Jumat Oktober 19 , 2018

3B

Pdt. Simon Kostoro
Sabtu, 2 Juni 2018

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Roma 12:12
3B adalah Bersukacita, Bersabar, dan Berdoa. Konteks atau latarbelakang dari ayat ini adalah sebuah keadaan yang tidak menyenangkan, dan dituliskan untuk anak-anak Tuhan yang sedang menghadapi masalah kehidupan. Jadi saat menghadapi persoalan atau masalah ingatlah “3B”.

1.  Bersukacita.
“Bersukacitalah dalam pengharapan”
Kita harus bersukacita sebab sukacita itu sangat penting. Kitab Amsal berkata bahwa hati yang bergembira dapat menghadapi persoalan. Nehemia juga berkata bahwa sukacita dari Tuhan itulah kekuatan kita. Itu sebabnya sukacita ini tidak boleh hilang dari kehidupan kita. Anak-anak Tuhan identik dengan sukacita. Pengharapan adalah kunci dari sukacita kita. Dan Pengharapan kita di dalam Kristus  adalah sesuatu yang pasti dan tidak pernah mengecewakan.

a. Paulus
Paulus mengatakan hal di atas  bukan sebagai teori melainkan sudah mengalaminya sendiri. Hal ini dapat kita lihat dalam Surat Filipi. Surat Filipi adalah Surat sukacita, dimana Paulus berkali-kali mengatakan supaya “bersukacitalah”. Ketika Paulus menulis Surat Filipi, ia bukan sedang dalam keadaan yang nyaman atau menyenangkan, melainkan Paulus dalam keadaan terbelenggu dan dirantai sebagai seorang narapidana. Suatu situasi dan kondisi yang bertolakbelakang dengan sukacita. Artinya adalah bahwa dalam keadaan apapun kita dapat bersukacita, dan harus tetap bersukacita.

b. Jemaat
2Kor. 8:1-2 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
Jemaat di Makedonia adalah termasuk  jemaat Filipi, Tesalonika dan juga jemaat Berea. Dalam pelbagai (berbagai macam) penderitaan yang mereka alami, sukacita mereka tetap meluap. Seberat apapun persoalan kita, kita dapat tetap bersukacita.

2. Bersabar
“Sabarlah dalam kesesakan”. Sabar atau kesabaran adalah karakter ilahi, dan Tuhan mau menumbuhkan karakter ini dalam setiap kehidupan anak-anakNya.

Jadi, kita harus bertumbuh dalam karakter ilahi sampai kita menjadi serupa dengan gambarNya. Salah satu dari Buah Roh adalah Kesabaran (Gal. 5:22-23). Kesabaran dalam kata lain ditulis sebagai “tahan uji”.

Bagaimana Tuhan bisa menumbuhkan karakter itu?
Satu-satunya cara adalah lewat “kesesakan”. Karakter tidak tumbuh hanya karena kita mempelajari Alkitab, membaca buku ataupun mendengarkan kotbah. Supaya karakter ini benar-benar bertumbuh dan menjadi bagian dalam kehidupan kita, maka mau tidak mau kita harus mengalami kesesakan. Jadi untuk memiliki karakter kesabaran maka Tuhan akan ijinkan kita mengalami kesesakan.
Sama halnya dengan seseorang yang ingin membentuk otot yang kuat, maka ia akan melatih tubuhnya dengan beban yang berat. Demikian juga karakter kesabaran akan bertumbuh jika kita mengalami berbagai kesesakan. Jadi jangan merasa kecewa atau kecil hati ketika menghadapi kesesakan sebab mungkin itulah saatnya Tuhan sedang membentuk kerohanian kita, sehingga kita menjadi orang Kristen yang kuat dan tahan uji, serta tidak goyah dalam menghadapi masalah.
Tentu kita bertanya “sampai kapan” atau “berapa lama lagi” kita harus bersabar. Pemazmur juga berkali-kali menanyakan hal yang sama, dan jawabannya adalah “hanya Tuhan yang tahu”. Sebab tidak seorangpun bisa tahu sampai kapan kita harus bersabar.

1Pet. 5:6  Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Kata “sabar” dalam bahasa aslinya berarti “duduk diam dibawah tangan Tuhan yang kuat”. Kita tetap sabar sampai pada waktunya Tuhan. Waktunya Tuhan itu selalu yang terbaik, sebab Ia membuat segala sesuatu baik pada waktunya.

Yak. 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

3. Berdoa
“Bertekunlah dalam doa”, artinya adalah jangan putus asa dalam berdoa, biarlah doa kita naik bertalu-talu kepada Tuhan sampai Tuhan tidak tahan terhadap doa-doa kita.  Yes. 62:7 “dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.”

Luk. 18:1-8 Perumpamaan tentang Hakim yang tidak benar
Tuhan memakai perumpamaan untuk membandingkan Allah yang Setia dengan Hakim yang tidak benar. Seorang janda yang memiliki masalah dan sangat membutuhkan pembelaan dari seorang Hakim, dan ia tidak pernah putus asa dalam mengajukan permohonan hingga sampai dimana Hakim tersebut terpaksa melakukan permohonannya.
Dalam ayat 6-7 dijelaskan bahwa Allah jauh melebihi sang Hakim dan Dia akan menolong orang-orang yang berseru kepadaNya dari segala masalah mereka. Bahkan dalam ayat 8 dijelaskan bahwa Tuhan tidak pernah mengulur-ulur waktu untuk menolong kita.
Itu sebabnya kuatkan iman kita dan jangan putus asa bahwa Tuhan akan mendengar dan menjawab doa kita. Terus tekun berdoa sampai jawaban doa itu nyata dalam kehidupan kita, sebab Tuhan sendiri yang mengajarkan supaya kita bertekun dan tidak jemu-jemu dalam berdoa.

Filipi 4:4-7 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435