Minggu Oktober 21 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (82)

(Rom 10:17)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

- Inilah salah satu alasan penting mengapa kita harus memberitakan Firman dan mengapa kita harus mendengar Firman, karena iman tumbuh dari mendengar Firman Tuhan. Kata “firman” disini dipakai kata “rhema”. Kata “rhema” berasal dari kata “rheo” yang artinya berbicara (to speak). Jadi yang dimaksud dengan firman disini secara spesifik ialah firman yang “diucapkan” atau firman yang “diberitakan”. Contoh yang paling tipikal yaitu yang tercatat di Kisah Rasul 14:8-10. Suatu ketika Paulus memberitakan Injil di kota Listra. Sementara dia memberitakan firman, disitu ada seorang yang lumpuh sejak lahir. Orang ini terus mendengar apa yang dikatakan oleh rasul Paulus hingga satu saat Paulus dapat melihat bahwa orang tsb. percaya kepada apa yang ia beritakan, lalu ia berseru : “Berdirilah tegak di atas kakimu!” dan….mujizat terjadi! Dari kisah ini kita dapat melihat bagaimana pekerjaan firman Tuhan itu. Ia mendatangkan iman bagi orang yang sungguh-sungguh menerimanya dengan hati yang murni dan pada akhirnya iman itu mendatangkan mujizat yang dibutuhkan, maukah anda juga alami hal ini ?

(Rom 10:18)  Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."

- Berdasarkan ayat di atas maka ada dua pertanyaan yang diajukan. Yang pertama ialah, bagaimana jika seseorang tidak pernah mendengar kabar baik, bukankah ia tidak dapat dipersalahkan atas ketidakpercayaannya? Dan Paulus menjawab bahwa sesungguhnya Allah itu adil, Ia telah memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendengar berita Injil, terlebih dengan kemajuan telekomunikasi dan informasi dewasa ini. Bangsa Israel di Perjanjian Lama juga telah menerima kabar baik lewat Taurat (Luk.24:27). Sekarang tinggal bagaimana respons setiap orang, apakah ia mau menanggapinya atau tidak!

(Rom 10:19)  Tetapi aku bertanya: Adakah Israel menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "Aku menjadikan kamu cemburu terhadap orang-orang yang bukan umat dan membangkitkan amarahmu terhadap bangsa yang bebal."

- Pertanyaan kedua ini melanjutkan pertanyaan yang pertama, bagaimana sekarang tanggapan bangsa Israel, apakah mereka telah menanggapi dengan baik berita keselamatan yang mereka terima? Jawabnya “Tidak!”. Itulah sebabnya dalam pesan-pesannya yang terakhir kali Musa menegur bangsa Israel, karena mereka telah membuat Allah cemburu dengan berhala-berhala asing yang notabene bukan Allah, maka Allah akan membuat mereka cemburu dengan bangsa-bangsa lain yang notabene bukan umat pilihan Allah (Ul.32:21)

(Rom 10:20-21)  Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku." Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah."

- Dua ayat ini dikutip dari kitab nabi Yesaya 65:1-2 untuk menggambarkan bagaimana perasaan hati Allah terhadap umat pilihanNya. Allah telah menyatakan dirinya sedemikan rupa kepada bangsa Israel agar mereka sungguh-sungguh percaya dan mengasihi Dia. Sepanjang hari Ia telah mengulurkan tanganNya kepada mereka, tetapi mereka menolak uluran tangan Allah ini. Itulah sebabnya maka Allah beralih kepada bangsa-bangsa “kafir”, yang bukan umat pilihanNya, dan justru mereka inilah yang menyambut uluran tangan Allah itu, termasuk anda dan saya…! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435