Jumat Juli 20 , 2018

Mempertahankan Iman

Pdp. David Sugandi
Sabtu, 14 April 2018

Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat ” Matius 24:13

Dari Firman ini kita mengerti bahwa ada orang-orang yang tidak bertahan sampai pada kesudahannya. Itu sebabnya kita perlu belajar bagaimana mempertahankan iman.
Selama perjalanan kehidupan Tuhan Yesus selama di dunia ini ada 4 Peristiwa Penting yang selalu kita rayakan, yaitu:
(1) KelahiranNya;  yang memberikan pengharapan (Yoh.3:16-17) dan merupakan bukti kasih Allah kepada dunia.
(2) KematianNya; memberikan pengampunan dan mendamaikan kita dengan Allah Bapa.
(3) KebangkitanNya; memberikan kita kehidupan yang baru (Yoh 11:25) dan memberikan kita kesempatan kedua.
(4) KenaikanNya; menyediakan tempat bagi kita (Yoh. 14:1-3) dan supaya Roh Kudus dicurahkan (Yoh. 7:39).
Selanjutnya ada 2 Peristiwa Penting setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke sorga, yaitu:
(1) Pentakosta. Hari Pentakosa disebut juga sebagai hari pencurahan Roh Kudus, dimana pada saat itu hari ke 50 setelah Paskah murid-murid Yesus dipenuhkan dengan Roh Kudus. Dalam Perjanjian Lama hari raya ini diperingati sebagai hari raya pengucapan syukur panen gandum.
(2) Kedatangan Tuhan yang ke-2. Peristiwa ini belum digenapi sampai hari ini. Kedatangan Yesus yang pertama adalah untuk menyelamatkan, sedangkan kedatangan yang ke-2 dalah untuk menghakimi (Mat. 16:27; Luk. 18:8)
Luk. 18:8 “ Jika Anak Manusia itu datang,  adakah Ia mendapatkan  Iman di bumi ”

Apakah iman yang kita punyai sekarang ini cukup untuk meloloskan kita dari Hari Penghakiman Tuhan? Ini merupakan pertanyaan bagi setiap anak-anak Tuhan. Dalam Yoh. 5:24 dikatakan: Saat kita mendengar dan percaya kepada perkataan Yesus dan kepada Dia (Bapa) yang mengutus Aku (Yesus), maka kita memiliki hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah dipindah dari dalam maut ke dalam hidup. Jalur kehidupan kita saat kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sudah dipindahkan dari “Jalur menuju kebinasaan ke jalur menuju keselamatan (Kehidupan Kekal)”. Kedatangan Tuhan memang sudah semakin dekat tetapi perjalanan kekristenan kita hari demi hari masih panjang. Itulah sebabnya masih tanda tanya apakah kita bisa mempertahankan iman kita. Mempertahankan hidup kita selalu di jalur menuju Keselamatan.
Apakah kita masih bisa kehilangan keselamatan? Ini bisa terjadi jika ditengah perjalanan dalam pengiringan kita kepada Tuhan kita menjadi murtad. Murtad artinya membuang iman atau berbalik belakang. Jadi orang yang murtad adalah yang berbalik dari jalan yang benar ke jalan yang salah. Lawan dari murtad adalah bertobat (berbalik dari jalan yang salah ke jalan yang benar).
Ams. 12:28 “Di jalan kebenaran terdapat Hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju Maut“.
Salah satu yang dapat menyebabkan kita murtad adalah dosa. Dosa (Hamartia) berarti meleset dari sasaran. Jika saat ini kita berada pada Jalur Kehidupan Kekal  namun bertoleransi dengan dosa terus menerus maka kita akan melenceng dari sasaran, dan tujuan yang akan kita capai bukanlah Hidup Kekal melainkan Maut (Hades = Neraka). Jadi pada saat kita murtad maka keselamatan itu akan hilang.
Beberapa contoh dalam Alkitab:
1. Yudas Iskariot.
Dia adalah seorang Rasul (Kis. 1:25), seorang yang diberi kuasa oleh Yesus (Mat. 10:1) dan diutus untuk memberitakan Injil (Mark.3:14-15). Yudas juga dipercaya sebagai Bendahara (Yoh. 13:29). Tetapi, Alkitab juga menuliskan bahwa Yudas adalah seorang Pencuri (Yoh. 12:4-6). Arti nama Yudas dalam bahasa Aram adalah orang yang hidup berpura-pura. Tuhan juga mengatakan bahwa Yudas adalah seorang pengkhianat dimana ia menjual Yesus hanya demi uang. Dan pada puncaknya Yudas mati bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya. Jadi sekalipun orang itu diberi kuasa dan juga dipercaya, namun jika ia tidak hati-hati dalam kehidupannya maka ia bisa jatuh dan kehilangan keselamatan. Jika kita membiarkan dosa terus menerus ada dalam hidup kita dan kita tidak bertobat maka kita bisa kehilangan keselamatan.
Pada awalnya Yudas tidak berencana menjual Yesus. Tetapi  iblis membisikkan sesuatu kepadanya, kemudian iblis masuk kedalam hatinya Yudas, dan akhirnya Yudas kerasukan (dikuasai) oleh iblis. Itu sebabnya dia tidak segan menjual Tuhan Yesus.

2. Petrus (Mat. 26:30-35, 70-75)
Petrus hampir saja murtad dan binasa. Saat itu Yesus berkata kepada murid-muridNya Gembala akan dibunuh dan kawanan domba akan tercerai-berai, dan iman mereka akan digoncangkan. Petrus berkata bahwa imannya tidak akan tergoncangkan. Tetapi ketika Yesus sudah ditangkap dan hendak disalibkan, dan ada orang-orang bertanya kepada Petrus bahwa dia adalah murid Yesus, maka Petrus sampai tiga kali menyangkal, bersumpah, bahkan mengutuk bahwa ia tidak mengenal Yesus. Petrus menyangkal karena tergoncang imannya.
Ini adalah dosa yang sangat besar yaitu menyangkal Tuhan, dan sebagai akibatnya Yesus akan menyangkal kita di hadapan Allah Bapa (Mat 10:32-33). Namun untungnya Petrus punya kesempatan untuk bertobat. Petrus menyadari kesalahannya, menangis dengan sedih dan bertobat sehingga ia tetap diselamatkan.

3. Ananias dan Safira (Kisah 5:1-10)
Ananias dan Safira sepakat untuk tidak jujur tentang hasil penjualan harta mereka di hadapan rasul-rasul. Petrus berkata bahwa mereka bukan hanya berdusta kepada rasul-rasul, melainkan mereka mendustai Roh Kudus, sehingga saat itu juga mereka dibinasakan oleh Tuhan. Jika kita sepakat untuk berbuat dosa (sepakat dalam hal yang jahat dan salah) maka keselamatan kita yang akan menjadi taruhannya. Setiap perkataan yang menentang Roh Kudus tidak akan diampuni oleh Tuhan (Mat. 12:31-32).

Bagaimana kita bisa mempertahankan iman sampai akhir?
1. Ketaatan akan Firman (Yoh. 3:36)
Percaya harus diikuti dengan ketaatan sebab orang tidak taat akan mengalami murka Allah. Iman dan ketaatan tidak bisa dipisahkan, karena itulah satu-satunya yang membedakan kita dengan iblis atau setan yaitu KETAATAN AKAN FIRMAN (Yak. 2:19). Iman harus disertai perbuatan sebab melalui perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna (Yak. 2:20,22). Manusia dibenarkan karena perbuatan dan bukan hanya dengan iman (Yak. 2:24). Perbuatan disini adalah ketaatan akan Firman Tuhan.

2. Pertolongan Roh Kudus (Yoh. 14:16-17)
Roh Kudus akan membantu kita supaya kita bisa terus hidup dalam Firman (Yoh. 14:26). Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan mengingatkan kita akan segala sesuatu tentag Firman Allah.

Kesimpulan:
Hanya dengan ketaatan akan Firman dan pertolongan Roh Kudus kita bisa mempertahankan iman sampai akhir. Mari kita pakai momentum 10 Hari Doa dan Hari Pantekosta sebagai sarana untuk kita bukan hanya dipenuhkan oleh Roh Kudus tetapi juga menerima karunia-karunia Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. (KGDP)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

Gereja Pantekosta di Indonesia Lembah Dieng

Jl. Lembah Dieng H1 Malang

phone (0341) 551692

fax (0341) 559435

contact : support@gpdilembahdieng.com

www.gpdilembahdieng.com