Selasa September 25 , 2018

Habis Gelap Terbitlah Terang

Pdt. Simon Kostoro

Sabtu, 5 Mei 2018

Kalimat “habis gelap terbitlah terang” adalah kalimat terkenal yang diucapkan oleh salah satu pahlawan wanita Indonesia, yaitu Raden Ajeng Kartini. Namun kalimat ini ternyata sudah ditulis lebih dahulu dalam 2 Kor. 4:6, yang berbunyi: “Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.”
Menurut para ahli, waktu yang tergelap dalam 24 jam bukanlah jam 12 malam, melainkan saat menjelang fajar menyingsing (sekitar jam 2-3). Setelah saat tergelap itu maka terbitlah terang yang menyinari segalanya. Apakah Saudara saat ini sedang mengalami saat tergelap atau titik terendah dalam kehidupan Saudara? Percayalah bahwa sebentar lagi akan terbit terang bagi Saudara! Firman-Nya ini ya dan amin bagi kita yang percaya.
Dalam 2 Kor. 4:6 ini ketika Paulus berkata: “Sebab Allah yang telah berfirman…” sebenarnya ia sedang mengutip peristiwa dalam Kej. 1:1-3 waktu Allah menciptakan dunia ini. Waktu itu bumi dalam keadaan “tohu wa bohu” yang artinya kacau balau, kosong, tidak ada kehidupan, membingungkan, mengejutkan, serta tidak kondusif. Dan dalam keadaan yang sangat gelap itu Tuhan berfirman: “Jadilah terang” maka terang itu jadi. Rhema Firman Tuhanlah yang akan membawa terang dalam kehidupan kita yang gelap.
Saat ini kita akan belajar dari tiga tokoh mengenai bagaimana mereka menyikapi saat-saat tergelap dalam kehidupan mereka:

1. Yusuf
Yusuf diijinkan oleh Tuhan untuk mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan. Dan situasi yang tergelap dalam kehidupannya terjadi ketika ia difitnah oleh istri Potifar. Akibatnya, tanpa diadili ia dijebloskan dalam penjara bawah tanah tanpa batas waktu. Saat itu satu-satunya orang yang diharapkannya dapat menolong, yaitu juru minuman, justru melupakannya (Kej. 40:14-15, 23). Namun ketika tidak ada seorang pun yang mengingat Yusuf, Tuhan tetap mengingatnya! Fajar akhirnya menyingsing bagi Yusuf. Ia dikeluarkan dari liang tutupan dan diangkat tinggi menjadi orang kedua setelah Firaun.
Kalau saat ini kita dalam masa yang tergelap dan tidak ada yang dapat menolong kita, ingatlah bahwa Allah Yang Mahatinggi selalu memperhatikan kita! Bahkan kita tidak perlu kuatir sekalipun ada yang mereka-rekakan yang jahat bagi kita, sebab Allah sanggup mengubahnya menjadi kebaikan bagi orang yang mengasihi-Nya (Kej. 50:20; Rm. 8:28). Yang harus kita lakukan dalam menghadapi masa tergelap adalah terus bersabar dan bertekun dalam menanggung segala penderitaan, serta tetap meneguhkan hati kita (Yak. 5:7-11). Ada kebahagiaan di balik penantian kita!

2. Daud
Selama masa hidupnya Daud juga mengalami banyak tekanan, terkhususnya sebelum ia menjadi raja. Ia selalu dikejar-kejar oleh Saul sehingga harus lari dari satu tempat ke tempat yang lain. Ia bersembunyi di goa, bukit, bahkan pernah tinggal di tanah Filistin. Namun proses Tuhan tidak berhenti sampai di sana. Dalam 1 Sam. 29-30 diceritakan mengenai titik terendah dalam kehidupan Daud. Daud yang lari dari kejaran Saul mengungsi ke Filistin namun dalam pasal 29 diceritakan bahwa Daud mengalami penolakan, kehadirannya tidak diterima oleh orang-orang Filistin.
Dan dalam keadaan yang tertolak itu, ketika ia dan pasukannya pulang ke Ziklag, mereka mendapati bahwa rumah mereka sudah terbakar, harta mereka habis, bahkan istri dan anak-anak mereka juga dibawa sebagai tawanan oleh orang Amalek. Di saat ia sendiri berduka, Daud harus menenangkan dan menguatkan pasukannya. Namun pasukannya begitu sedih dan kecewa sehingga hendak melemparinya dengan batu (1Sam. 30:4-6). Inilah saat yang tergelap dalam kehidupannya, di mana ia begitu terjepit dan tidak tahu harus berbuat apa.
Namun dalam keadaan segenting itu Daud tidak menjadi kecewa kepada Tuhan. Ia malah menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Bagaimana ia menguatkan kepercayaannya? Tidak lain yaitu dengan berpegang kepada firman! Waktu Saudara mengalami titik terendah, bersandarlah kepada firman yang dapat menopang, menghibur, dan menguatkan Saudara. Jangan lari ke mana-mana. Firman itulah yang akan memunculkan fajar pertolongan dan jalan keluar bagi Saudara!

3. Yesus
Selama berada di dunia Yesus mengalami banyak sekali penderitaan. Bahkan saat-saat menjelang kematian-Nya adalah peristiwa yang boleh dikatakan “terlalu kejam” untuk dialami oleh seorang manusia. Dan puncaknya adalah apa yang dialami oleh Yesus di antara kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam Efe. 4:9-10 dijelaskan bahwa: “Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?...”
Itulah titik terendah dalam kehidupan Yesus, di mana selama 3 hari roh-Nya harus turun ke tempat yang serendah-rendahnya di bumi ini. Terjemahan The Message menyebutnya: “down to the valley of the earth” atau turun ke lembah dari bumi. Inilah yang disebut dalam Mzm. 23 sebagai lembah bayang-bayang maut (the shadow of death) atau lembah kekelaman.
Dalam Mzm. 84 lembah ini disebut sebagai lembah Baka. Lembah Baka atau the valley of Baca artinya adalah lembah air mata (weeping atau tangisan). Gereja Tuhan memang akan mengalami lembah kekelaman untuk mempersiapkan kita, terutama dalam menghadapi masa tergelap gereja, yaitu masa 3,5 tahun Antikris. Namun ketika kita menyandarkan kekuatan kita kepada Tuhan melalui firman dan doa (ayat 6), maka Tuhan sanggup mengubah lembah air mata itu menjadi tempat bermata air (ayat 7). Bahkan Tuhan akan mencurahkan berkat-berkat yang luar biasa dalam kehidupan kita. Kita juga tidak akan menjadi lemah, melainkan bertambah kuat dan makin kuat (ayat 8. “they go from strength to strength”).

Karena itu apabila Saudara melewati masa-masa paling gelap dalam hidup Saudara, percayalah bahwa sebentar lagi akan terbit fajar bagi Saudara! Seperti pelangi sehabis hujan, demikianlah janji Tuhan bagi Saudara: “Habis Gelap Terbitlah Terang”! Tuhan Yesus memberkati Saudara sekalian… (SK)


"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435