Rabu Oktober 24 , 2018

Melayani Tuhan

Pdt. Adi Sudjaka
Minggu, 29 April 2018

Bacaan: Roma 12:1-11

Kemurahan Allah adalah segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita dan kita bisa hidup karena pemberian Allah ini, tidak ada orang yang bisa hidup tanpanya. Pemberian Allah yang terbesar adalah Yesus yang mati untuk menebus dosa kita. Orang yang hidup dalam dosa dan menolak Juruselamat, akhirnya akan binasa. Tetapi orang yang setia sampai akhir akan mendapat hidup yang kekal selama-lamanya. Jangan pernah undur, sekali Yesus tetap Yesus.

Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? - Rom. 8:32

Yesus memberikan segala sesuatu kepada kita. Orang dunia mengejar segala sesuatu tanpa Yesus, tanpa iman, hanya bersenang-senang saja di dunia. Iman yang membawa manusia menuju hidup kekal, justru ditolak oleh dunia.
Kemurahan Tuhan yang sudah kita terima itu (akal budi, karunia, kasih, roh yang menyala-nyala, dll) gunakan untuk melayani Tuhan. Banyak orang berhenti hanya sampai menerima, tidak mau memberi. Jadilah orang yang menerima dari Tuhan lalu memberi, melayani. Lebih banyak menerima dari Tuhan, layani juga lebih lagi.

Dengan apa kita melayani?
- Tubuh kita sebagai persembahan yang hidup
Pada jaman perjanjian lama, korban persembahan menggunakan daging hewan yang disembelih. Jaman perjanjian baru, keinginan daging kita yang disembelih. Anggota tubuh kita digunakan untuk melayani Tuhan, bukan melayani dosa.
Persembahan korban hewan juga dipilih yang terbaik, bukan yang cacat, sakit dsbnya. Sebab itu marilah kita persembahkan tubuh kita dalam kondisi yang terbaik, selagi masih kuat, untuk melayani Tuhan.
- Segenap akal budi
Akal budi meliputi, pikiran, perasaan, kehendak. Jangan sampai mental dan pola pikir kita menjadi serupa dengan dunia. Dunia sepertinya menyenangkan tetapi bertentangan dengan firman Tuhan. Boleh belajar apa saja, setinggi yang kita mau tetapi letakkan akal budi kita pada otoritas Roh Kudus, tunduk kepada Roh Kudus sehingga kita tahu membedakan mana yang baik, berkenan, sesuai kehendak Allah.

- Beribadah dengan menggunakan karunia yang ada pada kita.
Jemaat seperti anggota tubuh, banyak anggota dengan berlainan fungsi membentuk 1 tubuh. Setiap kita memiliki kesanggupan, kapasitas, potensi yang tidak sama tetapi semua berfungsi sehingga seluruh tubuh terkoordinasi, harmonis, selaras. Mari menjadi tubuh Kristus yang sehati, sepikir, sejiwa karena kita adalah sama, orang yang sama-sama ditebus oleh darah Yesus. Tidak penting anggota tubuh sebagai apa dan ditempatkan di mana, yang terpenting semua berfungsi dengan baik dan melayani Tuhan dengan setia. Sekecil apapun karunia yang kita miliki, gunakan untuk melayani Tuhan. Setialah dalam perkara kecil, maka akan dipercayakan dalam perkara besar. Yang terpenting, kita mau mempergunakan karunia, karena Tuhan mau kita memakai segala yang ada pada kita untuk memuliakan namaNya.

- Dipersatukan dengan kasih
Tanpa kasih, semua ini tiada artinya. Kasih yang mendorong manusia untuk berbuat lebih banyak lagi dengan sukacita.

Akal budi, karunia, tubuh, kasih kita terbatas, kita gampang lemah tetapi jangan sampai kerajinan kita kendor. Oleh sebab itu kita perlu Roh Kudus. Tidak ada jalan lain, karena segala sesuatu yang ada pada kita terbatas. Berdoalah, minta urapan baru sehingga Roh Kudus senantiasa memenuhi hidup kita dan roh kita menyala-nyala untuk melayani Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435