Selasa Juni 19 , 2018

Kekayaan Rohani

Pdt. Stefanus Suwarno
Minggu, 22 April 2018

Dalam Why. 2:8, surat kepada jemaat Smirna diawali dengan perkataan: “Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali.” Dengan perkataan ini Tuhan menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang kekal. Ia adalah Tuhan yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada, Ia ada sekarang, dan Ia akan tetap ada meskipun segala sesuatu berakhir. Ia adalah Yesus yang telah mati, namun telah bangkit dan sekarang ada di sorga dan menyertai orang percaya lewat Roh Kudus-Nya.
Kemudian di ayat 9 Tuhan berkata: “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu…” Kata “miskin” di sini dipakai kata “ptokheia”, yang berarti benar-benar tidak memiliki apa-apa lagi untuk hidup atau benar-benar melarat. Inilah kondisi yang dialami oleh janda miskin yang memberikan persembahan sebesar dua peser, yang adalah seluruh nafkahnya (Luk. 21:1-4). Setelah memberi persembahan itu kondisinya menjadi “ptokheia” karena ia tidak mempunyai uang lagi sepeser pun untuk hidup.
Kondisi itu jugalah yang dialami oleh janda di Sarfat dalam 1Raj. 17:9-16. Janda itu sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk hidup (ptokheia) ketika ia taat membuatkan Elia roti lebih dulu dari sedikit tepung dan minyak terakhir yang ia miliki. Namun ternyata ketaatannya itu berbuahkan kecukupan selama masa kekeringan. Tuhan melipatgandakan apa yang telah diberikannya kepada Elia sehingga ia tidak kekurangan sesuatu yang baik pada masa itu.
Kalau kita lanjutkan dalam Why. 2:9 dikatakan: “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--…” Apakah arti dari “--namun engkau kaya--“? Perkataan ini begitu kontras di mana jemaat Smirna dikatakan susah dan miskin, tetapi juga dikatakan kaya. Perkataan ini harus dilihat dengan kacamata iman. Maksud dari perkataan Tuhan kepada jemaat Smirna adalah meskipun mereka miskin secara jasmani, namun mereka sesungguhnya kaya secara rohani.
Perkataan yang kontras ini juga terdapat dalam Why. 3:17 ketika Tuhan berkata kepada jemaat Laodikia bahwa mereka kaya secara jasmani namun melarat, malang, miskin, buta dan telanjang secara rohani. Karena itu Tuhan menasihatkan agar mereka berhiaskan emas kemurnian, berpakaikan kekudusan, dan tinggal dalam kuasa Roh Kudus agar mata rohani mereka terbuka untuk dapat melihat perkara-perkara yang rohani.
Roh Kudus membuat kita dapat melihat berkat-berkat yang rohani, bukan hanya berkat-berkat yang jasmani. Dan fokus serta pandangan utama kita seharusnya pada berkat-berkat rohani, barulah nanti Tuhan akan menambahkan berkat-berkat yang jasmani dalam kehidupan kita (Mat. 6:33). Kita harus memiliki pandangan ilahi mengenai harta seperti dikatakan Yesus dalam Mat. 6:19-23. Mata yang baik (yang sudah dipulas dengan Roh Kudus) akan membuat kita sadar bahwa semua harta yang di dunia ini sifatnya fana, sehingga kita akan fokus mengejar harta yang kekal di sorga. Dan ayat-ayat berikutnya menyatakan bahwa Tuhan, Bapa kita, sangat mengasihi kita, karena itu kita tidak perlu kuatir sebab Ia akan memelihara dan memberkati kita (Mzm. 103:13).
Dalam Mal. 1:1-2 Tuhan berkata kepada Israel: “Aku mengasihi kamu.” Tetapi respon Israel: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” Israel tidak bisa melihat kasih Tuhan karena ibadah mereka memang sudah kehilangan kuasanya. Kita seringkali menilai kasih Tuhan berdasarkan sebesar apa berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kita harus ingat bahwa kekayaan secara jasmani bukan ukuran orang diberkati oleh Tuhan! Karena itu janganlah hidup berdasarkan apa yang kita lihat, melainkan oleh iman (Rm. 1:17).
Saat ini percayalah bahwa Tuhan sangat mengasihi Anda! Dan karena Ia mengasihi Anda, maka Ia pasti akan memberkati Anda. Karena itu apa pun keadaan Anda sekarang, janganlah kecewa dan putus harap kepada Tuhan. Nantikanlah kasih dan kuasa-Nya yang akan nyata pada waktunya dalam kehidupan Anda. Tuhan Yesus memberkati Anda sekalian. (XY)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com