Jumat Juli 20 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (72)

(Rom. 9:1-2)  Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.

- Di pasal 9 sampai pasal 11 Paulus membahas problema bangsa Yahudi. Tidak ada surat atau kitab lain di dalam Alkitab yang berbicara tentang hal ini yang begitu jelas seperti surat Roma ini. Bangsa Yahudi memiliki kekhususan di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Hal ini bukan karena Allah pilih kasih atau memandang bulu, bukan! Tetapi mereka itu khusus karena pilihan Allah dan karena janji Allah kepada nenek moyang mereka bapa Abraham. Allah adalah Allah yang memegang janjiNya sebab itu keturunan Abraham secara daging ini juga memperoleh perlakuan yang khusus. Yang dimaksud dengan “perlakuan khusus” di sini bukannya mereka mendapat kekhususan dalam hal dalam keselamatan, tidak, mereka tetap juga harus percaya kepada Yesus agar dapat diselamatkan, tetapi mereka mendapat kesempatan yang khusus, nanti kita akan bahas hal ini…

- Di dalam ayat ini Paulus menyatakan dirinya bahwa ia sungguh-sungguh tulus, tidak dibuat-buat, bahwa ia sangat terbeban dan mengasihi bangsanya karena mereka tidak mau percaya kepada Yesus. Dan sebagai catatan, sampai sekarangpun sebagian besar bangsa Yahudi masih tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan itu.

(Rom. 9:3)  Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.

- Luar biasa hati Paulus ini, mengingatkan kita kepada Musa. Pada waktu bangsa Israel berbuat dosa dan ditolak oleh Tuhan, Musa sempat berdoa, “Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis." (Kel. 32:32). Doa yang luar biasa berani, dan saya yakin bahwa doa ini bukan sekedar “lips service” tetapi sebuah doa yang keluar dari hati yang begitu terbeban dan dari kasih yang sangat sangat mendalam…
(Rom. 9:4)  Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.

- Mari kita lihat bersama privilege yang telah diterima oleh bangsa Israel …

* Bangsa Israel – Ketika Allah berjanji kepada Abraham, Allah berkata bahwa ia akan dijadikan bangsa yang besar, dan inilah bangsa itu…bangsa Israel!
* Diangkat menjadi anak – Mereka bukan hanya menjadi suatu bangsa, tetapi mereka juga diangkat menjadi anak yang sulung di antara bangsa-bangsa di dunia. “Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung” (Kel. 4:22)
* Menerima kemuliaan – Di padang gurun setiap hari mereka melihat kemuliaan Allah melalui tiang awan dan tiang api, melalui manna dan air, dan masih banyak lagi yang lain.
* Menerima perjanjian-perjanjian – Bangsa Israel adalah bangsa yang paling banyak menerima perjanjian-perjanjian Allah, mulai perjanjian Abraham, perjanjian Musa, perjanjian Palestina, perjanjian Daud dan lain-lain.  Tidak ada bangsa yang menerima sedemikian banyak perjanjian Allah selain bangsa Israel.
* Menerima hukum Taurat – Ini yang luar biasa, Allah menyatakan hukum-hukumNya kepada bangsa Israel. Benar yang dikatakan oleh Musa, “Bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini? (Ul. 4:8)
* Menerima ibadah atau pelayanan – Melalui hukum Taurat Allah juga memberikan tata cara ibadah yang berkenan kepadaNya
* Menerima janji-janji – Sangat banyak janji-janji Allah yang sudah diberikan kepada bangsa Israel lewat nabi-nabiNya.

- Lihat, bagaimana banyaknya keistimewaan yang telah diterima oleh bangsa Israel, lalu bagaimana respons mereka? (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com