Selasa Agustus 21 , 2018

I Will Fight (Saya Akan Berperang)

Pdt. Herman Rantung
Sabtu, 19 Mei 2018

Kepekaan akan pentingnya Roh Kudus di akhir zaman merupakan hal yang sangat berkenan dihadapan Tuhan. Tidak ada pribadi yang sanggup menolong dan menuntun kita dalam melakukan kebenaran selain kita penuh dengan kuasa Roh Kudus.


Sebelum Roh Kudus dicurahkan tidak ada satu muridpun yang diubahkan, termasuk murid-murid yang ada bersama Yesus. Bahkan Petrus, seorang rasul yang begitu dekat dengan Tuhan sempat menyangkal Yesus. Demikian juga dengan murid-murid yang yang lain ketika Yesus dihadapkan dengan siksaan mereka begitu ketakutan, sekalipun mereka sudah tiga setengah tahun bersama Yesus dan menyaksikan begitu banyak mujizat. Tidak ada mujizat yang dapat mengubahkan hati orang. Pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita tidak menjadikan hidup kita diubahkan.
Zak. 4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
Ketika bangsa Israel berada di padang gurun mereka berkali-kali melihat dan mengalami tanda dan mujizat dari Allah. Mereka melewati Laut Kolsom yang terbelah dan berjalan kaki dari tengah-tengahnya, mereka melihat ada Tiang Awan dan Tiang Api, mujizat air keluar dari batu, juga manna yang langsung dari sorga, tetapi mereka masih tetap berkata “lebih baik kita kembali ke Mesir”. Pertolongan Tuhan tidak menjadikan mereka diubahkan.
Peristiwa Lazarus yang dibangkitkan, Petrus yang berjalan di atas air, mujizat memberi makan 5000 orang, ini berbicara tentang keperkasaan Tuhan. Namun ayat di atas berkata “bukan dengan keperkasaan, melainkan oleh roh-Ku”.
Dari lima ratus orang yang menyaksikan Tuhan Yesus naik ke sorga dan kembali ke Yerusalem, hanya seratus dua puluh orang yang dipenuhkan Roh Kudus. Ketika mereka dipenuhkan dengan Roh Kudus mereka menjadi anak Tuhan yang pemberani dan militan. Petrus berkata jika Yesus mati disalib dengan kepala di atas dia mau mati disalib dengan kepala di bawah. Roh Kuduslah yang dapat mengubahkan manusia. Murid-murid secara langsung melihat dan memegang Yesus, namun semua itu tidak ada artinya. Tetapi ketika Roh Kudus turun dan memenuhi mereka, mereka benar-benar menjadi orang yang berbeda.
Setiap kita gereja Tuhan harus mengalami pengalaman Pentakosta atau menerima kepenuhan Roh Kudus. Roh Kudus begitu penting sebab Dia adalah Pribadi Allah sendiri. Yesus dalam tubuh manusiaNya terbatas. Yesus berkata bahwa Dia akan pergi dan mengutus Penolong yang akan menyertai dan tinggal selamanya dalam kehidupan manusia.
Beberapa contoh dari orang yang dipenuhkan Roh Kudus:
1. Stefanus
Ia merupakan martir pertama. Alkitab jelas mencatat bahwa Stefanus penuh dengan Roh Kudus. Dalam Kisah 7:55-60, ketika Stefanus menyampaikan kebenaran banyak orang yang diubahkan tetapi banyak juga yang menolaknya, dan akibat itu ia dirajam dengan batu. Ketika kita penuh dengan Roh Kudus tidak berarti hidup kita lepas dari masalah, melainkan semakin banyak peperangan yang akan kita hadapi. Kita akan menjadi musuh utama iblis dan penguasa-penguasa di udara.
Kekristenan bukanlah kehidupan yang bermain-main melainkan medan peperangan. Tiap hari kita berperang dan itu dimulai dari pikiran. Kita tidak akan mampu berperang jika tidak penuh dengan Roh Kudus. Pikiran adalah bagian yang paling utama diserang oleh setan. Kita bisa tidak jatuh dalam dosa jika:
- firman Tuhan ada dalam hati kita
- jika kita penuh Roh Kudus. Roh Kudus akan memimpin dan membawa kita kedalam segala kebenaran. Sebab salah satu fungsi Roh Kudus adalah mengingatkan.
Yoh. 16:7-8 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
Kenapa manusia sulit bertobat adalah karena tidak penuh Roh Kudus. Yang menginsafkan akan dosa dan membawa kita bertobat serta datang kepada Yesus adalah Roh Kudus. Suara Roh Kudus akan selalu mengingatkan kita. Tetapi jika kita selalu menekan suara Roh Kudus dengan cara tidak meresponiNya, maka lama-kelamaan Roh Kudus itu akan pergi meninggalkan kita. Gereja akan masuk kepada kesempurnaan gereja tetapi bukan karena kekuatan kita, melainkan oleh pertolongan dan pekerjaan Roh Kudus. Tidak ada cara lain.
Sebagai pelayan, kita melayani bukan karena talenta atau kesanggupan kita melainkan karena kita memposisikan diri sebagai hamba yang rindu melayani. Kita perlu kepekaan akan hal ini, dan ini adalah hasil pimpinan dan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan kita. Tidak ada gunanya kehebatan manusia tanpa pimpinan Roh Kudus.
Ketika Stefanus dirajam, ia menatap kelangit dan melihat kemuliaan Allah. Penderitaan yang kita alami di bumi tidak sebanding dengan kemuliaan yang kita terima. Dalam Matius 24 dikatakan bahwa pada akhir zaman orang percaya akan dibenci, disiksa dan dibunuh. Kekristenan kita tidak boleh hanya sampai pada zona nyaman melainkan kekristenan yang siap berkorban demi Tuhan. Orang yang penuh Roh Kudus tidak takut dan kuatir atas hidupnya.

2. Petrus
Kisah 3:14-15  Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
Petrus yang penuh Roh Kudus bersaksi dan berkotbah dan tiga ribu orang bertobat. Roh Kudus menginsafkan dunia dari dosa. Kalau kita penuh dengan Roh Kudus maka Roh Kudus akan memimpin kita hari demi hari sampai kita merasa begitu benci dengan dosa. Mengapa dunia sulit kita menangkan adalah karena hidup kita sama dengan orang dunia. Kita hanya mampu ketika kita penuh dengan Roh Kudus.
Roh Kudus mau tinggal di dalam kehidupan kita. Ketika Roh Kudus tinggal maka Dia menuntun kita pada segala kebenaran. Ketika meminta baptisan Roh Kudus maka kita harus datang kepada Yesus sang Pembaptis dengan Roh Kudus. Kita harus hanya meminta Roh Kudus, jangan yang lain. Kita juga harus konsentrasi, sebab yang kita minta adalah pribadi Roh Kudus sendiri. Ketika kita meminta jangan dengan berdiam diri, tetapi aktif dalam memuji dan menyembah Tuhan. Dan tanda orang dibaptis dengan Roh Kudus adalah kita akan berbahasa lidah yaitu berkata-kata dalam bahasa yang lain, yaitu bahasa atau kata-kata  yang diberikan oleh Roh Kudus sendiri untuk kita perkatakan. Tuhan akan memenuhi gerejaNya dengan Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com