Jumat Oktober 19 , 2018

Pribadi Yang Dikasihi Tuhan

Pdt. Goktondi Pasaribu
Minggu, 24 Juni 2018

Bacaan: Yoh. 11:33-36

Kisah ini menjelaskan bagaimana Yesus mengekspresikan kasihNya yang besar kepada Maria di depan orang banyak. Kasih Yesus kepada Maria istimewa dan menonjol, berbeda dengan kasihNya kepada Marta, padahal Allah adil dalam mengasihi semua manusia seperti yang dikatakan dalam Yoh. 3:16 - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.
Orang banyak berkata Yesus hanya menunjukkan empati karena Maria sedang berdukacita, Yesus merasakan apa yang dirasakan Maria. Orang-orang menyangkal bahwa kasih Yesus hanyalah sekedar ekspresi, bukan kasih dalam perbuatan (ay. 35-37). Tetapi Yesus membuktikan kasihNya kepada Maria bukan hanya dalam perkataan tetapi dalam perbuatan dengan membangkitkan Lazarus.
Tuhan tidak favoritism, Ia mengasihi semua orang yang datang kepadaNya, tetapi mengapa Maria lebih dikasihi? Karena Yesus lebih mengasihi orang yang merespon kepada kasih Tuhan. Kita juga bisa istimewa di hadapan Tuhan jika kita menunjukkan respon yang luar biasa terhadap kasih Tuhan. Ada pertumbuhan karakter yang luar biasa dalam diri Maria.
Jangan kita berpikir bahwa pernyataan “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini” membuat Allah tetap mengasihi kita sekalipun  kita melakukan kejahatan dan dosa. Itu sebuah konsep yang salah, jangan bermain-main dengan kasih Allah. Kasih itu harus diresponi dan kita harus bertumbuh dalam kasih Allah.
Karakter dalam diri Maria yang mempesona Yesus dan membuatnya sangat dikasihi Tuhan:
1. Maria pribadi yang murah hati (Yoh. 12:3-8)
Maria mencurahkan ½ kati minyak narwastu murni untuk mengurapi Yesus. Harga minyak itu 300 dinar (upah 300 hari pekerja pada jaman itu). Maria memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Tetapi ada banyak  orang tidak memberi  yang terbaik kepada Tuhan. Selagi kita masih muda, kuat, kita berikan hidup kita untuk melayani Tuhan, jangan tunggu tua, sakit-sakitan atau dalam keadaan yang sekedar  “masih bisa dipakai”. Memberi bukanlah semata-mata soal jumlah, tetapi dari filosofi yang mendasarinya  yaitu memberi  “yang terbaik untuk Tuhan”. Berikanlah hati, hidup, materi yang terbaik kepada Tuhan seperti yang  telah dilakukan Maria.
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati - Luk. 6:36.
2. Maria pribadi yang rendah hati (Yoh. 12:3b)
Maria menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Ini  adalah bentuk  penyerahan diri dan kerendahan hati dihadapan Tuhan. Rambut/kepala adalah lambang harga diri. Maria berlutut, tersungkur menyembah Yesus (proskuneo). Orang rendah hati tidak mempertahankan harga diri untuk tersungkur di kaki Tuhan, Raja segala raja.
Dalam Yoh. 11:21 dan Yoh. 11:31, kita melihat perbedaan reaksi antara Marta dan Maria ketika datang kepada Yesus. Ketika Maria berhadapan dengan Yesus selalu ada dalam kerendahan hati dan sikap menyembah (tersungkur). Yesus mengasihi orang yang rendah hati karena Yesus sendiri juga adalah Pribadi yang rendah hati.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan - Mat. 11:29.

3. Maria pribadi yang tahan kritik
Maria mendapat kritik dari Yudas meskipun ia sudah melakukan yang terbaik. Banyak orang mundur dari pelayanan karena tidak tahan kritik. Merasa sudah memberi yang terbaik, penuh semangat melayani Tuhan tetapi tetap dikritik sehingga membuat banyak anak Tuhan mundur. Berbuat baik, melayani dengan sungguh-sungguh, dengan tulus bukan jaminan tidak akan ada kritik. Inilah pengalaman salib. Jika kita mau lebih sempurna menyukakan hati Tuhan, harus alami kritik. Kalau kritik tidak ada, kerendahan hati bisa tidak murni dan kemurahan hati bisa berubah. Kritik hanya menyusahkan orang yang melayani, tetapi kita harus tahan terhadap kritikan (Mat. 26:8-10).
Kritik bisa datang dari orang terdekat, seperti Marta yang berani mengkritik melalui Yesus (Luk. 10:40). Tetapi Maria sudah memilih yang terbaik yaitu mendengar  firman, bukan sibuk dengan hal-hal lain. Jika pilihan kita adalah hal yang terbaik untuk Tuhan, persiapkan diri untuk kritik yang akan datang pada kita. Yesus mencari gereja yang dewasa, yang tahan terhadap kritikan.
“Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa”  (Ibr. 12:3)
Tuhan mau kita tahan kritik seperti Yesus yang dari awal pelayanan sampai disalib terus dikritik. Kita sebagai muridNya harus tahan kritik, jangan menjadi lemah dan putus asa karena itu adalah syarat untuk dikasihi Tuhan secara luar biasa.

Ketiga sifat inilah yang dimiliki Maria sehingga ia sangat dikasihi Tuhan. Kiranya kita juga memiliki sifat-sifat ini sehingga hidup kita dapat  mempesona hati Yesus. Bentuk dan tampilan  pelayanan kita pasti berbeda satu dengan yang lain dan itu seringkali mendatangkan kritik, tetapi selama kita tahu  bahwa hal itu tidak menyimpang dari Tuhan, mari terus bertahan dan terus memberikan yang tebaik.
Tuhan Yesus memberkati.

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435