya. Efesus 2:21 Kita adalah tempat kediaman Allah. Tempat kediaman Allah berarti dilindungi dan dipelihara oleh Allah. Inilah tujuan Tuhan menyelamatkan dan menjadikan kita sebagai Umat-Nya. Saat kita menjadi tempat kediaman Allah, hidup kita akan menjadi sangat berarti. Sudahkah kita menjaga tempat kediaman Allah? Jangan seperti bangsa Israel yang tidak memperdulikan Bait Allah.
Harus ada keinginan untuk memperbaiki Bait Allah. Tuhan memberi fasilitas Roh dan Firman untuk memperbaiki Bait Allah.

Ada 3 hal yang dituntut dari Hagai!
1. Hagai 1:5 “Perhatikanlah keadaanmu!”
Kita adalah ciptaan-Nya yang paling sempurna, tetapi kita ciptaan-Nya yang paling sulit dikoreksi. Karena itu Firman ini sampai datang 2x kepada Hagai. Perhatikanlah keadaanmu! Pemulihan terjadi ketika kita mengakui kesalahan kita. Firman Tuhan juga mengatakan penghakiman dimulai dari Rumah Allah. Kita tidak akan bisa memperbaiki diri bila kita tidak mau mengoreksi diri.

2. Hagai 1:8 “Jadi naiklah ke gunung”
Naik ke atas gunung dan membawa kayu untuk Rumah Tuhan membutuhkan waktu. Ini mengingatkan kita seberapa banyak waktu kita bersama Tuhan. Bagaimana kita bersahabat dengan Tuhan bila tidak berkomunikasi dengan Tuhan.

3. Hagai 1:8 “bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu”
Hal ini berbicara membawa persembahan yang terbaik. Melakukan segala sesuatu untuk Tuhan dengan tulus hati.

Tuhan mengukur segalanya melihat dari hati. Sekecil apapun yang kita lakukan untuk Tuhan akan dihargai Tuhan. Mari kita menjadikan kehidupan kita tempat kediaman Allah. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435