Selasa Agustus 21 , 2018

Kesengajaan Tuhan

Pdt. Herman Rantung - Jakarta
Minggu, 27 Mei 2018

Ada kisah-kisah yang sederhana tetapi mengandung makna yang Tuhan mau ajarkan kepada kita bahwa Tuhan punya kehendak dan ada hal-hal yang sepertinya Tuhan sengaja membiarkan kita ada dalam situasi tertentu. Dibutuhkan level kerohanian yang tinggi untuk kita bisa mengerti setiap kehendak Tuhan bagi kita. Berikut kita mempelajari 3 kisah tentang kesengajaan Tuhan.
1. Mat. 8:23-27
Murid-murid berada dalam situasi mencekam, kapal mereka diterpa angin ribut sedangkan Yesus tidur. Kita berharap segala sesuatu berjalan aman, normal, tetapi Tuhan ijinkan ada angin ribut datang, ada situasi yang mencekam, masa yang sulit, kita tidak inginkan terjadi tetapi terjadi. Tetapkah kita cinta Tuhan ketika Tuhan tidur saat kita sedang menghadapi badai? Bagi Tuhan, sebesar apapun badai tidak menjadi masalah. Dia tidak terganggu dengan apapun yang terjadi di dunia, Dia tetap tenang karena Yesus seorang yang tenang.
Banyak anak Tuhan tidak terima ketika menghadapi badai dan berpikir seharusnya Tuhan bertindak, seharusnya Tuhan melakukan sesuatu. Kita lupa Tuhan punya kehendak, kepada siapa, apa, kapan dan dimana pertolongan Tuhan berlaku. Ketika tingkat kerohanian kita tidak tinggi, kita akan selalu menyalahkan Tuhan dalam segala kesulitan yang kita hadapi.
Ketika menghadapi badai, kita fokus kepada masalah dan tidak menyadari bahwa Yesus selalu ada bersama kita. Kita seringkali membiarkan Tuhan tidur. Kita cari Tuhan dan libatkan Tuhan dalam hal-hal yang berat tetapi untuk hal yang kecil, kita merasa punya pengalaman, punya kenalan dsbnya. Manusia punya kehendak bebas, Tuhan tidak memaksa orang, mau ibadah atau tidak, doa atau tidak. Tetapi orang yang mengutamakan ibadah akan diberkati, dijauhkan dari segala penyakit, dan kita akan memiliki iman yang teguh karena kita memiliki firman.
Apakah Tuhan tetap tinggal tidur? Tidak. Tuhan adalah Allah yang setia, ketika kita memanggil namaNya, menghargaiNya, Tuhan akan menolong kita. Allah berkuasa, kuasaNya tetap sama, tidak berubah selama-lamanya.

2. Yoh. 11:6 - 42
Maria, Marta dan Lazarus adalah keluarga yang sangat dikasihi Tuhan. Setiap Yesus lewat Betania, Yesus selalu datang ke rumah mereka. Ada hubungan batin yang sangat dekat antara Yesus dengan Maria, Marta, Lazarus. Ketika Lazarus sakit, Tuhan sengaja tidak segera berangkat ke rumah mereka. Kita mungkin berpikir ketika kita dekat dengan Tuhan, Tuhan pasti segera menolong, tidak mungkin tidak. Ketika Tuhan tidak segera menolong, banyak anak Tuhan dalam fase ini berkata “pertolongan bukan hanya dari Tuhan, ada pertolongan dari yang lain”. Tuhan lebih suka kita ada dalam proses daripada hasil yang kita dapatkan dan proses dari Tuhan tetap berjalan selama kita masih hidup.
Cara kerja Tuhan itu bisa lambat, agak lambat dan sangat lambat tetapi tidak pernah terlambat. Ketika doa kita belum dijawab, bukan berarti Tuhan tidak tahu. Dia Maha tahu dan mengerti, tetapi Tuhan sengaja tidak menjawab karena Tuhan melihat iman, Tuhan punya maksud yang tidak terjangkau oleh pikiran kita. Jika setiap kita berdoa selalu langsung dijawab maka kita tidak perlu iman lagi. Satu saat nanti kita akan mengerti proses Tuhan dalam hidup kita.
Sadrakh, Mesakh, Abednego tidak mau menyembah patung raja dan konsekuensinya mereka harus dilempar ke dapur api yang dipanaskan 7x. Mereka berkata, jika Tuhan mau melepaskan mereka, Tuhan pasti melepaskan, tetapi walaupun Tuhan tidak melepaskan, mereka tetap tidak akan menyembah patung raja. Kita berpikir, sebelum mereka masuk dapur api, Tuhan pasti akan menolong karena kita menganggap ini waktu yang tepat. Tetapi mereka masuk dulu dan dari 3 orang yang dilemparkan ke api, ada muncul 1 orang lagi yang seperti anak dewa, Tuhan sendiri. Tuhan ada bersama mereka. Memang Tuhan ijinkan kita masuk dulu dalam masalah, sakit penyakit, problema, tetapi kita tidak sendiri, karena ada Yesus bersama.

3. Mat. 15:21 - 28
Wanita ini datang pada Yesus karena ia tahu Yesus sanggup menolong anaknya yang kerasukan setan dan sangat menderita. Yesus tahu, Yesus sanggup menolong tetapi Tuhan sama sekali tidak menjawab. Kalau sepertinya Tuhan menunda, tidur, tidak menjawab, bukan berarti Tuhan tidak mengasihi kita, tetapi Tuhan mau melihat apa motivasi kita mengiring Tuhan. Masihkan kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan atau kita meninggalkan Dia ketika doa kita tidak dijawab. Apa motivasi kita mengiring Tuhan? Apakah supaya usaha diberkati, kita berhasil, karena itu hal yang sangat mudah bagi Yesus.
Iman wanita ini luar biasa, sehingga Tuhan berkata “Hai ibu, besar imanmu”. Di akhir jaman ini, Tuhan bukan mencari harta, aset, ataupun gereja yang besar, tetapi iman. Akhir jaman ini ada krisis iman kepercayaan kepada Tuhan karena kita merasa Tuhan lambat. Sebenarnya di balik Tuhan menunda sesuatu ada proses yang harus kita alami dan ini kehendak Tuhan supaya kita murni, tidak ada motivasi apapun. Sehat atau tidak, diberkati atau tidak, tetap ikut Yesus.
“sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat” - 2Kor. 5:7
Keadaan yang kita lihat bisa membuat iman kita luntur karena tidak seperti yang kita. Tetapi kita hidup bukan dari apa yang kita lihat dengan mata tetapi yang kita percayai yaitu Yesus. Apa yang kita lihat bisa salah dan membuat iman kita luntur, tetapi Yesus yang kita percayai, tidak bisa salah. Miliki iman percaya bahwa Yesus yang kita sembah adalah dahsyat dan luar biasa. Ketika kita ada dalam situasi yang tidak mengenakkan, tutup mata kita karena mata kita sering membawa kepada dosa tetapi mata iman yang memandang kepada Tuhan akan menyelamatkan kita.
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku - Hab. 3:17-18
Sekalipun keadaan mengecewakan, tetaplah bersorak sorai dalam Tuhan dan Tuhan akan membuat sukacita dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com