Selasa September 25 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (77)

(Rom 9:28)  “Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

- Paulus dengan ilham Roh mengutip ayat di Yes.10:22-23 yang lengkapnya berbunyi sbb., “Sebab sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya sisanya akan kembali. TUHAN telah memastikan datangnya kebinasaan dan dari situ timbul keadilan yang meluap-luap. Sungguh, kebinasaan yang sudah pasti akan dilaksanakan di atas seluruh bumi oleh Tuhan, TUHAN semesta alam.” Ayat ini menegaskan bahwa apapun yang telah difirmankan oleh Tuhan, Tuhan pasti akan genapkan sampai tuntas dan sempurna. Dan bukan hanya itu saja, di ayat ini dua kali muncul kata “suntemno” (Gerika) yang artinya “singkat atau cepat”. Ini mengingatkan kita pada satu ayat yakni di Mat.24:22, Tuhan Yesus berkata, “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.” Saudara-saudara yang terkasih, kita sudah hidup di akhir jaman dan waktunya masih dipersingkat pula, sebab itu marilah kita berjaga-jaga, sebab waktunya sudah tidak lama lagi!  

(Rom 9:29)  Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."

- Kembali di ayat ini Paulus mengutip nubuatan nabi Yesaya (Yes.1:9). Hal ini juga mengingatkan kita bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memiliki hubungan yang erat. Yesaya waktu itu memperingatkan Yehuda akan penghukuman Allah yang akan ditimpakan atas Yerusalem karena mereka tidak bertobat dan melakukan keadilan. Disini Paulus mengingatkan bangsa Yahudi yang juga telah menegarkan hati dan menolak Yesus Sang Mesias, mereka juga akan dihukum oleh Tuhan.

(Rom 9:30)  Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.

- Inilah yang dinamakan dengan kasih karunia. Itu yang dikatakan oleh rasul Paulus bahwa kita diselamatkan bukan hasil usaha atau perbuatan kita melainkan oleh kasih karunia Tuhan (Ep.2:8). Namun kasih karunia juga harus diterima dengan iman (Rom 5:1). Itulah sebabnya dipakai istilah “ kebenaran karena iman”. Jadi keselamatan itu melibatkan Allah dan manusia. Dari pihak Allah, Allah telah menyediakan keselamatan itu melalui pengorbanan Yesus PutraNya di atas kayu salib Golgota. Dari pihak manusia, kita harus percaya dan menerima karya Allah itu maka kita akan dibenarkan oleh darah Yesus yang sudah dicurahkan di atas kayu salib. Yesus mati untuk dosa seisi dunia, tapi bukan semua manusia secara “otomatis” dibenarkan seperti yang dianut oleh paham universalisme, bukan demikian. Kebenaran itu harus diterima dengan dan melalui iman percaya, baru kebenaran itu menjadi bagian dalam kehidupan kita. (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435