Jumat Juli 20 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (78)

(Rom 10:1)  Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.

- Ayat ini menunjukkan beban Paulus terhadap bangsanya yakni bangsa Israel (Yahudi) secara daging. Sebagai orang percaya kita harus juga memiliki beban terhadap keselamatan bangsa kita, tidak boleh acuh tak acuh. Dan beban itu lebih jauh harus diwujudkan dengan tindakan yang nyata, minimal dengan doa. Paulus meskipun dipanggil sebagai rasul bagi bangsa-bangsa kafir namun ia tidak lupa akan asal-usulnya sebagai orang Yahudi, dan ia terbeban dan berdoa bagi keselamatan bangsanya…

(Rom 10:2)  Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

- Yang mendasari mengapa Paulus sangat mengasihi bangsanya karena ia sangat mengerti latar belakang bangsa Yahudi. Ingat, bahwa sebelum ia ditangkap oleh Tuhan, ia sendiri adalah seorang Farisi bahkan anggota dari majelis besar (Sanhedrin), dan dialah yang memimpin penganiayaan terhadap orang Kristen (Kis.7), seperti yang Paulus katakan di suratnya (“…aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.” I Tim.1:13). Ia mengakui bahwa ia melakukan semua itu dengan anggapan bahwa ia sedang giat beribadah kepada Allah, tetapi tanpa ia sadari ia justru sedang menganiaya Allah. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" (Kis.9:4)

(Rom 10:3)  Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

- Inilah masalah orang Yahudi dan masalah manusia sepanjang jaman, yaitu mau mendirikan kebenarannya sendiri. Ingat Adam dan Hawa, ketika mereka jatuh ke dalam dosa maka mereka berusaha menutupi ketelanjangan mereka dengan daun pohon ara, tetapi kemudian Allah memberikan pakaian dari kulit binatang kepada mereka. Daun pohon ara yang segera kering dan layu berbicara tentang kebenaran manusia, sedangkan kulit binatang yang awet dan kuat itu berbicara tentang kebenaran Allah yang membutuhkan suatu pengorbanan. Kristus adalah kebenaran Allah. Ia telah mati di kayu salib untuk dosa-dosa umat manusia. Barangsiapa yang mau percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan, ia akan dibenarkan. Inilah kebenaran Allah, dibenarkan oleh iman, bukan oleh perbuatan !!

(Rom 10:4)  Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

- Kata “kegenapan” dipakai kata “telos” yang artinya “”tujuan, gol, terminal”. Jadi kita bisa umpamakan seperti sebuah kereta api yang sedang berjalan, maka ada satu saat akan berhenti ketika sudah mencapai tujuan/terminal yang dituju, demikian juga dengan hukum Taurat. Kitab Galatia mengatakan bahwa Taurat hanyalah “penuntun” sampai Kristus atau kebenaran iman itu datang (dinyatakan). “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.” (Gal.3:24). Seperti halnya kereta api yang hanya sarana untuk mencapai tujuan, demikian juga dengan hukum Taurat hanyalah sarana untuk membawa kita kepada Kristus. Apabila sudah sampai di tujuan, maka kereta api itu ditinggalkan. Sayangnya ada orang-orang yang meskipun sudah sampai di tujuan, masih masih tidak mau turun, mereka masih menikmati kursi dan seat-belt kereta api itu. Siapakah mereka? Orang-orang Yahudi. (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com