Jumat Oktober 19 , 2018

Menghadapi Masa Yang Sukar

Pdt. Herman Rantung - Jakarta
Sabtu, 26 Mei 2018

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”
2 Timotius 3:1
“Hari-hari terakhir” adalah sekarang ini.  Kata “Sukar” berarti ada yang namanya “Kesusahan”. Kita selalu berdoa agar supaya semua keadaan baik-baik saja tetapi kadangkala kenyataannya yang kita hadapi itu sebaliknya. Keadaan ini memang sudah dinubuatkan dari jauh-jauh hari dalam Alkitab. Itu sebabnya kita harus bersyukur, sebagai anak-anak Tuhan kita mengerti melalui Firman Tuhan bahwa sebenarnya tidak ada yang baru di dunia ini.
Di dalam Matius 24 sangat jelas, tentang keadaan dunia, ada kelaparan, peperangan, bangsa bangkit melawan bangsa. Tuhan sudah memberi tanda peringatan kepada kita. Jadi, bagi anak-anak Tuhan segala sesuatu yang terjadi di dunia adalah penggenapan dari Firman Tuhan.  Firman Tuhan adalah Ya dan Amin, dan tidak bohong. Penggenapan itu harus terjadi. Dan Firman Tuhan berkata bahwa akan datang masa yang sukar, artinya semakin bertambah waktu masa sukar itu akan semakin berat lagi.
Siapkah kita menghadapi masa yang sukar?
Kekristenan bukanlah tempat bermain tetapi arena peperangan. Di alam roh sampai sekarang terjadi peperangan. Bagi setan, peperangan itu adalah untuk menarik manusia masuk dalam neraka, tetapi kuasa Allah berperang untuk menarik kita masuk dalam sorga. Terjadi peperangan, dan banyak anak-anak Tuhan tidak siap, kaget, tidak terima keadaan yang harus di hadapi.
Alkitab berkata kita ada dalam masa yang sukar. Kata sukar atau kata bahaya, bahasa aslinya adalah “Kalepos”. Kata “sukar” (kalepos) dalam 2 Tim. 3:1 ini juga ada di dalam Mat. 8:28. “Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya (kalepos), sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.”
Kata “bahaya” dalam ayat ini memakai kata “Kalepos”. Orang yang kerasukan setan adalah orang yang sangat berbahaya, sama artinya dengan masa yang sukar adalah masa yang sangat berbahaya. “Sangat  berbahaya” artinya adalah karena dalam masa yang sukar ini adalah masa dimana iblis bekerja dengan luar biasa. Iblis bisa saja ada dimana-mana bahkan saat kita sedang mendengarkan Firman Tuhan, iblis bisa masuk dalam hati dan pikiran kita dan membuat kita menolak Firman Tuhan.
Kesukaran adalah karena pekerjaan iblis. Yang bisa menolong dan membantu kita hanyalah Roh Allah yang ada dalam hidup kita. Kekuatan kita harus dan hanya Roh Kudus. Kesadaran akan kepenuhan Roh Kudus adalah kesadaran bahwa kita tahu kalau masa sekarang ini adalah masa yang sukar. Orang yang penuh Roh Kudus bukanlah orang yang pengecut, tetapi orang yang berani hadapi peperangan. Firman Tuhan berkata bahwa bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, tetapi oleh Roh Kudus.
Efesus 6:12 “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”
Peperangan ini nyata dan lawannya adalah penguasa-penguasa di udara.  Awal peperangan adalah ketika kita percaya Yesus. Seringkali peperangan itu dimulai dari pikiran. Roma 12:2  berkata “berubahlah oleh pembaharuan budimu”, yaitu cara berpikir. Dalam medan ini seringkali anak-anak Tuhan kalah. Tahu tentang  Firman, tetapi tidak pernah merubah cara berpikirnya, tidak berubah cara hidupnya. Kalau kita tidak mengerti kalau kita berperang melawan siapa, kita akan bingung tentang apa yang harus kita lakukan dan kerjakan. Kita harus menjadi orang yang lebih dari Pemenang.

Apa yang membuat situasi ini menjadi sukar atau sangat berbahaya?
1. Kondisi pada masa kini (2Tim. 3:2-4).
Karena kita hanya mencintai diri kita sendiri.  Menjadi hamba uang. Uang bukan dosa, tetapi cinta akan uang itulah dosa. Membual dan menyombongkan diri. Pemberontak terhadap orang tua. Anak yang memberontak dan tidak menghargai orang tua, adalah bentuk dari pekerjaan setan. Tidak tahu berterimakasih. Tidak mempedulikan agama, yaitu orang-orang yang tidak lagi peduli dengan hal-hal rohani. Tidak tahu mengasihi, Tidak mau berdamai (banding Mazmur 133). Suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.
Inilah keadaan akhir zaman yaitu masa yang sukar. Orang-orang bisa melakukan hal-hal di atas karena Firman tidak beroleh tempat dalam hati mereka (Yoh. 8:37). Bukan karena mereka tidak suka dengar Firman, tetapi karena hidupnya tidak percaya dan melakukan Firman. Kita bisa membunuh Yesus kalau tidak ada Firman. Banyak orang dengan mudah meninggalkan Yesus karena tidak ada Firman. Masa Perjanjian Lama sampai ke Perjanjian Baru kurang lebih ada 300 tahun dimana Tuhan tidak berfirman.  Ketika Yohanes Pembaptis muncul, ia berkata kepada orang-orang “Hai Engkau keturunan ular beludak”. Ular berbicara tentang iblis, dan orang-orang yang tidak ada Firman adalah keturunan atau dikuasai oleh iblis.
Yoh. 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”  
Firman itu adalah Pribadi Allah sendiri. Firman Tuhan sedang membuka mata kita bahwa peperangan ini bukan main-main. Yesus harus jadi yang terutama dalam hidup kita. Saat Yesus masuk ke Yerusalem ada orang-orang berseru “Hosana, Hosana”, namun beberapa waktu kemudian mereka adalah juga orang-orang  yang berkata “Salibkan Dia”. Inilah pekerjaan iblis. Bagi orang-orang yang tidak memiliki Firman, keadaan akan membuat cara berpikir dan sikap mereka berubah.

2. Adanya allah-allah lain.
Ul. 32:16-17 Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian, mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar.
Tuhan itu bisa cemburu dan sakit hati ketika kita memiliki allah-allah lain dalam kehidupan kita. Sekarang ini banyak muncul allah-allah baru dalam kehidupan manusia seperti game online, tv, gadget, kekayaan, jabatan, yang membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan bahkan meninggalkan Tuhan.
Kita harus sungguh-sungguh kembali dan fokus dalam mengikut Tuhan. Tuhan dapat memulihkan keadaan kita, tetapi semuanya tergantung kita. Jangan keraskan hati supaya kita bisa menang dalam menghadapi masa yang sukar. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435