Jumat Oktober 19 , 2018

Roh Kudus Membangkitkan Roh dan Kasih Kita

Pdt. Herman Rantung
Minggu, 20 Mei 2018

Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Roma 14:7-8



Ada sebuah pepatah yang berkata: “My heart is my king”, yang menunjukkan bahwa segala sesuatu berpusat pada diri sendiri. Namun sebagai orang yang sudah lunas ditebus oleh Kristus dengan darah-Nya yang mahal, sudah seharusnyalah kita hidup dan mati untuk-Nya. Kita harus memiliki pandangan seperti Paulus: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Flp. 1:21). Kita tidak lagi hidup bagi diri kita sendiri, melainkan memandang hidup ini sebagai kesempatan untuk melayani Tuhan. Oleh karena itu kita tidak perlu lagi takut menghadapi kematian, sebab tidak ada penyesalan karena belum berbuat yang terbaik untuk Tuhan.
Namun sayangnya ada banyak orang yang melayani Tuhan dengan cara yang keliru. Mereka memang masih ada dalam pelayanan, bahkan suka sekali melayani, tapi semuanya itu dilakukan hanya sebagai rutinitas saja. Mereka melayani karena sudah dijadwal atau karena merasa mampu, sehingga lupa akan inti dari pelayanan yang menghamba. Bandingkan dengan Rm. 12:11 yang berbunyi:  “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Kita harus memiliki roh yang menyala-nyala dulu, barulah kita melayani Tuhan! Yesus datang ke dunia ini bukan supaya kita dapat memiliki pelayanan, tapi supaya kita memiliki hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10). Hidup yang berkelimpahan ini di dalamnya termasuk pelayanan yang dihidupkan dan digerakkan oleh Roh Kudus.
Banyak diantara kita yang tidak sadar kalau sudah terjebak dalam stagnasi atau kemerosotan rohani. Kita berpikir bahwa: “Saya kelihatannya masih penuh Roh Kudus” atau “Saya rasanya masih mengasihi Tuhan”. Apa yang kita pikir atau kita rasakan bukanlah tolok ukur kerohanian! Bahkan seringkali kita mendengar orang berkata: “Saya dulu dipakai Tuhan” atau “Saya dulu sudah penuh Roh Kudus.” Jangan terjebak dengan kebanggaan akan pengalaman masa lalu kita atau bahkan dengan pengalaman orang lain, sebab Roh Kudus itu adalah Roh yang senantiasa bergerak maju dan membuat sesuatu yang baru! Karena itu minta pencerahan dari Roh Kudus akan firman-Nya sehingga kerohanian kita pun terus meningkat.
Dalam Why. 2:3-5 dijelaskan mengenai jemaat Efesus yang begitu luar biasa pelayanannya. Mereka jemaat yang sabar, siap menderita, tidak mengenal lelah. Namun Tuhan mencela mereka karena telah jatuh begitu dalam dengan kehilangan kasih mereka yang mula-mula. Ini menandakan bahwa siapa saja bisa jatuh dalam hal ini, yaitu melayani tanpa kasih. Orang yang mengalami kemerosotan akan sulit untuk melakukan firman Tuhan. Bila kita mengalami hal ini, Tuhan minta kita untuk bertobat dan kembali kepada kasih yang mula-mula itu. Sebab jika tidak, maka kaki dian, yang adalah lambang otoritas dan kepercayaan Tuhan, akan diambil dari hidup kita.
Ada beberapa ciri orang yang telah kehilangan kasih yang mula-mula, yaitu:


1. Orang itu tidak pernah berubah
2 Kor. 5:17 berkata: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Namun ada orang yang sudah lama mengikut Tuhan, tapi tidak ada perubahan dalam hidupnya. Bahkan ada yang tidak mau berubah karena merasa sudah terlahir dalam karakter seperti itu. Padahal orang percaya sudah seharusnya terus berubah menuju pada kesempurnaan karakter Kristus. Roh Kudus akan menolong dan membaharui kita hari lepas hari lewat firman Tuhan. Firman yang dimengerti dan dilakukan itulah yang akan mengubah sifat dan karakter kita. Jangan sampai kita menjadi orang yang tahu banyak ayat tapi tidak mau berubah, dan malah memakai ayat-ayat untuk membenarkan diri kita dan perbuatan kita! Ingat, orang yang dipenuhi Roh Kudus dan tinggal dalam hadirat Allah pasti mengalami perubahan! Dan ukuran hadirat Tuhan adalah jamahan yang mendatangkan perubahan.

2. Mulai bosan dengan hal-hal rohani
Ketika kita mulai tidak mau beribadah, atau tidak antusias lagi bersekutu dengan Tuhan dalam firman dan doa, maka itulah tanda bahwa kita sudah kehilangan kasih mula-mula. Persekutuan dengan Tuhan sangat penting, sebab dalam hadirat-Nya Roh Kudus akan mengingatkan kita untuk terus berada dalam kehendak-Nya. Dalam perumpamaan sepuluh anak dara, lima dara yang bodoh bukannya tidak memiliki minyak. Mereka memiliki minyak namun tidak memiliki minyak yang baru, sehingga minyaknya tidak penuh ketika mempelai itu datang. Pastikan minyak kita penuh ketika Yesus, Sang Mempelai Agung, datang kembali kedua kalinya, sehingga kita dapat masuk dalam pernikahan yang kudus.

3. Tidak lagi memprioritaskan Tuhan
Flp. 3:8 berkata: “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Mari renungkan sejenak, apa yang menjadi keuntungan dalam hidup kita sekarang? Kalau gaji, kedudukan, usaha, keluarga, dan lain sebagainya masih merupakan keuntungan bagi kita, maka kita telah kehilangan kasih mula-mula. Pengenalan kita akan Kristus harus menjadi sesuatu yang berharga melebihi segala sesuatu.Seperti Paulus, kita harus melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah (dalam bahasa aslinya kotoran manusia), sebab apa yang kita pegang selain Kristus akan lepas dari kehidupan kita. Nyatanya tidak ada satu pun yang kita bawa kepada Tuhan ketika kita mati, selain iman kita kepada Tuhan. Karena itu prioritaskan Tuhan, barulah Tuhan, Sumber Berkat, akan memberkati dan memulihkan kita (Gal. 6:9).
Kita tentu rindu memiliki roh yang menyala-nyala dan kasih mula-mula. Karena itu setiap kali mendengarkan firman, miliki sikap hati yang langsung merespon dan melakukan firman tersebut. Jangan menunda-nunda untuk melakukannya, supaya kita tidak ditarik oleh Iblis semakin dalam. Datanglah kepada Roh Kudus, Pribadi yang sanggup mengembalikan kasih yang hilang dan roh yang sudah pudar. Saat ini prioritaskan Tuhan dan minta Roh Kudus berkarya lebih dalam lagi. Selamat hari Pentakosta! Tuhan Yesus memberkati. (XY)

 

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435