Selasa September 25 , 2018

Dibenarkan Oleh Iman - Pelajaran Surat Roma (70)

(Rom 8:35)  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
- Di sini ada tujuh macam perkara yang tidak baik yang dapat menimpa orang percaya karena imannya kepada Yesus, tetapi semuanya itu tidak dapat menjauhkan kita dari kasih Kristus. Kata “memisahkan” dalam bahasa asli dipakai kata “chorizo” yang artinya “to place room between” atau meletakkan ruangan di antara dua benda yang berdekatan sehingga dua benda tsb. menjadi berjauhan satu dengan yang lain. Saudara-saudara, Yesus Kristus begitu mengasihi kita, kasihNya tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun juga. Itulah sebabnya apapun yang kita alami, ingat, kasihNya selalu menyertai kita…

(Rom 8:36)  Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
- Di dalam ayat ini rasul Paulus mengutip perkataan pemazmur di Maz. 44:23, tetapi Paulus bukan sekedar mengutip, melainkan ayat ini adalah pengalaman hidup rasul Paulus sendiri. Di dalam II Korintus 11:23-29 ia menuliskan pengalaman hidupnya secara detail, “Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?”     Walaupun ia mengalami semuanya ini, namun ia tetap bersukacita dalam melayani Tuhan, semangatnya tidak pudar sedikitpun, rohnya tetap menyala-nyala! Hai, anak-anak Tuhan, penderitaan yang kita alami tidak ada apa-apanya dibanding dengan penderitaan rasul Paulus, mengapa engkau patah semangat, bersungut-sungut dan lemah? Ayo, bangkit lagi dan layani Tuhanmu karena ada mahkota yang kekal tersedia bagi kita di sorga!

(Rom 8:37)  Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
- Kata “lebih dari pemenang” adalah slogan yang banyak dipakai dalam dunia keKristenan, tetapi apakah kita sudah mengalaminya dalam hidup ini? Seringkali “menang” aja masih satu masalah dalam kehidupan anak-anak Tuhan, apalagi “lebih dari” pemenang. Apa arti “lebih dari pemenang” ? Kalau saya artikan, artinya ialah “menang telak” bukan “menang pas-pasan”. Contohnya, kalau dua kesebelasan sepak bola bertanding dan berakhir dengan score 2-0 atau 1-0 atau bahkan menang lewat adu pinalti, itu namanya menang pas-pasan. Tapi kalau pertandingan itu diakhiri dengan score 3-0 atau bahkan lebih, itu namanya menang telak! Saudara-saudara, kemenangan yang Tuhan berikan bagi kita adalah kemenangan yang telak, bukan menang pas-pasan, sebab itu jadilah orang-orang yang lebih dari pemenang. Haleluya!! (SK)

"Mengampuni, Mendoakan, Memberkati"

Pdt. Yusak Tjong

GPdI Lembah Dieng


Jalan Lembah Dieng H1

Malang, Jawa Timur

Indonesia

phone : 0341-551692

fax : 0341-559435