Jumat Juni 22 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (75)

(Rom 9:15-16)  Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.


- Ayat ini kembali menegaskan bahwa Allah berdaulat penuh atas keputusanNya, tidak ada yang dapat mengaturNya dan tidak ada seorangpun yang berhak protes terhadap keputusanNya. Ayat ini sebenarnya dikutip dari jawaban atas doa Musa (Kel.33:19). Waktu itu bangsa Israel berbuat dosa dan Musa bersyafaat untuk bangsanya, bahkan ia rela namanya dihapuskan dari kitab kehidupan asal bangsanya diampuni oleh Tuhan (Kel.32:32). Luar biasa kasih Musa terhadap bangsanya, tetapi Musa tetap tidak bisa melanggar kedaulatan Tuhan. Di sini Paulus mengutip ayat itu untuk menjelaskan kepada kita bahwa pemilihan Tuhan itu sepenuhnya berdasarkan atas kemurahan Tuhan dan bukan usaha manusia. Sebab itu bersyukurlah kepada Tuhan sebab anda dan saya adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi anak-anakNya…

(Rom 9:17-18)  Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi." Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.
- Memang saat ini kita tidak dapat memahami hal ini sepenuhnya, ada orang-orang yang dipilih untuk diselamatkan contohnya ialah bangsa Israel itu sendiri, tetapi ada orang-orang yang dipilih untuk dibinasakan, contohnya ialah Firaun. Dikatakan bahwa Allah “menegarkan” hati Firaun sehingga sampai pada akhirnya ia tetap menolak Tuhan walaupun ia melihat perbuatan-perbuatan yang ajaib dari Tuhan. Apakah Allah pilih kasih? Sama sekali tidak! Allah menegarkan Firaun karena memang Firaun yang telah menegarkan hatinya lebih dulu. Allah sudah menanti mulai dari tulah pertama hingga kelima tetapi Firaun tidak mau bertobat, maka pada tulah keenam Allah menegarkan hati Firaun (Kel.9:12)

(Rom 9:19-20)  Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?" Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
- Orang-orang yang kritis bisa saja bertanya, “Kalau begitu mengapa Allah menghukum manusia? Bukankah Ia yang menentukan siapa yang akan selamat dan siapa yang tidak selamat? Bukankah tidak ada yang dapat menentang kehendakNya?” Ya, memang di satu pihak sepertinya benar demikian, tetapi kita harus ingat siapa kita ini, kita adalah mahluk ciptaan. Masakan mahluk ciptaan berhak protes kepada yang menciptakan, “Mengapa engkau menciptakan aku seperti ini?” Inilah yang dikatakan oleh Paulus di ayat berikut ini…

(Rom 9:20-21)  Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
- Ya, di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi serta seisinya, kita hanya dapat tunduk dan mengakui bahwa Ia adalah Sang Penjunan Agung dan kita adalah tanah liat belaka… (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com