Jumat Juli 20 , 2018

Roh Kudus Melahirkan Kesepakatan

Pdt. Yusak Tjong
Minggu, 1 Juli 2018

Bacaan: Kisah Para Rasul 3:1-10

Perjalanan kerohanian kita tidak berhenti sampai ketika lahir baru dan dibaptis dengan air dan Roh Kudus. Masih ada langkah berikutnya, yaitu hidup menghasilkan buah-buah Roh. Selain itu kita juga harus memaksimalkan berbagai karunia rohani yang telah dikaruniakan oleh Roh Kudus kepada kita, baik itu karunia Roh Kudus maupun jawatan dalam gereja Tuhan. Dan kita harus terus mengerjakan ini sampai mencapai kesempurnaan gereja untuk menyongsong kedatangan Tuhan yang kedua dan masuk dalam kekekalan yang mulia.
Kita telah belajar bersama mengenai bagaimana Roh Kudus akan memimpin kita kepada kebenaran serta bagaimana Roh Kudus menginsafkan kita. Dan saat ini kita akan melihat mengenai hubungan antara Roh Kudus dan kesepakatan. Dalam Kis. 3 diceritakan mengenai seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir. Namun setiap hari ada orang-orang yang mengusung dan membawanya ke pintu gerbang Bait Allah. Akhirnya suatu hari ia bertemu dengan Petrus dan Yohanes dan mengalami mujizat kesembuhan.
Dalam kisah ini ada satu peran penting yang mungkin tidak disadari oleh kita ketika membaca atau mendengarnya, yaitu peran dari orang-orang yang mengusung orang lumpuh itu. Dari mereka kita bisa belajar apa itu kesepakatan. Untuk mengusung tentu diperlukan lebih dari satu orang, dan pasti diperlukan kerjasama yang baik untuk dapat mengusung orang lumpuh itu bersama-sama. Dan di ayat 2 dikatakan bahwa hal ini dilakukan tiap-tiap hari. Jadi untuk melakukan hal ini diperlukan bukan hanya ketekunan, namun terlebih lagi beban dan belas kasihan kepada orang lumpuh itu. Hal yang kelihatannya sepele, tapi berperan penting. Kita jangan meremehkan hal-hal kecil, sebab apa yang kita perbuat, sekecil apapun itu, dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain.
Untuk mempelajari kesepakatan lebih jauh kita harus mundur mulai dari Kis. 1:12-14 di mana para murid bersama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus , dan dengan saudara-saudara Yesus bertekun dan bersepakat dalam doa bersama-sama. Akhirnya dalam Kis. 2 mereka semua dipenuhkan dengan Roh Kudus, kemudian Petrus berkotbah dan tiga ribu jiwa memberi diri untuk dibaptis. Di ayat 42-47 kita melihat bagaimana indahnya persatuan dan kesepakatan dari jemaat yang pertama. Mereka bukan hanya tekun beribadah, namun mereka juga saling berbagi dalam kasih dan ketulusan. Dan dampak nyata yang terlihat adalah tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Dalam Mat. 18:18-20 Yesus mengajar kepada murid-murid-Nya tentang pentingnya kesepakatan. Kesepakatan tidak dipengaruhi oleh banyaknya orang yang terlibat di dalamnya, melainkan seberapa besar bobot atau kualitas kesepakatan itu, sebab di mana dua tau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, di situ Tuhan ada. Dan jika mereka sepakat, maka apapun permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa. Ada kuasa dalam diri orang percaya, khususnya dalam diri orang-orang yang bersepakat, sehingga apa yang mereka ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang mereka lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Yesus tahu arti pentingnya kesepakatan, karena itu di akhir pelayanan-Nya Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya agar mereka menjadi satu dan tinggal dalam kesepakatan (Yoh. 17:20-23). Tuhan memberikan kemuliaan kepada gereja Tuhan agar menjadi satu seperti Yesus yang adalah satu dengan Bapa dan Roh Kudus. Apabila kita bersatu, maka hidup kita akan menjadi kesaksian yang indah, sehingga dunia ini dapat menjadi percaya (ayat 21, 23). Dan dalam persatuan itulah gereja Tuhan akan dapat menikmati kasih Ilahi dan akhirnya melangkah menuju kesempurnaan.
Jadi kita tahu bahwa persatuan dan kesepakatan adalah kehendak Tuhan yang harus diwujudkan dalam gereja Tuhan. Kesepakatan dapat dimulai dari tindakan kasih yang kecil dan terus berlanjut dalam segala aspek kehidupan kita. Dan semua ini hanya dapat terjadi kalau kita bergantung sepenuhnya pada pimpinan dan karya Roh Kudus, sebab tanpa Roh Kudus tidak mungkin ada kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Mari ijinkan Roh Kudus terus bekerja dan memenuhi kita dengan kasih ilahi, maka kuasa-Nya yang dahsyat akan menjadi bagian kita. Tuhan Yesus memberkati! (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

 

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com