Senin May 21 , 2018

Pergilah Ke Galilea

Pdt. Simon Kostoro
Minggu, 15 April 2018    

Setelah Yesus bangkit, ada pesan yang diulang Yesus kepada murid-muridNya yaitu supaya mereka kembali ke Galilea.
Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." - Mar. 16:7 (perkataan malaikat)
Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." - Mat. 28:10
Mengapa Yesus menyuruh murid-murid ke Galilea, ada apa di Galilea ? Sebelum kita melihat hal ini lebih dulu kita akan melihat keadaan geografi pada saat itu.
Pada saat itu Israel dibagi menjadi 3 provinsi yang penting seperti yang terlihat di gambar ini :



- Galilea (Utara, dimana Yesus menghabiskan sebagian besar waktuNya)
- Samaria (Tengah)
- Yudea (Selatan, letak ibukota Yerusalem, tempat penyaliban Yesus)
Pelayanan Yesus selama 3 tahun banyak di Galilea dan ½ tahun di daerah lain seperti Yudea dan Samaria. Di Galilea ada danau Galilea, tempat nostalgia bagi Yesus dan murid-murid juga berasal dari daerah situ. Setelah kebangkitan, ada 2 kisah yang terjadi di Galilea, salah satunya di dalam Yoh. 21:1-15. Peristiwa ini terjadi di Danau Tiberias (= D. Galilea = D. Genezaret). Yesus sudah bangkit, murid-murid sudah melihat Yesus, mereka sudah merasakan euforia dan sangat bersukacita tapi hal itu sudah lewat. Yesus tidak selalu ada bersama mereka, sehingga mereka ada dalam keadaan bimbang, kehilangan pegangan, tidak tahu harus berbuat apa, tidak punya tujuan. Sebab itu ketika ide menangkap ikan ini muncul, mereka semua setuju dan dianggap bagus. Memang itu adalah ide yang bagus “dulu” sebelum mereka dipanggil Yesus menjadi muridNya, tetapi itu bukan ide yang bagus saat ini karena mereka adalah orang-orang yang sudah mendapat panggilan dan merespon panggilan itu dengan meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Yesus, bersama-sama Yesus 3½ tahun. Kita semua juga dipanggil oleh Yesus. Kita dipanggil sebagai anak-anak Tuhan.
- (Kis. 2:39)  Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
- (Rom 1:6)  Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

Kita menjadi anak Tuhan karena kita dipanggil oleh Tuhan Yesus, satu demi satu, nama demi nama. Tuhan mengenal kita satu per satu secara pribadi. Kita telah dipanggil dan merespon panggilan itu dan mengikut Tuhan. Sebab itu…

1. Jangan tinggalkan panggilanmu!
Ada panggilan umum, tetapi ada panggilan khusus dimana Tuhan mempercayakan kita untuk melayani Tuhan dalam kapasitas kita masing-masing (pelayanan mimbar, pelayanan meja) dan semua itu sama penting. Ketika kita meninggalkan panggilan, pelayanan, persekutuan, kita maka kita tidak akan mendapat apa-apa seperti halnya murid-murid...

2. Kembali ke posisi yang benar: berjalan dalam pimpinan Roh Kudus
Namun kita bersyukur, di tengah-tengah kegagalan Yesus datang dan menyapa dengan lembut (bukan menegur atau memarahi). Yesus berkata, “Tebarkan jalamu ke sebelah kanan perahu.” Mengapa sebelah “kanan”?
Kanan = right – bhs. Inggris (benar, tepat, pas). Kanan adalah tempat yang benar/pas, sebelah kanan adalah tempatnya Tuhan (Maz. 16:8). Kanan berbicara tentang posisi langkah hidup yang benar karena di situ ada Tuhan. Tuhan berdiri di sebelah kananku kata raja Daud. Dengan mata iman, Daud memandang Tuhan selalu berdiri di sebelah kanan, berjalan di sampingnya, tak pernah meninggalkannya. Dan apa yang mereka peroleh ? “153” ekor ikan-ikan besar.
- 153 = 9 x 17
- 9 artinya angka Roh Kudus (9 buah Roh, 9 karunia Roh)
- 17 artinya “walk with God” (Berjalan bersama Tuhan). Ada dua tokoh yang berjalan bersama Allah : Henokh generasi manusia ke-7 yang diangkat hidup hidup + Nuh generasi manusia ke 10 yang diluputkan dari air bah).
Angka “153” berarti berjalan dalam pimpinan Roh Kudus, dan itulah yang seharusnya bagi setiap orang percaya karena Roh Allah diam di dalam kita.
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh - Gal. 5:25
Berjalanlah bersama Allah, dalam pimpinan Roh Kudus, sertakan Roh Kudus (Ams. 3:6 – acknowledge = ikut sertakan) maka kita akan mendapat hasil yang luar biasa dan jala kita tidak akan koyak.

3. Kasihi Yesus lebih dari segalanya (Yoh. 21:15)
Cerita ini diakhiri dengan dialog panjang antara Yesus dan Petrus yang pada intinya Yesus mau memulihkan Petrus. Dan Yesus mengajukan tiga pertanyaan yang sama kepada Petrus, “do you love Me, more than these?” (Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari semua ini). Kata“these” bisa berarti hobby, bisnis, lifestyle, HP, orang sekitar, kekayaan, kedudukan, popularitas, kebanggaan atau segala sesuatu hal yang kita kasihi. Pertanyaan yang sama juga Yesus tanyakan kepada kita. Pertanyaan sederhana tetapi menusuk hati sampai akhirnya Petrus tidak bisa menjawab, hanya menangis dan disitulah ia menyadari keadaannya dan ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan

Itulah sebabnya mengapa Yesus berkata, pergilah ke Galilea, karena Tuhan mau memulihkan keadaan murid-muridNya. Dan saat ini Tuhan juga mau memulihkan keadaan kita. Apa yang Ia pulihkan ? Ada tiga “P”:
- Panggilan – Jangan tinggalkan panggilan!
- Posisi yang benar – Kembali kepada posisi yang benar (right), yaitu berjalan bersama dengan Roh Kudus
- Prioritas – Kasihi Yesus lebih dari segala-galanya dan hidup kita tidak akan akan sia-sia ketika kita mengasihi Yesus lebih dari segalanya. Tuhan Yesus memberkati. (LL)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com