Rabu Agustus 22 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (76)

(Rom 9:22-23) Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan --  justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan.


- Di dalam pelajaran yang lalu kita sudah membahas bahwa Allah berdaulat penuh terhadap manusia ciptaanNya sama seperti seorang penjunan berhak sepenuhnya terhadap bejana yang dibuatnya. Apakah segumpal tanah liat itu akan dijadikan bejana yang indah ataukah sekedar untuk alat-alat dapur dll. itu sepenuhnya adalah haknya, tidak ada yang berhak mengaturnya dan menggugatnya. Di ayat ini kita melihat ada dua macam bejana, yakni bejana kemurkaan dan bejana belas kasihan atau bejana kemurahan. Bejana kemurkaan disiapkan untuk dimurkai. Mengapa dimurkai? Karena mereka menolak kasih Allah. Terhadap bejana semacam ini Allah telah menyatakan kesabaranNya namun mereka tetap tidak mau bertobat. Sebagai contoh ialah Firaun. Sepuluh kali Allah menjatuhkan tulah terhadap dirinya dan bangsanya dengan satu harapan agar ia mau bertobat dan mengakui kebesaran Allah, tetapi ia tetap mengeraskan hatinya. Sebab itu Allah bukannya tidak adil atau sewenang-wenang, tetapi manusia sendiri yang tidak mau tunduk. Sebaliknya untuk bejana belas kasihan (kemurahan) , Allah telah mempersiapkan kemuliaan yang kekal karena mereka merespons kemurahan Allah dengan bertobat dan kembali kepada Allah. Bejana yang manakah kita?

(Rom 9:24) Yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain.
- Puji Tuhan! Ternyata kita gereja Tuhan adalah termasuk bejana belas kasihan Allah, kita orang-orang yang merespons panggilan Allah ini…Kini Allah tidak lagi melihat Yahudi atau non-Yahudi, karena semuanya dipersatukan di dalam Dia, Kristus Yesus Tuhan kita.

(Rom 9:25-26)  seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih : kekasih." Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."
- Paulus mengutip nubuatan yang tercatat di kitab nabi Hosea (Hos. 2:22 1:10). Kedua ayat ini menyatakan kemurahan Allah kepada bangsa Israel yang ditolak karena mereka juga sudah menolak Allah. Mereka pergi beribadah kepada allah-allah asing. Ada satu saat Allah akan mengampuni mereka dan merangkul mereka lagi menjadi anak-anakNya. Tetapi ayat ini juga menubuatkan penerimaan Allah atas bangsa-bangsa kafir (non-Israel). Berbicara tentang pilihan, kita bukanlah bangsa pilihan Allah. Tadinya kita tidak termasuk dalam umat Allah. Tetapi karena kemurahan Allah sekarang kita telah menjadi anak-anakNya, kekasih-kekasihNya karena iman kepada Yesus Kristus. Lalu bagaimana dengan Israel jasmani sendiri ?

(Rom 9:27) Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.
- Bagi orang Israel jasmani sendiri sudah dinubuatkan bahwa tidak semua yang diselamatkan, bahkan hanya sebagian kecil saja. Paling tidak, kita bisa saksikan bahwa hingga saat ini orang Israel (Yahudi) yang percaya kepada Yesus hanyalah sebagian kecil saja, dan mereka inilah yang lazim disebut sebagai “Yahudi Mesianik”, yakni orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus sebagai Mesias. Lalu yang sebagian besar dimana? Kita ikuti terus kisahnya… (SK)

 

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com